Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Bertahta Selama 70 Tahun, Punya Harta Rp 6,2 Triliun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sebelum meninggal, Ratu Elizabeth II terakhir terlihat di depan umum pada Selasa (6/9) lalu, saat dirinya menyapa politisi Liz Truss di Balmoral, Skotlandia. (Foto: SP/mirror)
Sebelum meninggal, Ratu Elizabeth II terakhir terlihat di depan umum pada Selasa (6/9) lalu, saat dirinya menyapa politisi Liz Truss di Balmoral, Skotlandia. (Foto: SP/mirror)

i

SURABAYAPAGI.com, London - Ratu Elizabeth II tutup usia di umur 96 tahun.Ia merupakan raja terlama Inggris. Tepat Februari lalu, ia bertahta di kerajaan selama 70 tahun. Dengan kekuasaan sebegitu lama, Ratu Elizabeth tentu kaya raya.

Pada tahun 2022, harta Elizabeth secara pribadi diperkirakan bernilai 365 juta pound (sekitar Rp 6,2 triliun). Menurut Sunday Times Rich List, angka ini naik 15 juta pound dari penghasilannya tahun 2020 dan termasuk Sovereign Grant dan penghasilan pribadinya.

Percaya atau tidak, selama bertahun-tahun, peringkatnya sebagai orang terkaya mengalami penurunan, di mana pada 2020, ia berada di posisi ke 372 dan ini turun 30 peringkat sejak 2018. Forbes sendiri menyebut secara keseluruhan kekayaan bersih kerajaan adalah 72,5 miliar pound.

Lalu dari mana hartanya didapat?

Ratu Elizabeth II mendapatkan uangnya dari tiga sumber. Yakni pembayaran Sovereign Grant tahunan, Privy Purse, dan kekayaan serta warisan pribadinya.

Sovereign Grant adalah angka yang dia terima setiap tahun dari pemerintah. Jumlah yang diterima Ratu dalam Sovereign Grant-nya adalah 15�ri keuntungan yang diperoleh setiap tahun oleh Crown Estate.

Ini adalah real properti besar di Inggris yang bernilai 8,1 miliar pound. Dulunya milik monarki tetapi sekarang dimiliki oleh perbendaharaan.

Pada 2020-21, Sovereign Grant yang diberikan kepada Ratu berjumlah 85,9 juta pound. Ini kira-kira 1,29 pound per pembayar pajak.

Situs web resmi Keluarga Kerajaan harus menerbitkan laporan keuangan setiap tahun yang menjelaskan bagaimana uang ini dibelanjakan. Seperti berapa bagian untuk hibah, pemeliharaan properti, termasuk rumah tangga Ratu.

Sumber kedua adalah kekayaan mandiri yang tidak didanai oleh pembayar pajak. Privy Purse terkait Kadipaten Lancaster.

Ini pada dasarnya adalah portofolio tanah, properti, dan aset lainnya yang telah dipercayakan kepada kerajaan sejak 1399. Sejak buyut Ratu menjadi Adipati di sana.

"Pada akhir Maret 2021, Lancaster memiliki 577.3 juta pound aset bersih di bawah kendalinya, memberikan surplus bersih sebesar 22,3 juta pound," kata sebuah pernyataan di situs web Duchy of Lancaster.

"Oleh karena itu, angka 22,3 juta pound ini adalah yang diterima Yang Mulia tahun lalu."

Elizabeth juga memiliki pendapatan pribadinya sendiri yang didasarkan pada warisan dan uang dari properti milik sendiri. Misalnya, Balmoral dan Sandringham Estates, yang keduanya diwarisi dari ayahnya.

Lalu ada harta 10 juta pound milik Pangeran Philip. Ini diserahkan padanya setelah kematiannya pada April tahun lalu.

"The Times melaporkan bahwa bagian dari warisan Pangeran Philip termasuk koleksi besar lukisan karya Edward Seago dan 3.000 buku" tulis situs Good.to.

Ibunya juga meninggalkan Elizabeth sekitar 70 juta pound kekayaan ketika dia meninggal pada tahun 2002. Ini juga termasuk beberapa karya seni yang signifikan.

 

Terlihat Kurus

Sebelum meninggal, kondisi Elizabeth juga menjadi sorotan. Tak hanya terlihat lebih kurus dan lemah, tangan Ratu Elizabeth yang wafat di usia 96 tahun itu juga berwarna ungu.

Istana Buckingham sampai saat ini belum mengkonfirmasi penyebab warna ungu pada tangan Ratu Elizabeth II.

