Tak Terima Nama Istrinya Dicatut Nasabah, Keluarga Busa'i Luruk Kantor Bank

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Busa'i bersama istrinya Asrifah didampingi ketua LPH RI Drs. Ec. Moh. Anwar SH berpose di depan Kantor BRI Unit Lenteng. (SP/Ainur Rahman)
Busa'i bersama istrinya Asrifah didampingi ketua LPH RI Drs. Ec. Moh. Anwar SH berpose di depan Kantor BRI Unit Lenteng. (SP/Ainur Rahman)

i

SURABAYAPAGI, Sumenep - Busai mendampingi istrinya Asrifah Dusun Nangger, Desa Kambingan Timur, Kecamatan Saronggi ke Bank Unit Lenteng,  Sumenep, Madura.

Kedatangan mereka bermaksud hendak mengklarifikasi terkait nama istrinya yang dicatut oleh Nasabah Bank BRI pada tahun 2017 lalu. 

Informasi yang dihimpun wartawan Surabaya pagi, Asrifah, warga Dusun Nangger Desa Kambingan Timur ini memiliki tabungan di Bank BRI. Beberapa hari yang lalu mendapat kiriman dari anaknya yang kerja di Jakarta, senilai Rp 3,5 juta, namun uang kiriman anaknya itu tidak bisa dicairkan utuh melalui ATM BRI. 

Kepada wartawan Surabaya pagi, Asrifah mengaku uang yang dikirim anaknya itu hanya bisa diambil  Rp 1,5 juta sementara Rp 2 jutanya terblokir oleh Bank BRI

"Saya tak bisa mengambil uang kiriman anak saya secara utuh, padahal saya sangat membutuhkannya" katanya, Kamis (9/6).

Padahal, kata dia, pihaknya tidak pernah ada sangkutan dengan Bank BRI kok bisa uang kiriman anak saya terpotong oleh Bank.

"Saya kaget mas, kok semua berkas KTP saya dan KK termasuk  surat cerai saya dengan suami yang dulu, ada di Bank BRI. Padahal saya tidak pernah merasa pinjam uang ke Bank BRI," ungkapnya. 

Kata dia, awalnya saya hanya pinjam ke Bank BTPN di desa, nominalnya hanya dua Juta dan itu sudah selesai terbayar lunas, bank itu sudah tidak ada lagi di desa Mas," ungkapnya.

Asrifah yang didampingi suaminya Busa'i mendatangi kantor BRI Unit Lenteng dan mendesak petugas BRI untuk mengeluarkan identitas dirinya. 

Namun pihak Bank BRI tidak memberikan data detailnya sesuai dengan permohonan Asrifah dan suaminya. Bahkan pihak bank menyarankan agar nasabah mengajukan surat permohonan kepada Bank BRI.

Busa'i, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan administrasi di Bank BRI yang diduga telah mencederai istrinya dengan mencatut namanya. 

"Kok bisa bank itu mencairkan uang kepada nasabah dengan menggunakan nama istri saya, sementara istri saya tidak tahu pada saat pencairan uang pinjaman itu. Kok bisa, padahal istri saya pemegang KTP asli," tegasnya.

 Tak puas dengan keterangan pihak Bank BRI Asrifah dan suaminya meminta perlindungan secara Hukum, kepada LPH. RI, Jawa Timur.

Drs. Ec. Moh. Anwar, SH selaku ketua LPH RI Jatim mengaku akan melakukan mediasi antara Busa'i selaku suami dari Asrifah ke Bank BRI Unit Lenteng.  

"Saya hanya ingin menyelesaikan kesalahpahaman antara Nasabah BRI dan Pimpinan Cabang BRI, terkait dugaan pemotongan tabungan di ATM milik Asrifah," katanya. 

Menurutnya, secara administratif pihak Bank tidak mungkin main-main dalam urusan administrasi dengan Nasabah.

Hanya klain saya ingin meluruskan bahwa dirinya tidak memiliki sangkutan ke Bank BRI, Kok tiba-tiba namanya berurusan dengan Bank, makanya saya akan lacak kebenaran data validnya dulu. Ungkapnya 

Sementara, Kepala Unit BRI Lenteng, Irwan mengaku kalau Nasabah atas nama Asrifah itu secara administrasi di Kantor Bank BRI itu memiliki tanggungan ke Bank. 

" Saya sudah cocokkan nama dan alamat Asrifah,  Dan ternyata benar,  jadi pihak Bank hanya memblokir kalau nanti Asrifah menyelesaikan tanggungannya, maka secara otomatis uang yang dibekukan itu bisa diambil lagi" pungkasnya. (Ar)

Berita Terbaru

Percepat Penuntasan Laporan Warga, Wali Kota Surabaya Instruksikan Jajaran OPD hingga Gencarkan Program ASRI

Percepat Penuntasan Laporan Warga, Wali Kota Surabaya Instruksikan Jajaran OPD hingga Gencarkan Program ASRI

Jumat, 17 Jul 2026 11:29 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mempercepat penuntasan laporan warga, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan kepada jajaran organisasi…

Verval Reklamasi, DLH Jatim Temukan Tambang Ijin Habis Masih Beroperasi di Ponorogo

Verval Reklamasi, DLH Jatim Temukan Tambang Ijin Habis Masih Beroperasi di Ponorogo

Jumat, 17 Jul 2026 11:11 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama DLH Kabupaten Ponorogo menggelar verifikasi lapangan terkait kewajiban r…

Lewat Alat ‘Tax Mapper’, Pemkab Situbondo Optimalkan Penarikan Pajak Restoran dan Hotel

Lewat Alat ‘Tax Mapper’, Pemkab Situbondo Optimalkan Penarikan Pajak Restoran dan Hotel

Jumat, 17 Jul 2026 11:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD, Pemerintah Situbondo, tengah memaksimalkan…

Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Jumat, 17 Jul 2026 10:53 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 10:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto menyelenggarakan sosialisasi penyuluhan…

Terjebak Kebakaran Lahan Tebu di Blitar, Nenek 63 Tahun Meninggal Dunia

Terjebak Kebakaran Lahan Tebu di Blitar, Nenek 63 Tahun Meninggal Dunia

Jumat, 17 Jul 2026 10:11 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kobaran api yang membakar tanaman tebu di lahan garapan Perum Perhutani Puthuk Anom, RPH Ngrejo di Desa Tumpakepuh, Kec. Bakung, K…

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Oleh: Odjie SamrojiPengurus HIMA Bid. Eksternal & Pengabdian Masyarakat Program S3 Manajemen Universitas Negeri Surabaya   Beberapa tahun terakhir, istilah …