Wabup Gresik Kunjungi dan Memberi Bantuan 3 Bersaudara Warga Miskin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wabup Aminatun Habibah saat memberi bantuan kepada tiga bersaudara warga miskin di Kelurahan Pekelingan. SP/Grs
Wabup Aminatun Habibah saat memberi bantuan kepada tiga bersaudara warga miskin di Kelurahan Pekelingan. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, mengunjungi rumah tiga bersaudara warga miskin di Jalan KH Kholil, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik, Jumat (18/2). 

Mereka adalah Siti Chotijah (55), Waras (65), dan Khamim (62) yang tinggal dalam bangunan berukuran 2x9 meter hasil program bedah rumah 2015 lalu. Khamim sendiri sudah lama menderita penyakit stroke, dengan kondisi badan kurus dan tak bisa jalan.Kedua matanya juga tak bisa melihat kena katarak.

Ia hanya tergolek di atas tempat tidur busa diletakkan di lantai dengan alas kardus. Sementara Waras juga sering sakit-sakitan dan sudah bertahun-tahun tidak bekerja.

 Wabup datang didampingi Lurah Pekelingan Muslih, Sekretaris Kelurahan Masykur dan sejumlah perangkatnya. Wabup kemudian berbincang dengan tiga bersaudara tersebut.

Wabup menanyakan tiga bersaudara tersebut telah menerima bantuan apa saja sebagai keluarga kurang beruntung. Pada kesempatan ini wabup juga memberikan semangat dan motivasi kepada ketiga bersaudara.

"Pemerintah akan berupaya maksimal untuk membantu. Seperti mengupayakan program bantuan yang belum dapat seperti program keluarga harapan (PKH)," ucap Wabup kepada ketiga bersaudara.

Wabup sebelum mengakhiri kunjungan, memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako), dan sejumlah uang. Khamim menyatakan bahwa dirinya sudah puluhan tahun tidak bekerja karena kondisi fisik yang sakit-sakitan. Sehingga, tak bisa lagi menafkahi kedua saudaranya.

"Sudah puluhan tahun tak bekerja karena sakit. Saya dulu pernah bekerja sebagai penyikat kopiah di Kelurahan Kroman. Lantas berhenti saat kena penyakit ambeien," ucapnnya.

"Kondisi kedua mata saya juga sakit (katarak). Satunya sudah dioperasi," imbuhnya.

Khamin mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah seperti PKH, dan bantuan pangan non tunai (BPNT) meski sudah mengajukan.

"Sudah lama ajukan lewat kelurahan tapi sampai sekarang belum dapat," ungkapnya.

Ia mengaku sejauh ini bantuan yang diterimanya selama hampir setahun berjalan adalah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik Rp 200 ribu perbulan.

"Baru-baru ini kami juga mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial (JPS) dampak covid selama 3 bulan masing-masing Rp 600 ribu," terangnya. Khamim juga mengaku untuk kebutunan sehari-hari sering dibantu tetangga dan warga sekitar.

"Untuk listrik dan air, saya nunut (ikut) dibantu tetangga," terangnya.

Sementara Wabup Bu Min menyatakan, kedatangannya ke rumah keluarga Khamim untuk mengunjungi dan bersilaturahim sebagai bentuk kehadiran pemerintah.

"Kedatangan kami untuk bersilaturahmi, berkunjung ke rumah warga kami," ucap wabup.

Wabup menyatakan, bahwa terkait pengakuan Khamim belum terima PKH, bahwa secara aturan Khamim dan saudara-saudaranya tak memenuhi syarat, misal tak memiliki anak.

"Sehingga, tak memenuhi syarat untuk mendapatkan PKH," tegasnya.

Namun demikian, tambah wabup, pemerintah tak tinggal diam. Pemerintah akan hadir, dan terus mengupayakan maksimal agar Khamim dan saudaranya mendapatkan bantuan program pemerintah seperti PKH.

"Nanti kita masukkan program PKH inklusif Pak Bupati. PHK para orang tua, para manula," jelasnya.

Menurut wabup, pemerintah saat ini memiliki sejumlah program terobosan untuk mengurangi angka kemiskinan, dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Ia kemudian mencontohkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melalui program bedah rumah. Kemudian, melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perindag dengan pelatihan, dan lainnya.

"Kami terus melakukan upaya untuk pengentasan kemiskinan. Target kami turun di 2022 tinggal 10 persen," katanya.

Pada kesempatan ini, wabup juga mengungkapkan bahwa masih tingginya angka kemiskinan di Gresik, salah satunya tingginya upah minimum kabupaten (UMK), dan banyak masyarakat yang tak memiliki kemampuan untuk daya beli kebutuhan yang terbilang lebih mahal dari daerah lain.

"Jujur kalau kemiskinan tinggi, masih tinggi daerah lain jika dilihat dari kemampuan masyarakat seperti daerah tetangga Lamongan, dan sejumlah daerah lain," pungkasnya. 

Berita Terbaru

Lewat TS Park, Pemkot Surabaya Optimalkan Pendapatan dan Transaksi Parkir Non Tunai

Lewat TS Park, Pemkot Surabaya Optimalkan Pendapatan dan Transaksi Parkir Non Tunai

Rabu, 23 Sep 2026 11:04 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 11:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berkat aplikasi digital tax surveillance park (TS Park), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pendapatan Daerah Kota,…

Pemkot Surabaya Verifikasi Ulang Penerima Bansos Tanpa Berpatokan pada Desil

Pemkot Surabaya Verifikasi Ulang Penerima Bansos Tanpa Berpatokan pada Desil

Rabu, 23 Sep 2026 10:53 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerima bantuan sosial (bansos) yang sering tidak tepat sasaran, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai…

Putusan Perkara Korupsi, Pemkab Ponorogo Proses Pemberhentian Tetap Sugiri Sancoko

Putusan Perkara Korupsi, Pemkab Ponorogo Proses Pemberhentian Tetap Sugiri Sancoko

Rabu, 23 Sep 2026 10:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menyusul putusan perkara korupsi yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, mulai memproses…

Maraknya Kasus ISPA berfluktuasi, Dinkes Lumajang Perkuat Surveilans

Maraknya Kasus ISPA berfluktuasi, Dinkes Lumajang Perkuat Surveilans

Rabu, 23 Sep 2026 10:45 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti maraknya jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Lumajang berfluktuasi yakni mengalami perubahan…

Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

Rabu, 23 Sep 2026 10:27 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna membantu keluarga penderita kusta usai menjalani pengobatan sebagai bagian dari pendampingan, Pemerintah Kabupaten…

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi banjir rob di pesisir kota itu pada 20-30 September 2026 akibat fenomena…