Selain Gajah Dumbo, Orang Utan KBS juga Mati

Dewan: Manajemen KBS Kacau

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tri Rismaharini memberi makan pada gajah Lembang yang berada satu kandang bersama yang baru lahir pada Senin (22/7/2019) lalu, di KBS, sebelum prosesi pemberian nama, Selasa (30/7/2019).
Tri Rismaharini memberi makan pada gajah Lembang yang berada satu kandang bersama yang baru lahir pada Senin (22/7/2019) lalu, di KBS, sebelum prosesi pemberian nama, Selasa (30/7/2019).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rapat dengar pendapat lanjutan Komisi B DPRD Kota Surabaya dengan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) terkait, masalah kematian satwa memunculkan fakta baru.

Rupanya, tak hanya  kematian gajah Dumpo saja, ada satwa lain penghuni KBS yang mati pada bulan November lalu yakni Orang Utan.

Hal tersebut membuat anggota Komisi B marah terhadap Dirut PDTS KBS Khairiul Anwar, yang terkesan tak terbuka dalam menyikapi masalah kematian satwa yang menjadi icon tersebut.

“Tadi Pak dirut ini tidak terbuka tentang kematian satwa,” kata wakil ketua Komisi B Anas Karno, kepada wartawan seusai rapat dengar pendapat, Senin siang (27/12/2021).

Politisi PDIP ini melanjutkan, sikap tertutup dirut PDTS KBS tersebut nampak saat dirinya mengkonfrontir informasi yang ia dapat, tentang kematian orang utan.

“Saya tanya tentang adanya orang utan yang mati, apakah sudah disampaikan ke publik, pak dirut ini berkelit meminta BKSDA menjawab, saya kejar terus akhirnya ia mengakui,” tutur Anas.

Atas sikap tertutup dirut PDTS KBS tersebut, Anas mempertanyakan kondisi manajemen dalam PDTS KBS. “ Berarti ini gak bener, ada manajemen yang tidak bagus di dalamnya,” kata Anas.

Untuk itu lanjut Anas, harus ada perbaikan atas manajemen, sehingga, keterbukaan informasi ini bisa terwujud.

“Masyarakat perlu tahu tentang apa dan bagaimana yang terjadi di KBS, jangan seperti ini,” pintanya.

Senada dengan Anas, anggota Komisi B lainnya, Ahmad Suyanto menambahkan harus ada evaluasi tentang organisasi.

“Tanggung jawab publik terhadap nama besar KBS jangan diremehkan. Ini akan menjadi cela,” kata Suyanto.

Politisi PKS ini juga meminta pihak PDTS KBS harus bisa memberikan audit terbuka kepada publik.

“Kematian satwa ini harus jelas apa penyebabnya, dan juga diekspos audit tentang kesehatan hewan. Jadi terbuka saja,” pintanya.

Sementara itu, Dirut PDTS KBS, Khairul Anwar seusai hearing mengatakan bahwa kematian satwa di KBS tersebut murni disebabkan karena virus bukan karena keteledoran. “ Sudah jelas karena virus. Tidak ada keteledoran,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasilnya sudah dilakukan audit dan pihaknya juga telah melaporkan baik sebelum kematian maupun sesudah kematian satwa kepada BKSDA.

“ Semua sudah dilakukan audit oleh BKSDA dan hasilnya juga sesuai standar. Dan semua terkait tentang satwa kita laporkan secara reguler ke BKSDA,”pungkasnya.

 

Bisa Dipidana

Terpisah, Pegiat dan Pecinta Satwa Surabaya Singky Soewadji mengatakan, sejak lama ia tahu ada anak gajah dan Orang Utan mati di KBS. Jauh sebelum terendus publik dan media.

“Nyawa itu di tangan Tuhan,  kematian anak Gajah bernama Dumbo di KBS ternyata sudah beberapa waktu lalu (seminggu) berbarengan dengan orangutan juga mati," katanya.

Dia lantas bertanya soal kematian anak gajah ini. "Apa penyebab matinya Dumbo anak gajah dan orangutan di KBS?," ujarnya keheranan.

Dia juga menuding ada upaya tak transparannya informasi dari pihak KBS. "Kenapa seluruh staf, medis dan petinggi di KBS tutup mulut dan menutupi kasus ini? Bisa dipidanakan lho," tegasnya.

Singky menambahkan, jika gajah adalah satwa Appendix I yang dilindungi oleh undang-undang.

"Hasil autopsi, pembuluh darah pecah dan diduga virus. Ini jawaban normatif yang bodoh. Kalau virus kenapa yang lain tidak kena," pungkasnya. yu

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…