Kondisi Ratu Elizabeth II ternyata juga diamati oleh dokter dari Perth, Australia Barat, Dr Deb Cohen-Jones. Ia mengatakan ungu di tangannya itu mungkin merupakan tanda kesehatan sang ratu yang mulai menurun.

"Sepertinya ada kemungkinan bukti penyakit pembuluh darah perifer. Ini adalah gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan pembuluh darah di luar jantung dan otak Anda menyempit, tersumbat, atau kejang," kata Dr Deb Cohen-Jones yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (9/9/2022).

Dari pengamatannya, terlihat tangan Ratu Elizabeth II itu berbintik-bintik. Kondisi ini terjadi saat jantung tidak lagi mampu memompa darah secara efektif.

Dr Deb mengatakan tekanan darah perlahan turun dan aliran darah ke seluruh tubuh melambat. Ini menyebabkan ekstremitas mulai terasa dingin saat disentuh.

Sayangnya, Dr Deb menegaskan tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti berapa lama bintik-bintik di tangannya itu muncul. Sebab, Ratu Elizabeth II tidak terlihat di depan publik dalam waktu yang lama dan sering menggunakan sarung tangan.

Dr Deb memperkirakan mungkin penyakit yang diderita Ratu Elizabeth II cukup parah. Ia juga memperhatikan postur tubuh dari sang ratu.

"Penampilan yang sedikit bungkuk mungkin karena usianya dan kemungkinan besar osteoporosis," pungkas Dr Deb.

Berdasarkan pengumuman Istana Buckingham, Ratu Elizabeth II meninggal pada Kamis (8/9/2022). Ia juga telah mengidap masalah mobilitas episodik sejak Oktober 2021 lalu. (mir/dyn/bc/ril)

 

Berita Terbaru

Saksi Indah Utami Mengaku Hanya Menjalankan Fungsi Administratif, Tidak Menentukan Nilai maupun Menyetujui Pengeluaran

Saksi Indah Utami Mengaku Hanya Menjalankan Fungsi Administratif, Tidak Menentukan Nilai maupun Menyetujui Pengeluaran

Rabu, 12 Agu 2026 20:34 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Sengketa pengadaan lahan kawasan industri di Jombang antara PT Java Fortis Corporindo dengan mantan direkturnya, Nany Widjaja, k…

Resep Warisan Keluarga Jadi Inspirasi Menu Lokal, McDonald’s Buka Kompetisi Kuliner 2026

Resep Warisan Keluarga Jadi Inspirasi Menu Lokal, McDonald’s Buka Kompetisi Kuliner 2026

Rabu, 12 Agu 2026 20:21 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Resep keluarga yang diwariskan lintas generasi tidak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner, tetapi juga mulai mendapat ruang lebih …

Jelang Muktamar, Kiai Asep Ingatkan Arah Kepemimpinan Abad II Harus Tetap Berakar pada Pesantren

Jelang Muktamar, Kiai Asep Ingatkan Arah Kepemimpinan Abad II Harus Tetap Berakar pada Pesantren

Rabu, 12 Agu 2026 20:14 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhir Agustus 2026, arah k…

Dasco Didesak jadi Saksi di MKD Kasus Deddy Sitorus vs KWP, karena Sukses Damaikan  PWI vs Hotman Paris

Dasco Didesak jadi Saksi di MKD Kasus Deddy Sitorus vs KWP, karena Sukses Damaikan  PWI vs Hotman Paris

Rabu, 12 Agu 2026 18:13 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 18:13 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta- Polemik Deddy H. Sitorus vs Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) memanas. Praktisi pemilu sekaligus wartawan senior David Susanto…

BSI Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Perluas Akses Keuangan Syariah dan Pembiayaan UMKM

BSI Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Perluas Akses Keuangan Syariah dan Pembiayaan UMKM

Rabu, 12 Agu 2026 17:57 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 17:57 WIB

SurabayaPagi, Surakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan Islam untuk memperkuat ekosistem ekonomi s…

Dewan Ponorogo Ramai-Ramai Setor Uang Tunjangan, Kejaksaan Amankan Lebih Dari Rp 1 M Di Hari Ke 3

Dewan Ponorogo Ramai-Ramai Setor Uang Tunjangan, Kejaksaan Amankan Lebih Dari Rp 1 M Di Hari Ke 3

Rabu, 12 Agu 2026 17:33 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 17:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Gelombang pengembalian uang Tunjangan Perumahan (TP) anggota dan pimpinan DPRD Ponorogo terus terjadi pasca Kejaksaan Negeri Ponorogo…