Uang Koperasi Jaya Abadi Lenyap dari Dalam Mobil saat Ganti Ban, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian. SP/Hadi Lestariono
Petugas melakukan olah TKP di lokasi kejadian. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kakek Suprapto (70) warga Dusun Semen Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar hampir pingsan, setelah mengetahui uang milik Koperasi Peternak Jaya Abadi yang baru diambil dari BCA Unit kecamatan Wlingi lenyap.

Uang tersebut tersimpan dalam ransel yang diletakkan di bawah jok mobil Panther AG 1627 KN, ketika Kakek Suprapto dan pengemudinya sedang mengganti ban kiri belakang bocor akibat terkena paku. Peristiwa itu terjadi pada Senin (25/10) sore, sehingga warga seputaran Pasar Wlingi geger, apalagi kakek berusia 70 itu hampir pingsan.

Kejadian hilangnya uang milik Koperasi Jaya Abadi tersebut dibenarkan Kapolsek Wlingi AKP Mulyanto SH seijin Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiyono, mengatakan atas kejadian itu korban Suprapto mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 427.000.000,- yang disimpan dalam tas ranselnya.

"Sesuai laporan korban Suprapto di Polsek Wlingi, sekitar pukul 13.50 korban yang di temani oleh Disan (43) juga warga Dusun Semen Desa Krisik Kec Gandusari mengambil uang di BCA Kec Wlingi sebesar Rp 427 juta, sekitar satu jam transaksi di BCA selesai keduanya hendak kembali ke Krisik, namun dalam perjalanan ban kiri mobil belakang yang ditumpangi  bocor, dan akhirnya mereka berhenti di pelataran Pasar Wlingi," kata Iptu Udhiyono.

Sedang peristiwa itu sendiri terjadi pada  hari Senin 25 Oktober 2021 sekitar jam 13.50, korban mengambil uang dengan saksi di Kantor Bank BCA Wlingi dan keluar dari Bank BCA sekitar jam 14.00, sedang uang milik Koperasi JAYA ABADI yang hendak digunakan untuk membayar para peternak sapi yang telah menjadi anggota Koperasi tersebut disimpan dalam ransel yang diletakan di bawah jok depan tempat duduk korban.

Ketika perjalanan pulang ke Ds. Semen tiba-tiba ban mobil belakang sebelah kiri kempes, demi keamanan  kemudian korban beserta saksi berhenti di depan pasar Wlingi dan memarkir mobilnya  untuk mengganti ban mobil, namun saat saksi dan korban mengganti ban mobil, korban mendengar suara pintu mobil terbuka, ĺangsung korban lakukan pengecekan, ternyata tas ransel yang berisi uang ditaruh di bawah kursi depan mobil sudah tidak ada atau hilang. 

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian uang tunai Rp 427.000.000,- selanjutnya korban  melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Wlingi.

 

"Atas kejadian tersebut dari Unit Identifikasi Reskrim Polres Blitar, bersama Kapolsek Wlingi AKP Mulyanto bersama Kanit Reskrim dan anggota melakukan olah TKP, termasuk pemeriksaan saksi korban dan sopir juga Umariadi (48) warga Kel Babadan Kec Wlingi sebagai tukang tambal Ban.

Dengan kejadian tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Blitar.

Sementara Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK berpesan kepada warga masyarakat atau siapapun yang melakukan transaksi dengan pihak bank untuk menghubungi pihak polisi dan itu gratis tanpa biaya.

"Jadi jelas himbauan dan pesan dari Bapak Kapolres siapa saja warga masyarakat yang sedang transaksi dengan pihak bank di mana saja untuk segera minta bantuan polisi dan itupun tanpa dikenakan biaya apapun, jelas kesemuanya itu demi keselamatan warga masyarakat yang sedang transaksi di bank," terang Iptu Udhiyono menyampaikan pesan Kapolres Blitar. Les

Berita Terbaru

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondosowo - Melihat fenomena nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, ternyata turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah obat di apotek…

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…

Advokat Edy Surati Pemkot, Minta Izin JPC Tak Diterbitkan

Advokat Edy Surati Pemkot, Minta Izin JPC Tak Diterbitkan

Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya PT Jatim Parkir Center (JPC) memperpanjang izin parkir di Jalan dr. Soetomo terancam menemui jalan buntu. Pengacara Edy S…

Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Musibah, Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Hadir di Tengah Masyarakat Terdampak Musibah, Pemkab Sumenep Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bersama Badan…

Tradisi Larung Tumpeng di Laut, Wujud Syukur Nelayan Pacitan Sambut 1 Muharam

Tradisi Larung Tumpeng di Laut, Wujud Syukur Nelayan Pacitan Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Ratusan nelayan dan masyarakat di Pacitan, menggelar Larung Tumpeng di perairan Samudera Indonesia, sebagai tradisi pergantian…

Tradisi Jamasan Pusaka, Bentuk Penghormatan Warisan Leluhur Sambut 1 Suro

Tradisi Jamasan Pusaka, Bentuk Penghormatan Warisan Leluhur Sambut 1 Suro

Selasa, 16 Jun 2026 11:18 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sejumlah masyarakat Jawa masih melestarikan tradisi jamasan pusaka sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur,…