Perkuat Pasar Ekspor, Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Alas Kaki 'Klompen Majapahitan'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto terkenal dengan industri alas kakinya. Bahkan, produk UMKM sandal dan sepatu asal Kota Onde-onde ini sudah berhasil menembus pasar ekspor mancanegara.

Agar ragam komoditasnya lebih berkembang, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) menggelar pelatihan Peningkatan keterampilan Membuat Alas Kaki Klompen, di Gedung Workshop Alas Kaki Surodinawan.

Acara yang telah berlangsung sejak tanggal 28/5 lalu itu, ditinjau oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari, Senin (30/5) siang. Kepada puluhan peserta, wanita yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan, terus menyiapkan industri kreatif guna mendukung Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata. Berbagai pelatihan, pendampingan, hingga pemberian modal usaha telah dilakukan. 

"Kota Mojokerto ini salah satu prioritasnya mewujudkan Kota Mojokerto menjadi kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Setiap pengunjung yang berwisata pasti butuh oleh-oleh untuk dibawa pulang, itulah yang harus kita siapkan pula," ungkap Wali Kota.

Mereka yang dilatih, adalah bagian yang disiapkan Pemerintah Kota Mojokerto menjadi penyedia oleh- oleh khas kota Mojokerto.

"Kalau Kota Mojokerto sudah terkenal sebagai penghasil alas kaki, sepatu dan sandal bahkan sudah menjadi komoditas ekspor kenapa kita tidak mencoba sertifikasi usaha alas kaki yang berbahan dasar kayu seperti ini, ini menarik sekali," jelasnya

Mengingat persaingan pasar yang ketat, petinggi Pemkot Mojokerto tersebut ingin agar produk alas kaki berbahan kayu (klompen) yang dibuat peserta pelatihan harus memiliki ciri khas Majapahitan.

"Kita masukan unsur kerajaan Majapahit dalam klompen ini," imbuh Wali Kota.

Nantinya, Ning Ita berharap Kota Mojokerto akan memiliki ciri khas pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Baju sudah saya patenkan, warna khas nya Kota Mojokerto adalah terakota, batiknya adalah batik matahari, pengembangan dari surya Mojopahit. Kalau nanti sandalnya sekalian kita bisa patenkan itu, kita akan punya ciri khas pakaian dari ujung rambut hingga ujung kaki," ujarnya.

Sementara Ani Wijaya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Mojokerto menambahkan, pelatihan pembuatan klompen ini bertujuan untuk penyegaran dari produk alas kaki yang ada di Kota Mojokerto.

"Ini baru pelatihan dasar, tapi kami akan terus melakukan pendampingan agar produk yang dihasilkan oleh wirausaha pemula khususnya terkait klompen ini bisa lebih baik dan sempurna," jelasnya.

Selama tiga hari dilatih, 30 peserta yang merupakan warga Kota Mojokerto terdampak PHK tersebut dilatih oleh Darto, pengrajin alas kaki (Klompen) dari Singosari Malang, nantinya selain diberikan pelatihan, peserta juga akan diberikan pendampingan hingga menjadi wirausaha baru. Dwi

Berita Terbaru

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Tambah Kawasan Usaha Baru, Labuan Bajo Dongkrak Ekonomi Dengan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:45 WIB

SurabayaPagi, Labuan Bajo – Pengembangan kawasan komersial dan pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap o…

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Warga Alami Luka Terjerat, Pemkab Ponorogo Tertibkan Kabel Provider dan WiFi Semrawut

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti adanya kasus seorang pengendara sepeda motor mengalami luka di leher akibat terjerat kabel yang menjuntai di…

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Digitalisasi Parkir Segera Diberlakukan demi Menekan Kebocoran Parkir

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Digitalisasi pembayaran parkir bakal diterapkan di seantero wilayah Kabupaten Sidoarjo sebagai wujud pembenahan tata kelola parkir…

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Atlet Biliar Mahasiswa Jatim Berebut Tiket Nasional, Djemy dan Yusril Raih Gelar Juara

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

Senin, 19 Okt 2026 12:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Sebanyak 27 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Jawa Timur bersaing dalam Campus League Billiard Season 1 Regional Surabaya untuk m…

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Dampak Antrean Panjang BBM, Pemkab Jember Kembali Berlakukan WFH ASN 2 Hari

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Menindaklanjuti dampak viralnya antrian Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, kembali memberlakukan…

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Petani di Ponorogo Tewas Terbakar Saat Berusaha Padamkan Api di Lahan Jagung

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seorang petani bernama Purwanto (65), warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, meninggal…