Jokowi, Gunakan Istana Bogor Galang Relawan, Dikritik PKS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Joko Widodo saat mengumpulkan beberapa relawan yang menggelorakan satu sikap bersama Jokowi.
Presiden Joko Widodo saat mengumpulkan beberapa relawan yang menggelorakan satu sikap bersama Jokowi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Agenda Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah kelompok relawan pendukungnya di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat (29/7) lalu, dikritik partai oposisi di DPR-RI.

Juru Bicara DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mengingatkan, Istana Kepresidenan seharusnya hanya digunakan untuk kegiatan kenegaraan, bukan relawan politik. Secara etika, menurutnya, langkah Jokowi itu tidak bagus.

"Seharusnya, Presiden tidak menjadikan Istana Negara untuk konsolidasi politik. Istana Negara harus digunakan untuk kegiatan kenegaraan, bukan untuk kegiatan berkaitan relawan. Apalagi Pilpres 2024, itu secara etika kurang pas," ucap Kholid saat dihubungi, Minggu siang (31/7).

 

Bikin Orang Bertanya-tanya

Dia berkata, Jokowi seharusnya menggunakan tempat lain untuk menggelar pertemuan dengan kelompok relawannya. Menurut Kholid, langkah Jokowi menggunakan Istana Kepresidenan untuk bertemu relawan bisa memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat.

"Kalau itu diadakan di Istana Negara, maka agendanya kenegaraan. Tapi kalau itu agendanya relawan nasional Jokowi, kan banyak tempat lain yang bisa digunakan, bukan Istana Negara," ujarnya.

"Kalau begitu orang jadi menduga-duga kenapa Istana Negara digunakan untuk konsolidasi politik. Itu tidak bagus secara etika publik," tambah Kholid.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumpulkan sejumlah kelompok relawan pendukungnya di Istana Kepresidenan Bogor, hari Jumat (29/7).

 

Sikap Sambut Pilpres 2024

Ketua Umum Sekretaris Nasional Jokowi, Rambun Tjajo mengatakan salah satu pembahasan dalam pertemuan itu tentang penentuan sikap menyambut Pilpres 2024.

"Yang penting juga disampaikan Presiden ke kita adalah menekankan sekali lagi tidak terpancing masuk dalam soal politik berkaitan dengan 2024," kata Rambun, Jumat (29/7).

Sebagai informasi, 17 kelompok relawan pendukung Jokowi sempat menggelar pertemuan bertajuk Musyawarah Rakyat Indonesia di Bandung, Jawa Barat pada Senin lalu (25/7). Nantinya, pertemuan serupa disebut akan dihelat di 33 provinsi lain.

Sebanyak 17 organisasi relawan yang ikut dalam musyawarah itu adalah PROJO, Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Seknas Jokowi, Bara JP, GK Center, Almisbat. Kemudian RPJB, Duta Jokowi, Kornas Jokowi, RKIH, JAMAN, GAPURA, Indeks, KIB, Sekber Jokowi Nusantara, KA-PT, dan Maluku Satu Hati.

Ketua Panitia Nasional Musra Indonesia, Panel Barus mengatakan musyawarah dilakukan untuk menjaring aspirasi mengenai capres dan cawapres dari 34 provinsi

"Rakyat sudah waktunya menjadi subjek dalam memutuskan siapa tokoh yang akan menghela Indonesia pada Pilpres 2024," ucap Panel. n jk/erc/cnn/rmc

Berita Terbaru

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…

567 Orang Terdampak, Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas ke 19 Lembaga Pendidikan

567 Orang Terdampak, Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo Meluas ke 19 Lembaga Pendidikan

Rabu, 02 Sep 2026 15:52 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:52 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Rabu (…

Freeport Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTT, Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

Freeport Gerak Cepat Bantu Korban Gempa NTT, Salurkan Bantuan Rp2,5 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 15:48 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan PT Freeport Indonesia (PTFI). P…

Berhasil Dipadamkan, Luas Lahan Kebakaran di Gunung Buthak Capai 15 Hektare

Berhasil Dipadamkan, Luas Lahan Kebakaran di Gunung Buthak Capai 15 Hektare

Rabu, 02 Sep 2026 14:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 14:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di petak…