Pemkab Pasuruan Komitmen Turunkan Stunting, Serahkan Bantuan Paket Data Setahun Bagi 3711 TPK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wabup Gus Mujib menyerahkan bantuan paket data kepada TPK secara simbolis.
Wabup Gus Mujib menyerahkan bantuan paket data kepada TPK secara simbolis.

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Untuk mendukung percepatan penurunan stunting secara komprehensif, Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan paket data 50 giga kepada ribuan anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) selama setahun.

Paket data tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) kepada perwakilan TPK di sela-sela acara Peringatan Hari Keluarga dan Hari Anak tahun 2022 di Royal Senyiur Prigen, Selasa (07/07/2022).

Menurut Gus Mujib, total ada 3711 TPK Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pasuruan. Tim tersebut terdiri dari bidan desa, kader PKK hingga kader KB di masing-masing desa/kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.

Dalam prakteknya, TPK merupakan aktor penting untuk menyelesaikan masalah stunting. Sebab TPK bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting. Utamanya pada remaja siap nikah hingga calon pengantin (catin) dan pasangan yang sudah berumah tangga.

Oleh karenanya, peran dari TPK juga akan dibantu oleh pihak lain, seperti dari penggerak PKK, Puskesmas, Posyandu, Pemerintah Desa/Kelurahan, Pemerintah Kabupaten/Kota

"TPK yang langsung turun di lapangan dan mengetahui masalah yang ada di lingkup terkecil di tingkat Desa/Kelurahan hingga keluarga. Karena mereka bisa dibilang menjadi ujung tombak untuk bisa mengetahui sampai di level paling bawah," katanya.

Ditegaskan Gus Mujib, TPK merupakan ujung tombak dalam upaya percepatan penurunan stunting. Sehingga perlu diberdayakan, diberikan support dalam hal finansial, dan sarana prasarana dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

"Tadi saya dengar bahwa mereka juga menerima pengganti BBM ketika mereka berkunjung ke rumah remaja siap nikah atau calon pengantin dan rumah tangga. Meskipun masih kecil, tapi ini bagian dari ikhtiar untuk membantu para TPK ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala P3AP2KB Kabupaten Pasuruan, drg Loembini Pedjati Lajoeng menjelaskan, perihal paket data, para anggota Tim TKP bisa memanfaatkannya untuk mengisi aplikasi elsimil (elektronik siap nikah siap hamil) . Mulai dari sistem pelaporan ibu hamil dengan resiko stunting sampai sistem pelaporan pasca persalinan 0-23 bulan.

Melalui aplikasi Elsimil, semua calon pengantin bila sudah mendekati hari H untuk ijab kabul pernikahan, tiga bulan sebelumnya harus melakukan pemeriksaan. Nantinya data tersebut dimasukkan dalam aplikasi itu sendiri.

"Aplikasi ini sekaligus merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam upaya mencapai target penurunan stunting sebesar 14 persen pada 2024 mendatang," singkatnya. ris

Berita Terbaru

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…

PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

PKL Alun-alun Madiun Tolak Relokasi, Tempat Baru Dinilai Merugikan Pedagang 

Kamis, 02 Apr 2026 14:01 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kota Madiun - Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan alun-alun Kota Madiun menolak relokasi yang direncanakan Pemkot Madiun. Alasannya tempat…

Lem Rajawali Lakukan Transformasi Brand 2026, Luncurkan Produk Baru dan Perkuat Ekspansi Pasar

Lem Rajawali Lakukan Transformasi Brand 2026, Luncurkan Produk Baru dan Perkuat Ekspansi Pasar

Kamis, 02 Apr 2026 13:57 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 13:57 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Lem Rajawali, brand milik Mikatasa Group, resmi melakukan transformasi brand secara menyeluruh pada 2026 sebagai upaya memperkuat p…

Pemegang Saham Danamon Setujui Seluruh Agenda RUPST 2026

Pemegang Saham Danamon Setujui Seluruh Agenda RUPST 2026

Kamis, 02 Apr 2026 09:50 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 09:50 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon” atau “Perseroan”, BEI: BDMN), anggota MUFG, grup jasa keuangan global, pada hari ini menyele…

Saluran Macet Jadi Pemicu, Relokasi PKL Alun-alun Tunggu Fasilitas Siap  ‎

Saluran Macet Jadi Pemicu, Relokasi PKL Alun-alun Tunggu Fasilitas Siap  ‎

Kamis, 02 Apr 2026 06:26 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 06:26 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Madiun masih belum direalisasikan dalam waktu dekat. Pem…