Vaksin Nusantara Lampaui Fase II, Saat ada Ancaman Gelombang 3 Virus Covid

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Serah terima bibit vaksin dilakukan secara simbolis dari Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak. kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti pada Selasa (9 November 2021).
Serah terima bibit vaksin dilakukan secara simbolis dari Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak. kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti pada Selasa (9 November 2021).

i

Vaksin Merah Putih Baru Bangun Kerjasama dengan PT. Biotis Pharmaceutical 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Ditengah isu munculnya ancaman gelombang tiga virus corona (covid-19) yang kemungkinan besar bisa terjadi di Desember 2021, vaksin anak bangsa Merah putih dan Nusantara sedang berproses. Vaksin merah putih masih tahap penyerahan bibit Vaksin dari Unair Surabaya kepada PT. Biotis Pharmaceutical. Sementara penelitian vaksin nusantara malah sudah memasuki fase II . Fase ini, tim peneliti Dr. Terawan, sudah untuk mencari dosis penyuntikan ke dalam tubuh seseorang. Hasilnya menggembirakan.

Serah terima bibit vaksin dilakukan secara simbolis dari Rektor Univesitas Airlangga Prof Muhammad Nasih kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti pada Selasa (9/11).

Turut hadir dan menyaksikan Menteri Kesehatan, Gubernur Jawa Timur, Ketua Majelis Wali Amanat, Wakil Rektor, dan seluruh Dekan Universitas Airlangga.

Penyerahan bibit vaksin ini sekaligus menandai kerjasama antara keduanya, yang mana PT Biotis didapuk sebagai salah satu mitra untuk memproduksi vaksin Merah Putih.

Di Jakarta, pada hari yang sama, peneliti Utama Tim Vaksin Nusantara, Jonny mulai membeberkan tingkat keamanan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Tingkat keamanan sudah dimulai dari proses Vaksin Nusantara yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien.

 

Tidak Ada Komponen Virus

Menurut Jonny, sebelum disuntikkan, komponen dari Vaksin Nusantara dibersihkan terlebih dahulu dan kemudian imunitas seluler di dalam tubuh dikenalkan dengan antigen.

"Antigennya itu bukan komponen virus. Jadi, di dalam Vaksin Nusantara ini tidak ada komponen virus. Beda dengan yang lain (konvensional, red) yang semuanya virus. Tidak ada virus yang dimasukkan ke dalam tubuh," jelas Jonny kepada awak media, Selasa (9/11/2021).

Uji klinis fase I yang sudah memasuki bulan kesepuluh mendapatkan hasil yang sangat baik. Dikatakan Jonny, dari segi keamanan tidak ada yang bermasalah dengan Vaksin Nusantara.

"Tidak ada kejadian yang tidak diinginkan yang serius. Efeknya hanya ringan dan sedang saja dan kebanyakan sifatnya lokal, nyeri di penyuntikan," katanya.

Demikian juga dengan fase II yang dilakukan untuk mencari dosis penyuntikan ke dalam tubuh seseorang. Jonny menambahkan, pada fase 2 juga diperhatikan dengan seksama faktor keamanan diperhatikan, termasuk pada fase 3 nantinya.

"Seberapa besar bisa mencegah supaya pasien itu walaupun kena Covid-19 tapi dia tidak berat, tidak sampai dirawat. Itu efikasi. Karena kalau kita baca-baca efikasi itu bukan seberapa banyak orang yang nggak kena Covid-19, tapi seberapa banyak orang itu walaupun kena Covid-19 tapi tidak berat. Kan itu fungsi vaksin," tuturnya.

 

Varian Delta

Dari 135 orang yang menjadi relawan uji klinis fase II hingga bulan ke-6 diketahui sebanyak 21 orang yang positif Covid-19 dengan varian Delta. "Dari 21 pasien ini, yang dirawat cuma 3 orang. Jadi kalau lihat efikasi itu 97 persen. Tapi kalau lihat dia (pasien) kena atau tidak, yang tidak kena saat ini sekitar 84,6 persen (efikasi)," tandasnya. n er, jk

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…