SURABAYAPAGI.COM, Bangkalan - Kabupaten Bangkalan bukan daerah penghasil kopi, tapi bukan berarti tidak ada yang memproduksi kopi.
Adalah Sofi, pria asal Banyusangkah kecamatan Tanjung Bumi, yang memproduksi kopi, dengan kemasan yang ia namai "Kopi giras k-conk putras", tangan ulet nya telah menghadirkan kopi asli tanpa campuran dan tanpa bahan pengawet dengan 4 varian.
Yakni, Kopi lokal original dengan harga Rp.32.500, kopi jahe harga Rp 52.500rb, kopi luwak liar bubuk harga Rp. 210.000 dan kopi sangrai dengan harga Rp. 30.000 masing-masing berbobot 250 gram.
Omeset yang Sofi dapatkan juga terbilang cukup, sebab dalam sebulan ia bisa meraih keuntungan hingga 5 juta rupiah.
"Nama K-conk Putra's juga terilhami dari nama nama saya sendiri yaitu Sofi, untuk Putra's, S yang dibelakang atau sangkah dimana Putra's itu adalah anak lelaki dr sangkah yang bernama Sofi.
Sofi bercerita jika Awalnya dia bukanlah penikmat kopi, karena kopi yang ia minum adalah kopi instan dan setiap minum kopi pasti terasa mual-mual seperti mau muntah.
Karenanya, Sofi mencoba menghubungi temannya yang memiliki kebun kopi di Banyuwangi, hingga akhirnya mempunyai inisiatif untuk memesan biji kopi.
"Setelah itu, saya malah jadi penikmat kopi, dan mencoba meracik kopi sendiri, dikemas dengan segala keterbasan dan Alhamdulillah banyak orang yang tertarik," kata Sofi.
Tak hanya meracik Kopi khas warkop giras k-conk putras, Sofi juga mengemas tampilan dan kemasan baru, lebih elastis dan dinamis mencerminkan pecinta kopi sejati.
"Harga tetap bersahabat dapat dijangkau oleh semua kalangan. Kopi khas warkop giras k-conk putras," imbuhnya.
Awalnya Sofi mempunyai kedai sendiri, tepatnya di Desa Banyusnagkah Kecamatan Tanjung Bumi, tetapi karena imbas Covid-19, ia terpaksa menutup warkop.
"akhirnya saya melayani penjualan kopi melalui online, baik secara partai maupun grosir dan reseller dan kami siap pengiriman ke seluruh penjuru nusantara dan pengiriman luar daerah percayakan pada pos indonesia," tuturnya.
Editor : Moch Ilham