Alkes di Jatim Masih Terbatas, IDI Dorong Subsidi Pemerintah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
RDP DPD RI Komite III bersama dokter dan rumah sakit di kantor gubernur terkait perbaikan layanan rumah sakit. SP/SAMMY MANTOLAS
RDP DPD RI Komite III bersama dokter dan rumah sakit di kantor gubernur terkait perbaikan layanan rumah sakit. SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Salah satu indikator penting dalam dunia medis selain obat-obatan adalah alat kesehatan (alkes). Dengan alkes yang memadai, tenaga medis dapat melakukan diagnosis secara komprehensif sekaligus membantu proses penyembuhan pasien.

Sayangnya penyediaan alkes masih sangat terbatas di Indonesia, khususnya Jawa Timur (Jatim). Hampir semua alkes yang dilengkapi teknologi canggih diimpor dari luar negeri. 

Beberapa diantaranya adalah alat transplantasi organ, perawatan critical care canggih (Ecmo), hingga terapi regeneratif atau stem cell.

"Secara SDM, dokter di Jatim tidak diragukan. Semua punya kemampuan di atas rata-rata. Hanya saja, kita kekurangan alat, kekurangan teknologi medis. Semua profesi ada. Bisa dikerjakan. Bahkan stem cell juga bisa," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Sutrisno dalam rapat bersama DPD RI Komite III di kantor Gubernur Jatim, Senin (07/02/2021).

Bagi rumah sakit yang memiliki anggaran lebih, dapat melakukan pembelian teknologi medis. Namun untuk rumah sakit yang memiliki anggaran terbatas, akan kesusahan mengakses alkes tersebut. 

Implikasinya, pasien dengan penyakit berat dan atau membutuhkan pelayanan medis lebih terpaksa akan dirujuk ke tempat lain. Hal ini kemudian berpengaruh pada kualitas layanan di rumah sakit.

Kendati ada rumah sakit yang mampu membeli alkes yang canggih, harganya pun terbilang sangat mahal. Sebagai contoh, harga 1 alat rontgen dengan teknologi x-ray dapat mencapai US5.000$ atau setara dengan Rp 70 juta (kurs 1$= Rp14 ribu).

"Karena alatnya mahal, maka otomatis biaya perawatan juga ikut mahal," katanya.

Oleh karenanya, ia mendorong agar pemerintah dapat memberikan subsidi pembelian alkes bagi rumah sakit. Bila hal tersebut dilakukan maka, tingkat layanan kesehatan di rumah sakit juga akan meningkat.

"Yang penting pemerintah bisa bantu melalui subsidi," katanya.

Sementara itu, wakil ketua Komite III DPD RI Muhammad Rakhman mengaku, akan membawa usulan subsidi tersebut dalam sidang di Jakarta.

Menurutnya, dengan hadirnya UU nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, sudah sewajarnya pemerintah membantu permasalahaan yang dihadapi rumah sakit selama ini.

"Karena memang selama ini belum semua rumah sakit terakses dengan sistem digitalisasi, padahal ini sangat penting. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Dibutuhkan kualitas rumah sakit yang betul-betul bagus dan berkualitas," kata Rakhman.

Ia juga mengakui secara teknologi medis, Indonesia banyak mengimpor dari luar. Secara data, jumlah perusahaan alkes di tanah air masih kalah jauh dari Malaysia. Hingga tahun 2021, jumlah perusahaan alkes di Indonesia hanya sekitar 518 industri alkes. Sementara Malaysia, memiliki lebih dari 1.000 perusahaan alkes.

Meski begitu, pemerintah terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan industri alkes di Indonesia. Salah satunya adalah dengan meningkatkan investasi modal di bidang alat kesehatan. Tahun 2021, investasi di bidang alkes mencapai Rp 441 miliar.   

Jumlah ini terdiri dari Rp 209 miliar investasi lokal dan Rp 232 miliar investasi asing. "Ya tentunya kita akan terus berupaya agar teknologi medis dapat diproduksi sendiri dalam negeri," pungkasnya.sem

Berita Terbaru

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Milad ke-8 SD Almadany, Perkuat Komitmen Pendidikan Berbasis Pengalaman

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 13:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik memperingati milad ke-8 pada 19 Maret 2026 dengan mengusung tema “…

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

PT Megasurya Mas Bagi Ribuan Bingkisan Warga Dua Desa

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari kemenangan 1 Syawal 1447 H / 2026 menjadi kegiatan rutin tiap tahun jelang Idul Fitri, PT Megasurya Mas, membagikan hasil…

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Ratusan Warga Madiun Terima Sembako dari PTKN Jelang Idul Fitri 2026 ‎

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 17:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Ormas Petarung Kehidupan Nusantara (PTKN) kembali menggelar aksi sosial dengan memba…

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Coway Hadirkan 50 Water Station untuk Dukung Hidrasi Masyarakat Saat Mudik Lebaran

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 15:07 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Coway menghadirkan lebih dari 50 Coway Water Station di berbagai ruang publik untuk mendukung kebutuhan air minum bersih masyarakat, k…

CMK Tegaskan Komitmen Good Governance untuk Perkuat Industri Perhiasan Nasional

CMK Tegaskan Komitmen Good Governance untuk Perkuat Industri Perhiasan Nasional

Rabu, 18 Mar 2026 15:01 WIB

Rabu, 18 Mar 2026 15:01 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Central Mega Kencana (CMK) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Governance) secara k…