Soft Skills Card Jadi Puncak Pencapaian Karya Bersama dari Mahasiswa UHW Perbanas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tiga mahasiswi UHW Perbanas saat tunjukkan karya bersama berupa Soft Skills Card.
Tiga mahasiswi UHW Perbanas saat tunjukkan karya bersama berupa Soft Skills Card.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas miliki program untuk mahasiswa baru, yakni program super softskills mentoring untuk meningkatkan soft skills mahasiswa yang dilakukan melalui kegiatan mentoring.
 
Mentoring di sini maksudnya adalah mentor yang mendampingi mentee  (sebutan mahasiswa yang dimentori).
 
Rektor UHW Perbanas Dr. Yudi Sutarso menjelaskan rangkaian kegiatan mentoring ini dimulai dari latihan atau training untuk mentor, lalu dilanjutkan dengan program mentee selama 14 pertemuan, 14 minggu, satu semester.
 
"Lalu terakhir kegiatannya ini yaitu pencapaian karya bersama," kata Dr. Yudi, Kamis (18/08/2022).
 
Kegiatan yang dihasilkan dari pencapaian karya bersama ini sebenarnya kegiatan yang diarahkan untuk anak-anak memiliki karya bersama.
 
"Tujuannya adalah agar mahasiswa secara kolektif memiliki karya bersama," ia menuturkan.
 
Kali ini, karya yang dihasilkan mahasiswa secara bersama adalah Soft Skills Card (kartu soft skills) yang disajikan dalam question and answer (Q&A). Penerapannya, mentee akan berkunjung ke anak usia SD di sekitar domisilinya untuk memperkenalkan nilai soft skills sejak dini berupa permainan Soft Skills Card.
 
Tujuannya, untuk mengedukasi pelajar agar memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai dalam soft skills, seperti rasa simpati, empati, mandiri, leadership, dan lain sebagainya.
 
"Kartu ini menyampaikan sekitar 53 tema, ada 52 set digunakan untuk pembelajaran soft skill pada anak SD di sekitarnya. Ada pertanyaan di depan dan ada jawaban di belakang kartunya," ia menerangkan.
 
Salah satu dari tiga pencipta Soft Skills Card, Dewa Ayu Komang Lintang Pramesti menjelaskan alasannya kenapa lebih menyasar kepada anak-anak SD.
 
"Karena yang pertama kami ingin mengimplementasikan apa yang sudah kami pelajari terkait dengan super soft skills mentoring yang difokuskan terhadap soft skills yang sudah dikembangkan kepada kami mentor kemudian kami turunkan kepada adik-adik mentee," kata mahasiswi semester 4 itu.
 
Nah dari adik-adik mentee, pihaknya ingin mereka juga mengimplementasikan kepada adik-adik lainnya yaitu anak usia sekitar 8-11 tahun atau usia duduk di Sekolah Dasar (SD).
 
"Kami harap dengan implementasi dari adik-adik SD itu nanti ke depannya bisa ada pegangan untuk mereka nanti terkait dengan soft skills dan juga bakat untuk mereka nantinya supaya lebih baik lagi," ungkap mahasiswi S1 Akuntansi itu.
 
Sementara itu, pencipta Soft Skills Card lainnya, Wiannisa Rizky Parsasi menambahkan mengapa lebih menyasar ke anak kecil atau SD, karena di usia mereka ini memang akan menuju ke remaja nantinya, sehingga membutuhkan ilmu-ilmu atau soft skills untuk ke depannya.
 
"Jadi sebisa mungkin kita memberikan ide-ide atau ilmu baru ke mereka dari kecil sehingga sejak menginjak remaja mereka bisa mengetahui pengetahuan ilmu yang baru serta mengerti arti soft skills dan apa saja soft skills yang ada di luar. Mereka harus mengetahui itu," kata mahasiswi semester 2 itu.
 
Untuk metode yang dilakukan pertama adalah mengajak mereka (anak SD) untuk bermain. Lalu mereka bisa memilih kartu atau bisa memilih secara bergantian.
 
"Mereka bisa menjawab sebisanya terlebih dahulu, setelahnya saya bisa menjelaskan lebih detail agar mereka bisa mengerti dan masuk ke dalam pikirannya," kata pencipta Soft Skills Card lainnya, Bella Yunivan.
 
Perlu diketahui, ada empat tema dalam Soft Skills Card ini, yaitu royalti, time management, kemandirian, dan sosial intelegensi.
 
"Semua tema yang saya ambil sudah pasti mempunyai makna tersendiri. Oleh karena itu, saya bisa berharap kepda adik-adik yang saya ajak berkontribusi bisa memahami dan menerapkan untuk ke depannya," tutup mahasiswi Manajemen itu.res
 

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…