Seorang Ibu Pengusaha Telur Akhiri Hidupnya Tabrakan Diri ke Kereta Api

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Hadi Lestariono
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Warga Desa Kandangan Kecamatan Srengat dikagetkan adanya temuan sosok wanita dengan badan hancur di sisi rel kereta api jalur Selatan jurusan Jakarta Surabaya tepatnya di Km 130+8. 

Kejadian yang terjadi pada Rabu (21/9) sekitar pukul 07.45 itu setelah Zaenur Fuad (40) Masinis Kereta Api Singosari jurusan Jakarta-Surabaya lewat Blitar, memberitahukan petugas jaga rel kereta api, setelah dicek dua petugas oleh dua petugas dilaporkan ke Polsek Srengat.

Setelah petugas Polsek Srengat dan team Inafis Satreskrim Polres Blitar bersama petugas Polsus KA melakukan olah TKP, petugas menemukan secarik ketas bertuliskan nama Katamin (perempuan) lengkap dengan alamatnya dari desa Maron RT 02/RW 04 Kec Srengat Kabupaten Blitar.

"Ketika kita bersama anggota dan Inafis bersama petugas dari PKA (Polisi Kereta Api) kondisi korban sudah tidak bisa dikenali, dan kita temukan selembar kertas yang sudah disobek bertuliskan nama Katamin lengkap dengan alamatnya," terang Kapolsek Srengat Kompol Yusuf SHatas ijin Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono SH S.IK.M.Si pada wartawwan.

Masih menurut Kapolsek Srengat peristiwa laka tertabrak kereta api Singosari tersebut, berawal atas laporan dua petugas jaga perlintasan rel kereta api ke Polsek Srengat.

"Untuk korban langsung kita Evakuasi di RSUD Srengat guna pemeriksaan kondisi korban untuk dilakukan visum, dari hasil visum luar yang dilakukan oleh RSUD Srengat bersama team identifikasi Polres Blitar Kota pada tubuh korban ditemukan luka pada wajah, kepala bagian belakang pecah terbuka, ada dugaan kuat korban mengalami luka karena benturan atau terserempet Kereta Api yg melintas," terang Kompol Yusuf.

Sementara  keterangan dari Nur Ngali (54) suami korban menyampaikan kepada petugas di RSUD Srengat, istrinya (korban) mengalami depresi sejak usaha ayam petelur miliknya bangkrut karena harga telur anjlok. 

Dan korban sering terlihat murung dan menjadi pendiam dan pernah menyampaikan ingin pergi dan tidak boleh dicari.

"Saya dan keluarga sudah ada upaya untuk mengobati korban, salah satunya ke RSJ Lawang-Malang," tutur Nur Ngali.

Masih menurut penuturan Nur Ngali, bahwa istrinya (korban) terakhir kali terlihat  saat malam hari sebelum kejadian sekitar pukul 01.00 Rabu (21/9) dini hari korban masih tertidur di dalam kamarnya.

"Dari pihak keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi pada korban, dan keluarga menyadari kematian korban sebagai musibah dan mengikhlaskannya, selanjutnya guna memperkuat keterangannya dibuatkan surat pernyataan," pungkas Kompol Yusuf. Les

Berita Terbaru

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama di sektor industri kulit dan peternakan sapi melalui kegiatan I…

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic b…

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.com,  Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat lebih dari seribu usulan masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Mus…

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Namun ba…

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Kenaikan harga barang berbahan plastik melonjak signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan harga disebut mencapai 40 h…

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Isu potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) imbas memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu keresahan di masyarakat.…