Diduga Ada Selisih Rp 2,6 M dari Hasil Penjualan Tanah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H Sulistyanto.
H Sulistyanto.

i

Penjualan Tanah Koperasi KPSP Setia Kawan,  Diduga Ada Manipulasi Harga (2) 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Untuk menanggung beban hutang yang begitu besar maka ketiga pengurus baik H Koesnan, Yurianto dan H Farkhan akhirnya mencari solusi. Bagaimana caranya agar Koperasi KPSP Setia Kawan tetap bisa berjalan, maka mereka harus menjual aset, salah satunya adalah sebidang tanah yang luasnya 12 Hektar di Dusun Tegalan, Desa Kurung, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Dalam transaksi ini,  PT Wonokoyo yang jadi pembelinya.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi,  tanah tersebut dibeli oleh PT Wonokoyo Tbk dengan harga antara Rp.72.000,-(tujuh puluh dua ribu rupiah) per meter. Akan tetapi yang dilaporkan kepada koperasi seharga Rp. 50.000,-(lima puluh ribu rupiah) per meter. Sehingga diduga ada selisih harga sebesar Rp 2,640 miliar. Dari sinilah, diduga ada kecurangan dan pelanggaran  hukum.

Untuk memudahkan beberapa dugaan penyimpangan anggaran Koperasi Susu Setia Kawan,  Farkhan dijadikan bendahara koperasi, merangkap jabatan manager. Di mana hal ini jelas tidak diperbolehkan dan melanggar aturan AD/ART.

Dokumen penjualan susu dan produk susu kepada perusahaan mitra, selalu tidak jelas dan tidak terbuka termasuk penjualan susu kepada PT Nestle dan perusahaan lainnya.

Awak media Surabaya Pagi beberapa waktu yang lalu, mencoba untuk konfirmasi kepada H Farkhan, namun dialihkan ke H Sulistyanto selaku Ketua I. Kemudian awak media mencoba menghubungi handphone seluler H Sulistyanto, malah disuruh hubungi  ke H Koesnan.

Namun dalam pembicaraan yang singkat tersebut ada yang menarik yang dikatakan oleh H Sulistyanto. Menurutnya, H Koesnan di dalam lapas masih bisa mengendalikan segalanya, dan H Koesnan masih belum mengajukan surat pengunduran diri sebagai ketua umum. "Sehingga sampai saat ini, Koesnan masih sah sebagai Ketua Umum," ungkap H Sulistyanto kepada awak media. Ony/Tim

 

Berita Terbaru

RI Ikut Negosiasi Tata Kelola Global

RI Ikut Negosiasi Tata Kelola Global

Rabu, 16 Sep 2026 07:47 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan negara-negara berkembang perlu menjadi bagian dari proses p…

Survei, Industri Perbankan Optimistik

Survei, Industri Perbankan Optimistik

Rabu, 16 Sep 2026 07:44 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:44 WIB

SURABAYAPAGI.com – Optimisme industri perbankan masih terjaga hingga kuartal III-2026, meski ketidakpastian ekonomi global dan domestik masih membayangi. Hal i…

REKAYASA SISTEMIK MULAI DIBUKA OLEH JPU

REKAYASA SISTEMIK MULAI DIBUKA OLEH JPU

Rabu, 16 Sep 2026 07:43 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:43 WIB

Pembaca Yth, Sejak awal saya sudah mencium, saya ini korban rekayasa sistemik. Saya protes ke penyidik dengan akal waras. Protes bahwa saya Bahwa saya tidak…

Aktor Atalarik Syach, tak Dilayani PN Adu ke MA

Aktor Atalarik Syach, tak Dilayani PN Adu ke MA

Rabu, 16 Sep 2026 07:37 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA) merespons aduan aktor Atalarik Syach terkait dugaan kejanggalan eksekusi tanah oleh Pengadilan…

Fahd A Rafiq, Politikus Golkar 3x DiOTT KPK

Fahd A Rafiq, Politikus Golkar 3x DiOTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026 07:34 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com – KPK sudah selesai melakukan gelar perkara atas operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor. KPK m…

Wakil Menteri ATR/BPN Bereaksi OTT Suap Pengurusan HGB

Wakil Menteri ATR/BPN Bereaksi OTT Suap Pengurusan HGB

Rabu, 16 Sep 2026 07:29 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com – OTT berkaitan dengan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor, ditanggapi Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan meminta publik menunggu k…