Pengepul dan Penjual Benih Lobster Ilegal Dibekuk

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dua tersangka saat digelandang petugas.
Dua tersangka saat digelandang petugas.

i

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Jajaran Polres Malang berhasil mengamankan dua residivis pengepul dan penjual benih lobster ilegal. Total ada 2.500 benih berhasil disita.

Hasil penyidikan diketahui, tersangka adalah seorang residivis yang sudah dua kali masuk penjara atas kasus yang sama.

Dua orang tersangka atas nama Adi Kuswoyo (46) dan Didik Darmaji (37), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Ada 2.500 ekor benur yang disita dari para tersangka.

Kedua tersangka ditangkap saat hendak menjual benur tersebut di Jalan Raya Wonokerto Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada hari Kamis (10/2/2022) lalu.

“Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa para pelaku akan melakukan transaksi jual beli benih bening lobster di Jalan Raya Wonokerto. Selanjutnya petugas berhasil menangkap para tersangka di pinggir jalan saat melakukan transaksi dengan pembelinya yang saat ini masih kami selidiki,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi dalam rilis di Mapolres Malang, Selasa (15/2/2022).

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi mengungkapkan penangkapan atas Adi Kuswoyo tersebut merupakan kedua kalinya.  Pada 2017, dia sudah pernah ditangkap Polda Jatim, tetapi beraksi kembali.

Adi Kuswoyo ini sudah pernah ditangkap pada 2017. Namun pada 2022, kembali ditangkap lagi dengan kasus yang sama," ucapnya.

Menurut informasi, keduanya sering kali melakukan transaksi ilegal di daerah Kabupaten Malang. Sekali bertransaksi, mereka mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah. "Keuntungannya sekitar Rp 5 jutaan," kata AKP Donny.

Ada beberapa jenis benur yang disita dari para tersangka. Di antaranya jenis pasir dan mutiara. Pelaku menjual benur tersebut seharga Rp 16 ribu untuk jenis pasir dan jenis mutiara seharga Rp18 ribu.

“Harga satu ekor benih bening lobster jenis pasir oleh tersangka dijual Rp 16.000, sedangkan satu ekor benih bening lobster jenis mutiara dijual seharga Rp 18.000,” jelas Donny.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka harus mendekam di rutan Polres Malang. Mereka bakal dijerat pasal 92 juncto pasal 26 ayat 1 undang-undang nomor 20 tahun 2020 tentang cipta kerja atas undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan juncto pasal 55 KUHP. Adapun ancaman hukumannya maksimal 8 tahun penjara. 

 

Berita Terbaru

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sarasehan Doktor dan Profesor Alumni Gontor Ponorogo, Siapkan Hadiah Untuk Indonesia

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 16:15 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- memasuki abad ke dua, Pondok Modern Darussalam Gontor tengah bersiap meluncurkan sebuah karya monumental berbentuk buku bertajuk…

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Penghargaan Kemenkes untuk Wings Surya, Bukti Peran CSR di Sektor Kesehatan

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 14:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Peran sektor swasta dalam mendukung program kesehatan nasional kembali mendapat pengakuan. PT Wings Surya menerima penghargaan dari K…

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …