Komisi B DPRD Jatim Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Perhutanan Sosial bagi Rakyat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Jatim saat kunjungan kerja ke kantor Cabang Dinas Kehutanan Jatim Wilayah Nganjuk, Selasa (8/3/2022).
Pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Jatim saat kunjungan kerja ke kantor Cabang Dinas Kehutanan Jatim Wilayah Nganjuk, Selasa (8/3/2022).

i

SURABAYAPAGI.COM, Nganjuk - Provinsi Jawa Timur menempati posisi tertinggi dalam capaian perhutanan sosial di Pulau Jawa. Bahkan, pada tahun 2021, Jatim juga menempati posisi teratas dalam penerbitan Surat Keputusan (SK) Kulin KK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Amar Saifudin saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Nganjuk, Selasa (8/3/2022). Kunker tersebut sekaligus dalam agenda rapat bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jatim membahas hasil capaian Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).

"Kami apresiasi kerja teman-teman Dinas Kehutanan yang sebagaimana dilaporkan tadi sudah memenuhi target, bahkan melebihi target dari apa yang telah direncanakan. Khususnya terkait pertemuan kita hari ini mengenai perhutanan sosial," kata Amar Saifudin.

Amar pun bersyukur hasil capaian terkait perhutanan sosial dari Dinas Kehutanan Provinsi Jatim tertinggi se Pulau Jawa. Meski begitu, pihaknya memastikan bakal terus mendorong optimalisasi pemanfaatan hutan untuk rakyat.

"Jadi target kita adalah bagaimana mengoptimalisasi pemanfaatan hutan untuk rakyat. Dan itu tercermin dari semakin banyaknya SK yang telah diterbitkan Kementerian LHK terkait IPHPS maupun Kulin KK," kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Di waktu yang sama, Deden Suhendi, Kepala Bidang (Kabid) PDAS PP Dinas Kehutanan Provinsi Jatim mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim menyebutkan, bahwa akses legal yang sudah diberikan persetujuan kepada kelompok masyarakat sekitar hutan di Jawa Timur itu sebanyak 347 persetujuan.

"Untuk petani sekitar 190 ribu Kepala Keluarga dan itu menjadi capaian tertinggi di Pulau Jawa dibanding provinsi lain sampai akhir tahun 2021," kata Deden.

Menurut Deden, di dalam pengelolaan lahan yang sudah diberikan akses legal tersebut, kelompok masyarakat diberi hak untuk bisa memanfaatkan dengan beragam usaha. Misalnya, Agroforestri dengan melakukan penanaman jagung, kedelai atau umbi-umbian melalui tumpang sari

"Mereka juga bisa memanfaatkan daerahnya manakala memiliki potensi wisata alam yang bagus untuk bisa dikembangkan menjadi spot-spot wisata alam," jelas Deden.

"Dan itu akan menjadi nilai tambah bagi kelompok masyarakat sebagai owner, sebagai pemilik, sebagai subyek hukum dari perhutani sosial tadi," sambungnya.

Deden menyebut, bahwa masyarakat yang diberi akses memanfaatkan perhutanan sosial diberi hak selama 35 tahun ke depan. Dan itu bisa diturunkan kepada ahli waris selanjutnya. "Jadi SK itu untuk kelompok masyarakat, ada jumlah KK, jumlah luasan, jumlah lokasinya di SK Menteri LHK tersebut," jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Subianto menambahkan, bahwa pihaknya akan mengkolaborasikan pemanfaatan perhutanan sosial dengan program-program yang ada di Pemerintah Provinsi Jatim.

"Jadi ada beberapa contoh IPHS tadi yang bisa dikerjakan masyarakat. Tentunya kita harus dukung terus kerja sama itu, kita kaitkan dengan program pertanian Jawa Timur," kata Subianto.

Misalnya, lanjut Subianto, para petani yang mengolah lahan Perhutanan Sosial didorong agar menanam kedelai untuk memenuhi suplai kebutuhan Jawa Timur. Itu dilakukan pula bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan suplai kedelai.

"Bagaimana pelaku-pelaku kelompok tani hutan kita dorong bertanam kedelai. Sehingga kekurangan kita tidak terlalu luar biasa," ujar dia.

Terlebih, Subianto juga menyebutkan, bahwa saat ini kebutuhan rata-rata kedelai mencapai 500 ribu ton. Sedangkan beberapa tahun lalu, hasil produksi petani masih sekitar 200 ribu ton dan sekarang turun ke 100 ribu ton.

"Jadi kekurangannya sangat besar. Menurut hemat kami memang dari nilai hasil tani kurang. Sehingga harus kita dorong petani untuk itu dan Dinas Pertanian tentunya harus menyiapkan pasca panennya," jelasnya.

Begitu pula mengenai kerja sama di bidang pertanian. Subianto menyebut, saat ini jumlah pabrik gula di Jawa Timur bertambah yang tentu cukup banyak membutuhkan pasokan tebu.

"Sementara pasokannya (tebu) sangat kurang, maka perlu ada kerja sama dengan Perhutani. Sehingga kebutuhan gula kita itu bisa tercukupi," tandasnya. rko

Berita Terbaru

Hari Koperasi Ke-79, Lamongan Gelar Fun Walk Insan Koperasi bersama Mahasiswa Internasional

Hari Koperasi Ke-79, Lamongan Gelar Fun Walk Insan Koperasi bersama Mahasiswa Internasional

Minggu, 26 Jul 2026 18:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Puncak peringatan Hari Koperasi Ke-79 Tahun 2026 di Lamongan digelar berbeda. Sebagai wujud syukur atas perjalanan Gerakan…

Bupati Pasarkan Produk Lokal Lamongan pada Mahasiswa Mancanegara

Bupati Pasarkan Produk Lokal Lamongan pada Mahasiswa Mancanegara

Minggu, 26 Jul 2026 18:38 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menerima kunjungan 162 partisipan 6th Summer School 2026 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga dari 43 negara, Bupati…

Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 Resmi Ditutup, Bantar Angin Raih Juara Umum

Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 Resmi Ditutup, Bantar Angin Raih Juara Umum

Minggu, 26 Jul 2026 18:22 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Turnamen Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 resmi ditutup pada Minggu (26/7), setelah berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2…

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai K…

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kalimat Milan Kundera itu terasa semakin penting ketika sebuah bangsa mulai berjarak dari peristiwa-peristiwa yang membentuk…

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha…