Berunding sejak Bambang DH, tapi Selalu Berakhir tanpa Hasil

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bambang DH dan Tri Rismawati. Keduanya juga gagal menyelesaikan polemik Surat Ijo saat menjabat jadi Walikota Surabaya.
Bambang DH dan Tri Rismawati. Keduanya juga gagal menyelesaikan polemik Surat Ijo saat menjabat jadi Walikota Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Polemik kasus Surat Ijo di Kota Surabaya belum menemui titik final sejak tahun 1997 hingga 2021. Surat Ijo merupakan dokumen warga yang menempati tanah Pemerintah Kota dengan status Hak Penggunaan Lahan (HPL). Warga pemegang surat tersebut tiap 1 objek tanah, selain membayar PBB, diwajibkan membayar Retribusi Surat Ijo.

Berdasarkan penelusuran Surabayapagi, semenjak awal era reformasi hingga kini, timbul komitmen dan rencana pelepasan tanah surat ijo oleh Pemerintah Kota Surabaya kepada warga penghuni. Misalnya yang dilakukan oleh Walikota Bambang D.H yang  pada 2007 sempat melakukan konsultasi kepada Ketua BPN kala itu, Joyo Winoto.

Hasilnya, yakni perlunya ditetapkan beberapa syarat tentang tanah yang boleh dilepaskan, seperti hanya tanah yang digunakan sebagai hunian, maksimal luasnya 200 m², dan letaknya berada di jalan yang lebar maksimal lima meter.

Namun, komitmen itu belum terlaksana akibat masih menunggu hasil putusan Pengadilan Negeri Surabaya pada 2007 atas gugatan warga. Isu pelepasan tanah surat ijo sebagai komoditas politik oleh para politisi, seperti calon walikota, calon DPR Pusat, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota Surabaya.

Misalnya, di dalam pemilu 2009 ada beberapa caleg DPR-RI yang terpilih dari Dapil I Jawa Timur akibat menjanjikan bisa mengegolkan pelepasan tanah surat ijo. Juga, dalam pemilihan walikota Surabaya 2010, semua kandidat menjanjikan hal yang sama, termasuk walikota yang

berhasil terpilih saat itu, Tri Rismaharini. Sebagai konsekuensi atas janji kampanye itu, terjadi unjuk rasa warga pada hari Rabu 7 November 2012 yang menagih janji pelepasan tanah surat ijo pada walikota di depan balai kota.

Sebenarnya pada tahun 2011 sudah mulai disusun naskah akademik pelepasan tanah surat ijo oleh tim khusus pelepasan yang dibentuk oleh walikota Surabaya. Sesuai dengan arahan walikota kepada tim, upaya pelepasan hendaknya dilakukan secara ekstra hati-hati di dalam merumuskan rancangan

peraturan daerah (raperda) pelepasan tanah surat ijo, karena masing-masing kawasan tanah surat ijo memiliki riwayat yang berbeda. Maksudnya yakni, suatu kawasan tanah surat ijo memiliki riwayat yang berbeda dengan kawasan tanah surat ijo lainnya. Ada yang bekas tanah eigendom, ada bekas tanah hak opstal, ada bekas tanah hak erfpacht atas nama gemeente atau pun milik swasta,agar di kelak kemudian hari tidak timbul konflik/sengketa baru.

Berdasarkan hal itu, nampaknya di dalam kerangka pelepasan itu perlu ditelusuri aspek sejarah tanah per kawasan terlebih dahulu, agar tidak salah dalam pelaksanaan pelepasan, termasuk mana saja kawasan yang bisa dilepas dan yang tidak. Namun, di dalam kenyataannya, ketentuan di dalam Perda No. 16 Tahun 2014 itu tidak mengatur hal itu, seluruh tanah surat ijo di semua kawasan disamaratakan posisinya. Luas tanah surat ijo yang akan dilepas itu sesuai luas yang ada di daftar tanah asset tahun 2008, yakni 14.256.933,75 m².

 Tarik ulur soal besaran kompensasi atas pelepasan tanah surat ijo dalam perundingan antara Pemkot Surabaya, DPRD Kota Surabaya, dan warga penghuni selalu berakhir tanpa hasil. ana/rl

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…