Lambat Menetapan Tersangka Penistaan Agama, Aliansi Pelapor Protes Kapolres Gresik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Abdullah Syafi'i.
Abdullah Syafi'i.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Abdullah Syafi'i, kuasa hukum pelapor kasus dugaan penistaan agama mendatangi Polres Gresik sebagai bentuk protes atas lambannya proses penetapan tersangka atas kasus yang mereka laporkan, Kamis (30/6).

Pelapor yang diwakili Syafi'i adalah Orkesmas Informasi dari Rakyat (IDR), Aliansi Warga Gresik Cerdas (WC) dan Aliansi Masyarakat Peduli Gresik (AMPG).

Advokat yang juga mantan anggota DPRD Gresik itu datang ke Mapolres di Jl Wahidin Sudirohusodo Gresik untuk menyampaikan surat protes yang ditujukan kepada Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis. Isi suratnya, menagih percepatan penanganan kasus penistaan agama yang menjadi atensi masyarakat.

 Karena kasus ini diduga melibatkan dua anggota DPRD Gresik asal Fraksi Partai Nasdem. Yakni, Nur Hudi Didin Arianto dan Muhammad Nasir.

"Membaca beberapa berita yang lalu bahwa dari pihak kepolisian akan mendatangkan ahli. Apakah dengan ahli itu termasuk bukti permulaan yang cukup untuk melengkapi dua alat bukti permulaan yang cukup. Dengan kata lain, kalau itu (menetapkan terasangka) didasarkan pada keterangan ahli, berarti penyidik punya keraguan terhadap perbuatan pidana yang viral tampak videonya menyebar luas dan menjadi atensi masyarakat ini. Keraguan itu dikuatkan dengan mendatangkan ahli," ungkap Abdullah Syafi'i saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (30/6).

Surat protes yang ditujukan ke Kapolres Gresik juga dikirim sebagai tembusan kepada Kapolri, Kompolnas, Ombusman, Komosisi lll DPR RI, Kapolda Jatim, Direskrimum Polda Jatim, Divisi Propam Polda Jatim, dan Pengawas Penyidik Jawa Timur. Alasannya, banyak kasus yang sama tetapi tidak selamban ini penanganannya. Terhitung sudah lebih dari 21 hari sejak dilaporkan, tetapi sampai hari ini belum juga ditetapkan tersangkanya.

"Berbeda dengan penanganan kasus yang lain dengan skala yang sama. Misal kasus Holywings hanya butuh seminggu Polresto Jakarta Selatan langsung menetapkan tersangkanya. Tapi kasus ini sudah 21 hari belum apa-apa," ungkapnya.

Sementara Umi Khulsum, Kahumas AMPG mengungkapkan, ada pihak-pihak yang menuding para pelapor katanya sengaja membesar-besarkan kasus ini untuk menyudutkan partai Nasdem karena Nur Hudi Didin Arianto sebagai anggota DPRD yang diduga terlibat dalam pusaran kasus yang sudah disikapi MUI dan ormas-ormas Islam di Gresik sebagai kasus penistaan agama.

"Sangat tidak elok mengaitkan kasus ini dengan persoalan politik karena tidak ada hubuganya dengan partai. Kebetulan saja ada dua orang anggota DPRD dari partai diduga terlibat. Tetapi dari banyak kasus yang melibatkan pejabat politik lamban penanganannya," paparnya

Menyikapi kelambanan atas penetapan tersangka kasus ini, maka pelapor yang terdiri dari IDR, WGC, AMPG, plus HMI akan melakukan aksi demo ke MapolresGresik pada Jumat (1/7) besok.

"Kalau didiamkan kasus ini semakin tidak jelas. Maka kami dan seluruh aliansi sepakat Jumat (1/7) besok demo ke Mapolres Gresik. Aksi kami jug akan diikuti warga yang peduli dengan kasus ini," ucap Umi.grs

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…