AHY Diminta PDIP Semedi Dulu di Hambalang, Sebelum Omong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Klaim Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bahwa 80 persen pembangunan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah kinerja ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berbuntut panjang.

Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lasarus minta AHY semedi dulu di Hambalang sebelum ngomong. Lasarus memandang, langkah AHY mempersoalkan pembangunan di era Jokowi memperlihatkan bahwa AHY tidak paham pelaksanaan sebuah program pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa penyusunan program dan anggaran dilakukan secara bersama-sama di DPR, yang artinya ikut menyertakan Partai Demokrat juga.

"Ketika program berjalan sudah melalui persetujuan semua fraksi, termasuk fraksi partainya AHY. Kenapa sekarang lantas mempersoalkannya?" ujar Lasarus, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/9).

Ia mengaku bingung dengan pernyataan AHY yang menyebut pemerintahan Jokowi seharusnya mengucapkan terima kasih pada pemerintahan SBY. Dalam kinerja pemerintahan, menurutnya, sudah hal yang biasa penerus melanjutkan kerja pendahulunya.

Lasarus menyinggung pembangunan Jembatan Nasional Suramadu (Surabaya-Madura) yang digagas Presiden kedua RI Soeharto, dibangun Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, kemudian diresmikan SBY.

Ia berkata, PDIP tidak pernah meributkan langkah SBY yang tinggal melakukan pengguntingan pita saja.

"Kenapa harus diperdebatkan, setiap jabatan ada masanya. Pemimpin-pemimpin sebelumnya nggak pernah ada tuh ada yang klaim keberhasilan penerusnya," ucap Lasarus.

Selain itu menurutnya sudah sewajarnya jika program atau kebijakan yang bagus diteruskan. Lasarus pun menyinggung pembangunan Wisma Atlet yang mangkrak di era SBY.

"Kalau memang programnya bagus ya pasti dilanjutkan. Proyek Hambalang sampai sekarang masih terbengkalai karena memang bermasalah. Jadi AHY seharusnya semedi dulu di Hambalang sebelum ngomong," tukasnya.

Atas dasar itu, Lasarus memandang, langkah AHY mempersoalkan pembangunan di era Jokowi memperlihatkan bahwa AHY tidak paham pelaksanaan sebuah program pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa penyusunan program dan anggaran dilakukan secara bersama-sama di DPR, yang artinya ikut menyertakan Partai Demokrat juga.

"Ketika program berjalan sudah melalui persetujuan semua fraksi, termasuk fraksi partainya AHY. Kenapa sekarang lantas mempersoalkannya?" ujar Lasarus.

Lebih lanjut, Lasarus meminta AHY berbicara dengan data. Pasalnya, menurutnya, pernyataan AHY saat ini terkesan seperti menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Ia membandingkan pembangunan era SBY dan Jokowi, berdasarkan data diketahui bahwa pembangunan jalan tol dibera SBY hanya sepanjang 189,2 km, sementara Jokowi sudah berhasil membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km.

 

Pembangunan Desa Pesat

Selain jalan tol, dia bilang, Jokowi juga berhasil menyelesaikan seluruh bendungan yang konstruksinya dimulai di era SBY, tepatnya 18 bendungan. Jokowi juga, menurutnya, membangun 12 bendungan sehingga total adal 30 bendungan yang selesai dibangun sejak Jokowi menjabat.

Selain itu, Lasarus mengatakan, ada 29 bandara yang dibangun di era Jokowi. "Kita ketahui saat ini pembangunan di desa sangat pesat. Dari ujung barat sampai timur, tanah Papua. Semua merata," kata Lasarus.

 

Lebih Happy Dipimpin Jokowi

Lasarus menegaskan pembangunan infrastruktur pada era pemerintahan Jokowi berjalan 'on the track' dan itu terlihat bagaimana dalam survei-survei kepuasan publik sangat besar kepada Jokowi, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur. "Kalau rakyat lebih happy dipimpin di era Pak Jokowi ketimbang SBY, itu karena mereka yang merasakan. Jadi jangan keki," tuturnya.

"Presiden Jokowi benar-benar membangun dari pinggiran, dan semua merasakan keberhasilannya, dari orang kota sampai orang-orang di pelosok desa," lanjut Lasarus.

 

Sindiran AHY ke Jokowi

AHY, saat Rapimnas Partai Demokrat, menyindir pemerintahan Jokowi saat ini banyak mendapat limpahan proyek setengah jadi dari masa kepemimpinan Presiden SBY. Menurut dia, tak sedikit proyek yang sebenarnya sudah dimulai di era sebelumnya.

"Kadang-kadang saya speechless juga mengatakannya. Tapi kenapa sih, kita tidak kemudian mengatakan terima kasih telah diletakkan landasan, telah dibangun 70 persen, 80 persen, sehingga kami tinggal 10 persen tinggal gunting pita. Terima kasih Demokrat, terima kasih SBY, begitu," ungkap AHY dalam Rapimnas Partai Demokrat di JCC, Jakarta, Kamis lalu. n erc/cnn/rmc

Berita Terbaru

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Masjid Al-Millah Sidoarjo Menyalakan Obor Festival Dakwah 2 Non-Stop 24 Jam

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 10:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Masjid Al-Millah Sidoarjo menggelar acara gerakan memakmurkan masjid melalui ibadah mabit (bermalam di masjid) yang m…

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…