Sebar Hoax, 3 Guru SD di Mojokerto Diamankan Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tiga oknum guru yag diduga menyebarkan berita bohong diamankan di Polsek Trawas.
Tiga oknum guru yag diduga menyebarkan berita bohong diamankan di Polsek Trawas.

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Tiga guru SD di Mojokerto diamankan polisi gara-gara membuat dan menyebarkan berita bohong (hoaks). Belakangan konten tersebut tersebar menjadi hoaks pembunuhan.

Ketiga guru itu yakni Ricky Yuli Eka Nurseloaji (27) dan Ko’an Agung Dwi Saputro (24) keduanya warga Desa Belik dan Kamaludin Khaidir Ali (25) warga Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Berita itu membuat heboh setelah tersebar melalui pesan berantai via WhatsApp Group dan akun @Bhirigutantra mengunggahnya di Twitter disertai foto seragam khas pegawai pemkab sedang tergeletak di depan sebuah toko

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan sebagai berikut :

“BARANGKALI ADA YANG MENGENALI, KORBAN MEMAKAI SERAGAM BATIK PEMKAB MOJOKERTO. POSISI SEKARANG ADA DIPACED MOJOKERTO…..,” demikian tertulis di akun tersebut.

Kasat Resekrim Polres Mojokerto, AKP Andaru Rabutomo membenarkan berita tersebut hoax. Saat ini pelaku penyebar berita telah diamankan oleh Polsek Trawas.

Andaru menjelaskan, bermula saat Kamaludin mengalami kecelakaan tunggal karena terpeleset pasir di Jalan Raya Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (2/12/2021) Desember 2021 lalu sekitar pukul 09.00 WIB.

“Pada saat itu dia (Kamaluddin) bersama Ricky Yuli Eka Nurseloaji, menggunakan kendaraan motor sendirian menuju ke Kantor Dinas Pendidikan,” katanya.

Setelah Kamaludin terjatuh, Ricky Yuli memfoto Kamaludin dengan tujuan untuk melaporkan kecelakaan dan memintakan izin tidak bisa mengikuti kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

“Tujuannya melaporkan dan izin ke Dinas Pendidikan untuk tidak mengikuti kegiatan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto dan foto tersebut belum diedit,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Kasatreskrim Polres Kabupaten Malang itu memaparkan, pada Rabu 8 Desember 2021 sekitar jam 09.00 WIB, Ko’an Agung Dwi Saputro mengirim foto Kamaludin yang sudah diedit Ricky dengan luka jeratan dan darah pada leher, ke Grup whatsapp Guru Honorer PPPK (P3K) Kabupaten Mojokerto.

Ko’an mengirim foto tersebut dengan kata-kata ‘Sekedar info barangkali ada mengenal temen atau siapanya, terjatuh tadi pagi di kawasan trawas, keterangan warga skrng orange sering ngelamun dan ngomong” sendiri, mohon dishare digrub masing’.

“Didalam (WAG) tersebut terdapat anggota guru honorer seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Foto Kamaludin pun menyebar dengan berita adanya korban dengan luka jeratan pada leher yang viral di media sosial, sehingga dampak berita hoaks yang luar biasa meresahkan di media sosial maupun dimasyrakat,” ungkap Andaru.

Mengetahui hal itu, Kata Andaru, pihak Polsek Trawas melalukan upaya penyelidikan terhadap foto tersebut.

“Akhir menemukan identitas orang yg ada di foto serta penyebar foto hoaks tersebut dan ketiga orang tersebut diamankan ke Polsek Trawas. Mereka diamankan untuk mengkonfirmasi kebenaran dan dimintai keterangan serta membuat pernyataan atas kejadian viral yg membuat masyarakat resah dengan berita hoaks tersebut,” pungkasnya.

Sementara, Ricky Yuli Eka Nurseloaji menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat telah penyebar berita tersebut, meminta maaf atas foto yang ia sebar tidak sesuai dengan kenyataanya.

“Saya sendiri minta maaf kepada seluruh masyarakat Mojokerto karena telah membuat berita yang seharusya tidak tersebar,” katanya dalam video klarifikasinya.

Ia mengakui foto yang disebar merupakan berita hoax dan dirinyalah yang mengedit foto Kamaludin dengan ditambah luka jeratan dan darah pada leher.

“Foto tersebut merupakan foto teman saya, sampai saat ini teman saya dalam keadaan baik-baik saja. Karena foto yang tersebar bukanlah berita yang sebenarnya,” Ricky.

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…