Pelaku Pembunuhan Wanita di Malang yakni Suami Korban, Ditangkap saat Hendak Kabur ke Tulungagung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Miskari alias Samsul, suami korban yang merupakan pelaku pembunuhan saat diamankan petugas.
Miskari alias Samsul, suami korban yang merupakan pelaku pembunuhan saat diamankan petugas.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Kurang dari 24 jam, teka-teki pembunuhan wanita di Malang yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Malang mengamankan pelaku pembunuhan yakni Miskari alias Samsul (60) warga Bantur kabupaten Malang sebagai yang tak lain adalah suami korban.

“Pelakunya sudah kami tangkap barusan,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi, Rabu (17/11/2021).

“Pelaku adalah suami dari korban. Namun untuk motif serta kronologis pembunuhan seperti apa, kami masih lakukan pemeriksaan,” tambah Donny.

Miskari ditangkap petugas Satreskrim Polres Malang saat mengendarai motor di kawasan Srengat, Kabupaten Blitar. Rencananya pelaku hendak melarikan diri ke Tulungagung.

"Terduga pelaku berhasil kita tangkap saat hendak melarikan diri ke Tulungagung dengan mengendarai motor. Tepatnya di kawasan Blitar," ujarnya.

Usai diamankan tanpa perlawanan, pelaku pembunuhan tersebut langsung digelandang ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan.

“Nanti dulu ya. Biar diperiksa oleh penyidik terlebih dahulu,” ucap mantan Kasatreskrim Polres Blitar ini.

Sementara untuk motif pembunuhan, diduga karena cemburu. Selama ini pelaku diketahui memiliki kecemburuan yang tinggi terhadap istrinya.

Diberitakan sebelumnya, Tumirah ditemukan tewas oleh anaknya di sebuah gubuk yang berada di tengah hutan milik Perum Perhutani KPH Malang Dusun Sumber Winong Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan, Selasa (16/11/2021) sore kemarin.

Wanita berusia 50 tahun ini, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi penuh luka di tubuhnya. Gubuk tempat korban ditemukan tewas, berjarak sekitar 3 kilometer dari perkampungan. Untuk menuju ke gubuk harus dilalui dengan jalan kaki. Gubuk itu adalah tempat singgah korban dan suaminya setelah bertanam pisang.

Penemuan mayat korban ini, bermula dari anak korban yang sehari sebelumnya mendapat telepon dari ayahnya. Mengatakan kalau ibunya sedang sakit di gubuk dan anaknya diminta untuk mengecek. Ayahnya (pelaku, red) beralibi sedang tidak bisa menemani.

Esok paginya (Selasa, red) setelah mendapat telepon, anak korban langsung mengecek ke gubuk. Ternyata ibunya sudah dalam kondisi tak bernyawa. Selanjutnya anaknya kembali ke perkampungan untuk minta pertolongan warga, sekaligus melaporkan ke polisi.

Kasatreskrim menambahkan bahwa hasil olah TKP dan identifikasi di sekujur tubuh korban, banyak luka akibat senjata tajam. Seperti luka bacok di pinggul, bahu, leher, tangan dagu dan beberapa bagian wajah. Selain luka bacok, juga ada bekas luka tusuk.

“Dari hasil olah TKP, juga ditemukan fakta lain. Yakni sebilah celurit berukuran 12 centimeter dengan bercak darah. Selain itu bercak darah juga ditemukan pada tabung LPG. Termasuk senapan angin, pakaian korban dan sebuah tas selempang,” paparnya.

Berita Terbaru

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…