Kiat Agar Profesi Akuntan Bisa Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Digital

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kehadiran Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan masif berupa penyesuaian peran manusia, mesin, teknologi dan proses di berbagai bidang profesi, termasuk menuntut profesi akuntan agar beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan big data.

 

Merespon hal tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd) bersama dengan Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas menggelar Konferensi Regional Akuntansi (KRA) IX, pada 12-13 Juli 2022.

 

Ketua IAI KAPd Prof. Dr. Dian Agustia mengatakan jika KRA IX menjadi wadah menarik bagi para akademisi dan praktisi, khususnya dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di wilayah Jawa Timur, untuk berdiskusi tentang The Future Skills for Accountant in Digital Disruption Era.

 

“Di era disrupsi digital, profesi akuntan menghadapi tantangan. Pasalnya, adanya kemajuan teknologi informasi tentu membuat perguruan tinggi harus membekali mahasiswanya dengan the future skills, sehingga nantinya lulusan mampu menghadapi era sekarang,” kata Dian, Selasa (12/7/2022).

 

Bertempat di UHW Perbanas Jalan Wonorejo Utara 16 Rungkut, Surabaya, konferensi ini berperan menghasilkan berbagai insight dan solusi, atas tantangan-tantangan profesi akuntan seperti yang disebutkan Dian misalnya, bahwa 30 tahun ke depan profesi akuntansi akan hilang.

 

“Itu adalah estimasi andai kata para profesi akuntan tidak memberikan informasi yang tepat. Hal ini karena dengan Disruption Era, banyak isu global yang menyebut bahwa profesi akuntan akan hilang. Namun sebetulnya bukan hilang, tetapi profesi akuntan justru menghadapi tantangan,” ia menjelaskan.

 

Menurutnya, jika kita tidak menjaga atau berusaha menghadapi tantangan itu termasuk di perguruan tinggi yang berhubungan dengan profesi akuntansi, maka dengan kemajuan transformasi teknologi tentu saja akan membuat perubahan dalam akuntansi.

 

“Kita lihat banyak bisnis yang baru. Untuk bisnis-bisnis tertentu memang akuntansi akan tenggelam karena akuntansi yang repetitif regular debit-kredit memang tergantikan (dibantu) mesin Artificial Intelligence. Tetapi sebetulnya,yang tidak akan pernah mati adalah profesi akuntansi itu sendiri karena dia akan menjawab,” ia mengungkapkan.

 

Sementara Ketua IAI Wilayah Jawa Timur Prof. Basuki menegaskan jika di dalam ilmu akuntasi sudah tidak boleh lagi diajarkan debit-kredit secara manual. Sebab semuanya sudah tergantikan oleh mesin sehingga itu yang harus di akomodasi oleh pendidik.

 

“Jadi itu yang kemudian kita antisipasi. Ke depan tentu saja harus ada redesain kurikulum akuntansi yang dibutuhkan oleh mahasiswa atau oleh para pelaku bisnis di masa yang akan datang, itu yang harus kita persiapkan,” kata Prof. Basuki.

 

Ia mengingatkan semua para pendidik di bidang akuntansi, bahwa nanti pasti akan ada perubahan penambahan kurikulum atau mata kuliah terkait Digital Disruption Era yang memungkinkan big data tetap muncul semua di internet, sehingga mudah diakses.

 

“Itu adalah satu hal yang selama ini tidak kita berikan di ilmu akuntansi, mungkin kalau di bidang ilmu lain masalah data itu diberikan, itulah yang harus kita pikirkan,” ia menegaskan.

 

Di sisi lain, meski penyelenggara konferensi ini adalah IAI, namun UHW Perbanas sebagai pelaksananya tetap merasa harus bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara teknis agar berjalan lancar dan baik.

 

“Kenapa ini kami lakukan? Karena tujuannya perguruan tinggi itu perlu mengembangkan ilmu dan pengetahuan serta melakukan praktek akuntansi, juga harus menjaga tradisi akademik yang mulia,” kata Rektor UHW Perbanas Dr. Yudi Sutarso memungkasi. (res/cr/rmc)

Berita Terbaru

PKB Magetan di Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir 

PKB Magetan di Pusaran Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir 

Selasa, 05 Mei 2026 19:53 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:53 WIB

SURABAYA PAGI, Magetan- ‎Respon publik cukup beragam pasca penetapan Ketua DPRD Magetan periode 2024-2029 Suratno, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi …

Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Tanam Pohon dan Perkuat Program GI Andal di Jatigedong

Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Tanam Pohon dan Perkuat Program GI Andal di Jatigedong

Selasa, 05 Mei 2026 19:52 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:52 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menggelar aksi penanaman pohon di l…

Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV, MG Bidik Pasar Kendaraan Keluarga dan Percepatan Elektrifikasi

Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV, MG Bidik Pasar Kendaraan Keluarga dan Percepatan Elektrifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 19:48 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:48 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Produsen otomotif MG Motor Indonesia memperkenalkan kendaraan listrik terbarunya, MGS5 EV, di Surabaya, Jawa Timur. Peluncuran ini m…

Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan BLUD, Kepala Puskesmas Diminta Tak Bertindak Sepihak

Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan BLUD, Kepala Puskesmas Diminta Tak Bertindak Sepihak

Selasa, 05 Mei 2026 19:31 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:31 WIB

SURABAYApAGI.com, Gresik – Fandi Akhmad Yani menegaskan pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang profesional dan berintegritas dalam lingkungan B…

Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Miliaran Rupiah Mengalir Ke 6 Parpol Untuk Mahar Politik 

Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Miliaran Rupiah Mengalir Ke 6 Parpol Untuk Mahar Politik 

Selasa, 05 Mei 2026 19:08 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 19:08 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Tabir dugaan praktik mahar politik untuk mendapatkan dukungan partai dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ponorogo…

Hearing di Komisi C DPRD Surabaya,  Proyek Pembangunan PT Wulandaya Capai Kesepakatan dengan Warga

Hearing di Komisi C DPRD Surabaya,  Proyek Pembangunan PT Wulandaya Capai Kesepakatan dengan Warga

Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 17:45 WIB

Surabaya Pagi - Polemik yang ada di Jalan Basuki Rahmat Nomor 165-167 tersebut menimbulkan adanya pro kontra di tengah-tengah warga. Akhirnya menemukan titik…