Ratusan Sopir Logistik Demo Tolak Kebijakan Odol

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demo ratusan supir logistik di depan kantor Bupati Banyuwangi.
Aksi demo ratusan supir logistik di depan kantor Bupati Banyuwangi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi - Kebijakan pemerintah terkait pembatasan dan pelarangan truk over dimensi over loading (Odol) mendapat tentangan dari masyarakat khususnya sopir truk logistik. Akibatnya, ratusan sopir truk logistik yang tergabung dalam Konvederasu Sopir Logistik Indonesia (KSLI) menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Banyuwangi.

Mereka mengancam menduduki kantor Pemkab Banyuwangi dan menutup Pelabuhan ASDP Ketapang, jika pemerintah nekat melakukan kebijakan tersebut.

Aksi digelar di sepanjang Jalan Ahmad Yani, di depan kantor Bupati, Senin (22/11/2021). Sebelumnya, mereka beriringan dari berbagai penjuru Banyuwangi, menuju pusat kota. Kemacetan pun terjadi di beberapa titik menuju dan di pusat kota Banyuwangi.

Sambil berorasi, mereka berharap ada solusi terbaik terkait kebijakan yang dinilai sangat merugikan sopir dan pengusaha truk. Mereka meminta ada pembatalan kebijakan tersebut.

"Kami minta untuk dibatalkan. Karena ini sangat merugikan kami," ujar orator dalam aksi.

Tak hanya itu, mereka mengancam akan menduduki kantor Bupati Banyuwangi, jika tuntutan mereka tak dikabulkan. Bahkan jika ak ada jawaban dari pemerintah, maka mereka berencana menutup pelabuhan ASDP Ketapang. Mereka akan bertahan sampai ada solusi terkait aksi penolakan ini dikabulkan.

Koordinator aksi KSLI, Slamet Barokah mengatakan, aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan nomor 21 tahun 2019, tentang pengawasan terhadap mobil barang atas pelanggaran ukuran lebih (over dimension) dan pelanggaran muatan lebih (over loading), sangat memberatkan para sopir logistik.

Sebab dampak aturan tersebut, banyak sopir yang tidak bisa bekerja, karena kendaraan ditolak saat akan melakukan uji KIR atau uji kelayakan kendaraan.

"Kami minta hapus atau revisi aturan Odol, karena saat ini kami dan kawan-kawan tidak bisa bekerja mengangkut logistik, karena ditolak saat akan uji KIR," ungkap Slamet Barokah," tambahnya.

Sebelumnya, perwakilan sopir sudah dimediasi Plt Dinas Perhubungan, Dwiyanto, serta pejabat Dinas Perhubungan Darat lainnya. Namun mereka minta solusi jangka pendek sembari menunggu pertemuan di Jakarta agar para sopir dapat bekerja lagi.

Sementara Sekda Banyuwangi, Mujiono menyambut baik aksi demo sopir truk. Namun kebijakan penertiban Odol merupakan wewenang pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya akan meneruskan aspirasi para sopir truk ke pemerintah pusat.

"Masalah Odol sudah beberapa kali komunikasi. Kita hanya bisa meneruskan ke pemerintah pusat. Karena kebijakan itu kebijakan pemerintah pusat," pungkasnya.

Berita Terbaru

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi perdagangan buah impor yang menjerat Dimas Helmi Achmad …

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kabupaten Madiun meminta Pemkab Madiun tidak menjadikan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli D…

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang warga Kabupaten Ponorogo melaporkan kehilangan sepeda motor setelah menghadiri konser JOSJIS Fest 2026 di Stadion Batoro…

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga sekitar Sekolahan SDN Malirsn 3 Kecamatan Ponggok Kab.Blitar di kejutkan suara benturan keras dari depan SDN Maliran, setelah…

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 , Desa Kalipecabean kecamatan Candi menggelar acara…

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi perubahan zaman. Melalui…