Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa UPN, Tuntut Perbaikan Kinerja Pemerintah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahasiswa UPN Veteran Surabaya saat melakuka aksi demo di depan kantor Gubernur Jatim, Rabu. SP/Ariandi
Mahasiswa UPN Veteran Surabaya saat melakuka aksi demo di depan kantor Gubernur Jatim, Rabu. SP/Ariandi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ratusan mahasiswa Universitas Pembangunan Nusantara (UPN) Veteran Surabaya menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan. Sejumlah tuntutan disampaikan oleh para mahasiswa. Dalam aksinya terjadi penyanderaan terhadap empat pejabat Pemprov Jatim dikarenakan mereka (mahasiswa) kecewa tidak ditemui oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Saat orasi mereka membawa sejumlah poster dan spanduk yang salah satunya bertuliskan 'Ekonomi Buruk Rakjat Terpuruk'. Di depan kantor Gubernur Jawa Timur sendiri dijaga oleh petugas kepolisian. Kawat berduri juga dilintangkan di depan kantor Gubernur Jatim.

“Naiknya harga bbm ini telah menyengsarakan rakyat karena semua kebutuhan pokok di masyarakat ikut naik,” teriak salah satu mahasiswa Jenggala Prasasti di depan Kantor Gubernur Jatim, Rabu (21/9/2022).

Aksi penyanderaan bermula dari sekitar pukul 15.45 WIB, ada empat perwakilan dari Pemprov Jatim yang mendatangi mahasiswa. Namun kedatangan mereka tidak diterima para mahasiswa. Mahasiswa hanya mau ditemui oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Namun saat hendak kembali, mereka tak bisa karena 'disandera' kerumunan aksi mahasiswa. Mereka diblokade para mahasiswa yang merapatkan barisan.

Mahasiswa menolak melepas keempat pejabat tersebut sebelum Khofifah Indar Parawansa Gubernur jatim menemui massa aksi . "Dengan tidak adanya bentuk dialog antara kita massa aksi dengan bu Khofifah atau pemerintahan pusat. Maka, kita tidak mau adanya audiensi dalam bentuk apapun. Karena hari ini kita butuh figur bu Khofifah," katanya.

Jenggala menambahkan ia dan mahasiswa lainnya masih akan menahan perwakilan dari Pemprov Jatim untuk tetap berada diantara mahasiswa, hingga mereka dapat berkomunikasi langsung dengan Gubernur Jawa Timur.

Hingga Rabu sore, aksi demo mahasiswa UPN itu, tidak menemui kesepakatan. Aksi tersebut, diakhiri dengan para mahasiswa yang pulang dengan tangan hampa.

Bahkan, massa demo sempat ricuh dengan beberapa anggota kepolisian karena tidak bisa bertemu langsung dengan Gubernur ataupun Wakil Gubernur. ari/ana

 

Berita Terbaru

Peternakan di Kota Batu Ketar-ketir Dihantui Fenomena Suhu Ekstrem ‘Bediding’

Peternakan di Kota Batu Ketar-ketir Dihantui Fenomena Suhu Ekstrem ‘Bediding’

Rabu, 10 Jun 2026 13:08 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Melihat cuaca ekstrem akhir-akhir ini, salah satunya cuaca dingin ternyata juga menjadi ancaman pada sektor peternakan. Pasalnya,…

BI Naikkan Bunga Acuan Jadi di 5,5%

BI Naikkan Bunga Acuan Jadi di 5,5%

Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) mulai menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Dalam keterangan resmi BI disebutkan, bank…

Gegara Monopoli Pasokan Bahan Pangan, 18 SPPG Tulungagung Ditutup Sementara

Gegara Monopoli Pasokan Bahan Pangan, 18 SPPG Tulungagung Ditutup Sementara

Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Akibat berbagai persoalan, salah satunya terkait monopoli pasokan bahan pangan mengakibatkan sebanyak belasan Satuan Pelayanan…

Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

Peternak di Probolinggo Terpaksa Rumahkan Pekerja Imbas Harga Telur Anjlok

Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Selama 2 bulan terakhir, peternak ayam petelur di Kabupaten Probolinggo mengaku resah akibat anjloknya harga telur ayam hingga…

Rasio Penjualan Produk Manufaktur Dinaikan

Rasio Penjualan Produk Manufaktur Dinaikan

Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 12:06 WIB

SURABAYAPAG.com - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan peningkatan rasio penjualan produk manufaktur dari komposisi.…

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Magetan Terima Alokasi 691 Unit BSPS

Bantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Pemkab Magetan Terima Alokasi 691 Unit BSPS

Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sebagai upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh rumah layak huni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,…