Pembuatan Sertifikat Aspal, Terbongkar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Pembuatnya Pejabat BPN Jakarta yang Terafiliasi dengan Mafia Tanah

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -  Sertifikat asli tapi palsu alias ‘aspal’ itu ternyata ada. Pembuatnya pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) . Ada tiga pejabat BPN yang menerbitkan SHM aspal yang bukan hak pemohon pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Tiga pejabat ini dikatagorikan komplotan mafia tanah.

“Jadi oknum BPN ini menerbitkan sertifikat atas nama pemohon yang bukan haknya melalui program PTSL,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, (14/7/2022).

PTSL merupakan program sertifikat tanah gratis dari pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN. Program ini dilakukan dalam rangka percepatan pensertifikatan mengingat banyaknya masyarakat yang belum memiliki sertifikat hak milik atas tanah/bangunan yang dimilikinya. “Nah program PTSL ini kan seharusnya gratis, tetapi oknum ini diduga menerima sejumlah uang untuk kemudian menerbitkan sertifikat dari pemohon yang bukan haknya dan dilakukan tanpa prosedur yang benar,” tambahnya.

Sementara Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menambahkan modus operandi yang dilakukan pejabat BPN ini termasuk modus baru. “Karena modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka ini tergolong baru dan belum pernah terungkap sebelumnya di daerah manapun,” katanya.

Saat ini tiga pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait mafia tanah ditahan di Polda Metro Jaya.

 

Pejabat BPN Masuk Angin

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (Wamen ATR/BPN) Raja Juli Antoni mengatakan, rangkaian penangkapan tersebut merupakan bentuk keseriusan Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto memberantas praktik mafia tanah.

"Penangkapan tersebut adalah bagian dari kerja Satgas Anti-Mafia Tanah. Dimana sebagai Menteri ATR-BPN, Pak Menteri secara pro aktif menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pihak penegak hukum agar pemberantasan Mafia Tanah bisa lebih efektif," tulis Raja dalam akun Twitternya, @RajaJuliAntoni, Jumat (15/7).

Pria yang akrab dipanggil Toni itu menyebutkan, Menteri Hadi dalam banyak kesempatan juga telah mengingatkan bawahannya untuk menjaga integritas dan moralitas. Termasuk meningkatkan pelayanan kepada rakyat dan tidak menjadi bagian dari mafia tanah.

Usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri ATR/BPN, Juni 2022, Hadi juga sudah memberi peringatan "hati-hati para mafia tanah!"

"Bila ada pejabat ATR/BPN yang "masuk angin" maka Pak Menteri sendiri tegaskan, akan menindak tegas tanpa pandang bulu," ujar Toni.

Meski demikian, menurutnya Kementerian ATR/BPN tidak semuanya berisi cerita buruk. Dia menuturkan, sebulan terakhir banyak melakukan pertemuan dengan pegawai ATR-BPN yang ternyata alumnus Prancis, Belanda, Amerika dan Australia, serta kampus-kampus ternama di Indonesia.

"Banyak yang punya inisiatif dan inovasi layanan untuk rakyat. Saya percaya dengan pembenahan sistem SDM dan transformasi digital di bawah kepemimpinan Pak Hadi, Insya Allah ATR/BPN akan lebih profesional, berintegritas dan melayani," imbuhnya.

Toni pun mengapresiasi tindakan cepat Polri dalam mengungkap kasus sindikat mafia tanah yang dilakukan oknum aparat BPN. Dia yakin langkah tegas Polri membuat Kementerian ATR/BPN berangsur terbebebas dari jerat mafia.

"Tentu saya mengapresiasi gerak cepat aparat kepolisian dalam mendukung program bersih-bersih Mafia Tanah di tubuh ATR/BPN. Ini akan membuat kementerian kami semakin dipercaya oleh rakyat," pungkasnya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 08:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Siswa Siswi SMPN 1 Jabon Kabupaten Sidoarjo kelas 9 berangkat ke Yogjakarta untuk mengikuti kegiatan ODL (Outdoor Learning) pada…

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…