Surat Terbuka Tentang Prof Dr. Terawan (2)

Produksi Vaksin Nusantara, Bentuk Manajemen Efisiensi dengan AS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Catatan Wartawan Surabaya Pagi, Raditya Mohammer Khadaffi.
Catatan Wartawan Surabaya Pagi, Raditya Mohammer Khadaffi.

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebelum wawancara eksklusif di KompasTV dalam program Rosi, Jumat (7/7/2022), pengembangan Vaksin Nusantara besutan Terawan, memang menuai polemik. Bahkan pada 21 Februari 2021, ada kritik dari sejumlah pihak yang mempertanyakan pengembangan vaksin dengan sel dendritik tersebut.

Praktis selama tahun 2021, vaksin ini menjadi sorotan, terutama dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Penny K. Lukito menuding pengembangan vaksin nusantara tidak sesuai kaidah medis.

Sayang Penny, tak membeberkan kaidah medis yang ditudingkan. Penny hanya  menyinggung perbedaan data dari tim uji klinis vaksin dengan data yang dipaparkan pada rapat kerja DPR RI.

Maklum, pengembangan Vaksin Nusantara dilakukan dengan metode sel dendritik (dendritic cell). Metode autolog atau komponen sel darah putih ini disebut menjadi yang pertama kali di dunia untuk Covid-19.

Sejarah ilmu kedokteran dunia mencarat bahwa sejak diprakarsai Terawan, pengembangan vaksin Nusantara yang disponsori oleh PT Rama Emerald dan PT AIVITA Indonesia, dan bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan, menuai pro-kontra.

Padahal pembuatan vaknus juga dilandasi penandatanganan perjanjian kerja sama uji klinik vaksin sel dendritik SARS Cov-2, antara Badan Litbang Kesehatan dengan PT Rama Emerald Multi Sukses di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Saat itu, penandatanganan dilakukan oleh Kepala Badan Litbang Kesehatan Slamet dengan General Manager PT Rama Emerald Multi Sukses, Sim Eng Siu. Saat itu Prof Terawan, sebagai Menkes menyaksikan kerjasama. Saat itu, PT Rama Emerald Multi Sukses sudah mendapatkan lisensi untuk mengembangkan vaksin sel dendrintik dari PT AIVITA Biomedical Inc yang berlokasi di Amerika Serikat.

***

Berdasarkan background itu, Mantan Menteri Kesehatan Dr. Terawan, tak habis mengerti ada orang-orang tertentu yang malah memberi tudingan bahwa Vaksin Nusantara, vaksin Covid-19 buatan Amerika Serikat (AS).

Tentu saja Terawan, kecewa berat. Tawaran menjadi Dubes di Spanyol ditolaknya. Ini karena komitmennya ingin buktikan vaksin nusantara untuk penanganan vovid-19. Dengan mimik serius, Terawan, dalam acara “di kompas TV” makam itu, Terawan buka bukaan secara visual. Jenderal bintang tiga TNI-AD menegaskan memang dalam proses penelitian vaksin nusantara. Namun, kerja sama itu tidak serta-merta membuat Vaksin Nusantara disebut sebagai karya AS.

Terawan yang bergelut sejak gagasan tetap menegaskan, Vaksin Nusantara adalah vaksin karya anak bangsa.

"Lho iya (memang ada kerja sama). Kerja sama ini harus dilakukan dan itu harus secara terbuka. Dari dulu kita juga bilang kita kerja sama, meskipun dalam hal ini kita mengerjakan sendiri," beber Terawan saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi di program Rosi, di rumah dinasnya tak jauh dari RSPAD Jakarta, Jumat malam lalu (8/7/2022).

Sebagai dokter senior di Indonesia, Prof. DR. Dr. Terawan , mempertegas praktik kerja sama dalam dunia medis di Indonesia dan di seluruh dunia adalah hal yang lumrah.

Terawan mengingatkan, semua vaksin, sebagian produk medis yang dipakai di seluruh negara adalah proses kerja sama.

"Jadi Ini karya (anak bangsa), harus kerja sama. Enggak ada orang bisa mandiri karena itu politik dunia. Dan kerja sama itu bisa membanggakan. Lho kalau negara besar mau kerja sama dengan kita, artinya apa? Kita dianggap punya kemampuan," Terawan mengingatkan.

Sebab, dalam dunia medis, kerja sama antarnegara merupakan hal yang wajar.

Dengan mimik serius, Terawan mengakui, memang dalam pembuatan vaknus, ada beberapa bahan dasar yang memang perlu diimpor. Ini sama halnya ketika seseorang mengimpor bahan baku untuk dijadikan barang jadi dan diekspor kembali ke luar negeri.

Menurut Terawan, jika semua komponen pembuatan vaknus dipaksakan dari dalam negeri, maka ia memastikan tidak tercipta efisiensi.

Maka itu Terawan mempertegas sikapnya, meskipun ada komponen atau bahan baku vaknus ada dari negara lain, merek Vaksin Nusantara telah tersemat berasal dari Indonesia.

"Jadi tidak boleh kita seolah-olah kalau karya anak bangsa itu produksinya betul-betul mulai dari bahan semua dihasilkan sendiri, ini tidak efisien. Efisiensi enggak ada. Dan itulah manajemen. Manajemen itu harus efisiensi. Mana yang bisa diproduksi sendiri sehingga bisa efisien, mana yang harus diproduksi tempat lain supaya lebih efisiensi," jentrengnya mengenai sebuah proses produksi vaksin.

Terawan lantas mencontohkan beberapa barang medis buatan Jerman, seperti CT-Scan. Meskipun Jerman merakit alatnya sampai jadi, negara itu juga mengimpor bahan baku CT-Scan.

Begitu juga ketika seorang perangkai bunga (florist) merangkai bunga menjadi sebuah buket. Namun, bunga-bunga itu dibelinya dari pemasok lain hingga dari luar negeri.

Terawan menyatakan, proses yang sama juga berlaku untuk pembuatan Vaksin Nusantara.

Terawan mengingatkan praktik produksi vaksin nusantara, Prinsip kerja sama pengembangan vaksin adalah bentuk manajemen efisiensi. Jika suatu negara tidak bisa menggunakan seluruh komponen dari dalam negeri, maka tidak bisa dipaksakan.

"Sama, vaksin nusantara namanya dari mana? Dari Indonesia. Ya, ini produk anak bangsa. Jadi di mana kita mampu mengakses semua hal dengan baik, entah dari mana datangnya, dan mampu kita hasilkan jadi sebuah karya, itu namanya karya kita. Karya bangsa," tegas Terawan, dengan sorot mata tajam.

Terawan juga mengingatkan, kerja sama dengan AS yang notabene merupakan negara maju menjadi kebanggan tersendiri. Artinya, Indonesia dipercaya sebagai mitra kerja sama.

"Kerja sama itu bisa membanggakan. Lho kalau negara besar mau kerja sama dengan kita, artinya apa? Kita dianggap punya kemampuan. Apa salah menyusun karangan bunga, bunganya dari mana-mana. Itu karya, bukan? Itu namanya karya kita," tutur Terawan berfilsafat. ([email protected], bersambung)

Berita Terbaru

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya…

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan 'kebakaran' saat pembukaan perdagangan pekan depan pada Senin esok (2/2). Menurut…

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, ada dua keyakinan soal Jokowi, sekarang ini.  Jokowi masih sakti untuk meloloskan PSI ke parlemen. Dan yang kedua, …

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai pernyataan Jokowi di Rakernas PSI seperti orang yang khawatir. Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya,…

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…