Erick Janji akan Produksi Vaksin Dalam Negeri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan gerakan penanaman pohon BUMN serentak dalam Hari Menanam Pohon Indonesia pada Minggu (28/11).
Menteri BUMN Erick Thohir meluncurkan gerakan penanaman pohon BUMN serentak dalam Hari Menanam Pohon Indonesia pada Minggu (28/11).

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui pemerintahan Jokowi kini mendorong produksi vaksin Covid-19 di dalam negeri.

Menurut dia, negara tidak bisa terus-menerus mengandalkan pasokan vaksin dari luar negeri.

Hal ini terkait ketahanan kesehatan, dunia dilanda pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona. Apalagi pada saat kasus konfirmasi COVID-19 naik, perekonomian Indonesia mengalami penurunan.

"Situasi kesehatan, kalau COVID-19 naik, ekonomi turun. Ini musuh yang tidak terlihat," ujarnya dalam acara orasi ilmiah Universitas Brawijaya yang ditayangkan secara virtual di UBTV Live Stream, Sabtu, (27/11/2021).

Salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi kondisi tersebut, kata Erick, ketika bahan baku obat-obatan harus diimpor dari negara lain. Dengan kondisi tersebut, maka harga obat-obatan di dalam negeri melonjak.

“Karena kita sedang melawan epidemi. tidak mungkin epidemi kita vaksin impor terus. Tidak mungkin kita pakai vaksin asing terus,” ujarnya dalam acara orasi ilmiahnya.

Menurut Erick Indonesia, harus mampu memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19 secara mandiri lantaran wabah virus corona masih terus berlangsung. Tidak diketahui kapan wabah ini akan berakhir.

BUMN kesehatan juga difokuskan bisnisnya, seperti Kimia Farma ke obat kimia, Indofarma ke herbal, dan Biofarma ke vaksin BUMN.

"Doakan ya. Vaksin akan terus dibutuhkan. Masa import terus," katanya.

Erick akui sampai saat ini, vaksin Covid-19 didatangkan dari Cina, Inggris, Amerika Serikat. Berbagai jenis vaksin yang sudah digunakan di Tanah Air dan mendukung program vaksinasi gratis dari pemerintah adalah Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna.

Tak hanya vaksin, Erick menyoroti kebutuhan sektor kesehatan lainnya di Indonesia yang rata-rata masih impor. Ia mengatakan mayoritas bahan baku kebutuhan medis, termasuk farmasi, masih ditopang dari luar negeri.

Padahal, kata Erick menuturkan, Indonesia merupakan negara penghasil herbal terbesar yang jika diolah bisa menjadi pendukung produksi obat-obatan dari bahan alami. “Kita semua bahan bakunya impor. Padahal sejak dahulu nenek moyang kita terkenal dengan herbal kesehatan,” tutur dia.

Guna mendorong industri farmasi dalam negeri, Erick bertekad, seluruh perusahaan pelat merah difokuskan mendukung hilirisasi sesuai dengan segmennya masing-masing. Indofarma, misalnya, akan difokuskan memproduksi obat-obatan herbal.

Sedangkan Kimia Farma didorong memproduksi obat-obatan kimia. Sementara itu Bio Farma akan berfokus sebagai pengembang vaksin. “Jadi kita harus seimbangkan market, kita harus intervensi,” tutur Erick Thohir.

Diakui, salah satu tantangan terbesar dalam menghadapi kondisi tersebut, menurut Erick, adalah ketika bahan baku obat-obatan harus diimpor dari negara lain. Dengan kondisi tersebut, maka harga obat-obatan di dalam negeri melonjak.

"Mayoritas bahan baku obat kita masih impor, obat mahal," kata Erick.

Dengan kondisi tersebut, Erick sangat sangat berharap seluruh pihak seperti BUMN, dan universitas yang ada di Indonesia termasuk masyarakat bisa turut serta dalam membangun peta jalan yang diharapkan bisa menjawab tantangan tersebut. n ml, er, 03

Berita Terbaru

Mendiktisaintek Geleng geleng Kepala

Mendiktisaintek Geleng geleng Kepala

Jumat, 05 Jun 2026 00:50 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 00:50 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto,geleng geleng kepala oleh ulah 4 warga negara Indonesia (WNI)…

Prabowo, Arahkan Koki MBG tak Potong Ayam Lebih dari 14

Prabowo, Arahkan Koki MBG tak Potong Ayam Lebih dari 14

Jumat, 05 Jun 2026 00:34 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 00:34 WIB

SURABAYAPAGI :Presiden Prabowo Subianto ini teliti. Saat rapat konsolidasi program MBG di SentulInternational Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat…

Yusril: Kasus Silmy Karim, Tamparan Keras bagi Pemerintah

Yusril: Kasus Silmy Karim, Tamparan Keras bagi Pemerintah

Jumat, 05 Jun 2026 00:10 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI : Kasus dugaan korupsi yang menyeret delapan pejabat Direktorat Jenderal Imigrasidan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim,…

Seminar Nasional dan Munas, FKDK BPD SI Tetapkan Kepengurusan Baru Serta Dorong Transformasi BPD

Seminar Nasional dan Munas, FKDK BPD SI Tetapkan Kepengurusan Baru Serta Dorong Transformasi BPD

Kamis, 04 Jun 2026 19:21 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:21 WIB

SurabayaPagi, Semarang - Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) secara resmi telah menyelenggarakan Seminar…

Merasa Dirugikan, Pengusaha Ponorogo Ajukan Gugatan Senilai Rp17 Miliar

Merasa Dirugikan, Pengusaha Ponorogo Ajukan Gugatan Senilai Rp17 Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 18:40 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 18:40 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, MADIUN - BRI Kantor Cabang Madiun didugat perdata oleh  pengusaha Ponorogo terkait lelang aset yang diklaim milik Yunan Helmy Nasution. Guga…

Tertarik Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman, undang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya

Tertarik Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman, undang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya

Kamis, 04 Jun 2026 17:09 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 17:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Perbincangan inspiratif yang dipandu Hana Nusaibah Abdillah itu berlangsung hangat di ruang Perpustakaan SD Muhammadiyah 3 Ikrom.…