Kondisi Memprihatinkan, Wakil DPRD Kota Surabaya AH Thony Sidak Makam Tokoh Besar NU

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Surabaya AH Thony bersama Ketua MWC NU Kecamatan Wonocolo Muhaimin dan Wakil Katib PWNU Surabaya Ahmad Nasrudin saat menyambangi makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Mas Alwi Abdul Aziz Kamis, (4/11).
Ketua DPRD Surabaya AH Thony bersama Ketua MWC NU Kecamatan Wonocolo Muhaimin dan Wakil Katib PWNU Surabaya Ahmad Nasrudin saat menyambangi makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Mas Alwi Abdul Aziz Kamis, (4/11).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Siapa yang tak kenal dengan sosok KH Mas Alwi Abdul Aziz khususnya warga Nahdiyin, seorang tokoh besar aset bangsa ini. Namum makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sangat memprihatinkan tidak sebanding dengan jasa-jasa yang beliau berikan untuk bangsa ini. 

Pada kesempatan ini, Kamis, (4/11) Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony bersama Ketua MWC NU Kecamatan Wonocolo Muhaimin dan Wakil Katib PWNU Surabaya Ahmad Nasrudin menyambangi makam salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) untuk berziarah sekaligus menilik kondisi makam. Melewati gang-gang kecil yang padat penduduk di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rangkah, Jalan Kenjeran untuk sampai ke makam Muaziz NU ini. 

Thony mengatakan setelah melihat kondisi makam kondisinya sangat keprihatinan. Menurutnya, makam ulama besar harusnya dibangun dengan bagus sebagai tanda penghormatan. 

"Bagi saya, beliau sosok penting. Yakni, pendiri NU dan pencetus nama NU. Makam yang dibangun terlalu sederhana ini tak sebanding dengan jasa dan manfaat yang sudah diberikan beliau," ungkap AH Thoni, Kamis (4/11).

Berbeda dari makam tokoh besar yang dibangun megah, makam pendiri NU itu berada di tengah pemukiman padat penduduk. Thony bahkan memarkir mobilnya jauh dari lokasi karena jalan menuju makam hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Di sekeliling makam terdapat rumah-rumah petak, jaraknya tak sampai satu meter dari makam. Jemuran yang menggantung di dinding rumah menjadi pemandangan para peziarah yang kesana. Pintu masuk makam bersebelahan dengan dapur warga. Jika tak ada pagar setinggi dua meter yang mengelilingi makam, mungkin perabotan rumah sudah bergeletakan di area makam. Tak ada kesan mewah, pusara KH Mas Alwi nampak dibangun seadanya.

Ia juga prihatin karena makam berada di antara bangunan penduduk yang kebersihannya kurang terjaga. "Dulu, Pemkot memang sempat membangun pada 2018. Makam ditambah dengan pagar-pagar ini. Dewan sangat mengapresiasi. Namun, melihat perkembangan makam yang makin terjepit permukiman, memang harus ada tindak lanjut," ujarnya.

Tidak adanya niat memperbesar makam tokoh besar tersebut juga menimbulkan dampak lain. Yakni, nama KH Mas Alwi yang tenggelam di antara para generasi muda. Padahal, menurut Thony, figur KH Mas Alwi bisa menjadi contoh bagi generasi muda bagaimana membangun semangat kebangsaan lewat agama.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.,” kata Thony.

Hal tersebut diamini oleh Ahmad. Dulu, awal makam dibangun, tak ada rumah-rumah penduduk. Sekeliling makam KH Mas Alwi adalah kompleks pemakaman. Saat menuju makam KH Mas Alwi, Ahmad berjalan di antara makam-makam. Kini, ia harus bakal berjalan diantara rumah-rumah penduduk.

Ahmad berpendapat, bakal lebih baik jika makam KH Mas Alwi dipindah ke Makam Nderesmo, Kelurahan Sidosermo. "Demi menghargai jasa beliau yang turut membangun NU di Indonesia. Selain itu, jika makam dibangun, maka bisa diziarahi oleh generasi muda. Ini bisa jadi contoh bagaimana para tokoh besar agama turut serta dalam perjuangan bangsa,"katanya. Alq

Berita Terbaru

Tanam 10.000 Mangrove di Randuboto, Pemkab Gresik dan PT Smelting Bidik Pesisir Tahan Abrasi hingga Ekonomi Warga

Tanam 10.000 Mangrove di Randuboto, Pemkab Gresik dan PT Smelting Bidik Pesisir Tahan Abrasi hingga Ekonomi Warga

Selasa, 11 Agu 2026 22:35 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 22:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir Kabupaten Gresik terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama PT S…

Curanmor di Sawah Balongpanggang Terungkap, Polisi Dalami Dugaan Aksi Tersangka di 4 Lokasi

Curanmor di Sawah Balongpanggang Terungkap, Polisi Dalami Dugaan Aksi Tersangka di 4 Lokasi

Selasa, 11 Agu 2026 22:33 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 22:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, berhasil digagalkan setelah k…

Demokrat Gaungkan Gerakan Bersih Lingkungan, Benderanya Justru Masih Bertebaran di Ruang Publik

Demokrat Gaungkan Gerakan Bersih Lingkungan, Benderanya Justru Masih Bertebaran di Ruang Publik

Selasa, 11 Agu 2026 21:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 21:24 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Semangat menjaga kebersihan lingkungan yang digaungkan Partai Demokrat Kota Madiun melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri ternyata b…

Sidang Praperadilan, Agendakan Keterangan Saksi dan Penyerahan Bukti

Sidang Praperadilan, Agendakan Keterangan Saksi dan Penyerahan Bukti

Selasa, 11 Agu 2026 18:50 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 18:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sidang praperadilan kasus dugaan salah tahan Pimpinan Redaksi (Pimred) Surabaya Pagi masih berlanjut. Hari ini, sidang b…

Tahapan Musda Demokrat Jatim, Kandidat Ketua DPD Segera Dijaring

Tahapan Musda Demokrat Jatim, Kandidat Ketua DPD Segera Dijaring

Selasa, 11 Agu 2026 18:45 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com — Panitia Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur mulai menggelar berbagai tahapan persiapan menuju forum pemilihan Ketua DPD P…

Dari Sampah Menjadi Makanan Bergizi, Inovasi Posyandu Uteran Dapat Apresiasi Bupati 

Dari Sampah Menjadi Makanan Bergizi, Inovasi Posyandu Uteran Dapat Apresiasi Bupati 

Selasa, 11 Agu 2026 18:44 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 18:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi inovasi Posyandu Kartini Desa Uteran, Kecamatan Geger, yang mengajak masyarakat m…