Kematian Serma (Pur) Sumardi Diduga Dibunuh di Gudang RM IBC Gresik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi Serma (Pur) Sumardi saat ditemukan sudah tidak bernyawa dalam gudang Rumah Makan IBC Jl Veteran Gresik pada Rabu (28/9) lalu. SP/Grs
Kondisi Serma (Pur) Sumardi saat ditemukan sudah tidak bernyawa dalam gudang Rumah Makan IBC Jl Veteran Gresik pada Rabu (28/9) lalu. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kepergian Sersan Mayor (Purn) Sumardi alias Ambon yang begitu tragis masih menyisakan tanda tanya besar. Benarkah mantan bintara Kodim 0817 Gresik itu meninggal dengan cara bunuh diri atau justru dibunuh sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Pria yang pernah dua kali mendapat penghargaan Satya Lencana Seroja dan Satya Lencana Nararya dari Presiden Soeharto dan tanda jasa Bantalah ini Rabu (26/9/22) malam tewas dengan kepala merunduk, tubuhnya tersandar di dinding gudang Rumah Makan IBC di Jalan Veteran Gresik, tempat ia bekerja setelah purna tugas dari anggota TNI. Jasadnya ditemukan dalam kondisi leher tertali selang sebesar ibu jari.

Mantan penerjun dari Lintas Udara (Linud) 501 Madiun itu nampak ada bekas jeratan di leher, ada pula dua luka di pipi dan dua goresan. Bibir kiri seperti bekas pukulan. Namun meski patut dicurigai, dugaan sementara Sumardi bunuh diri.

Menurut sejumlah pihak, penyidik harus melakukan pendalaman yang intensif sebelum memastikan pria yang akrab dipanggil Ambon ini dinyatakan bunuh diri. Sebab ada hal yang tidak lazim, yakni dia diduga bunuh diri menggunakan tali selang sebesar ibu jari. Padahal selang sifatnya elastis sehingga kemungkinannya selang berwarna biru laut itu tidak akan mampu menahan beban fisik Sumardi yang ukuran tubuhnya cukup besar.

Kecurigaan berikutnya, jika dianggap atau sengaja bunuh diri dengan tali selang sebesar ibu jari itu sangat kecil Sumardi bisa langsung tewas dengan posisi menggantung. Selain tali selang tidak akan kuat menahan berat badan Sumardi, selang yang nampak melilit di leher mantan penerjun itu tidak terlihat melar akibat kena beban berat. Sedangkan lehernya nampak membekas melingkar diduga akibat gesekan benda keras.

Pria kelahiran Bojonegoro pada 1968 itu juga pernah menerima tanda jasa kesetiaan 8, 16 dan 32 tahun.

Menurut sejumlah sumber, sebelum pria yang akrab dipanggil Ambon ini tewas, ia mengaku kepada teman akrabnya berinisial UG bahwa dia pernah mendapat ancaman hendak dibunuh dari saudara wanita kenalan Ambon berinisial TW melalui pesan WhatsApp. Hanya saja kabarnya sampai hari ini hand phone milik Ambon belum ditemukan.

"Almarhum punya teman wanita. Wanita ini aslinya orang Kalimantan tetapi bernukim di Gresik. Sebelum meninggal, Almarhum pernah bercerita kepada teman akrabnya dia sedang diancam seseorang yang mengaku sebagai kakak TW. Polisi harusnya mengembangkan penyelidikannya. Sebab ini sangat tidak wajar," ungkap Ali Kasan, teman Almarhum saat bertugas di Kodim 0817 Gresik yang mengaku melihat langsung kondisi jenazah Ambon di TKP.

Ali juga menceritakan, saat ganti sift pukul 06.00 pagi teman pengganti jaga Ambon datang. Dia mengaku kepada Ali hanya melihat lampu masih menyala. Motor milik Ambon masih terparkir di joglo rumah makan. Tetapi Ambon tidak terlihat. Padahal temanya ini hendak masuk kantor untuk mengisi absensi. Sayangnya kuncinya masih dibawa Ambon sehingga tidak mungkin bisa masuk. Pikirnya, daripada hanya bengong menunggu, teman kerja Ambon ini hendak mengepel lantai.

Setelah hendak mengambil kain pel yang posisinya berdekatan dengan gudang terlihat kakinya Ambon di dalam gudang. Lalu dihampirinya, ternyata Ambon kondisinya sudah tak bernyawa dengan leher terlilit selang berwarna biru, tubuhnya tersandar di dinding gudang.

"Atap gudang tinggi. Kalau menggantung setinggi itu saya rasa tidak mungkin," ungkap Ali, mencurigai penyebab kematian mantan rekan sejawatnya.

Berita Terbaru

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

BPOM Tekan Harga Obat, Ubah Kemasan

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 21:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan ketersediaan obat di RI masih aman untuk enam bulan ke depan d…

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Tolak Stigma Negatif Menyudutkan Jukir Sebagai “Liar” atau “Preman”

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menindak lanjuti aduan jukir yang merasa resah atas narasi negatif dan dugaan intimidasi di lapangan. Komisi A DPRD Surabaya h…

Sinergi Melintas Perlindungan Tuntas, BPJS Ketenagakerjaan Launching Gerakan Sadar Jamsostek

Sinergi Melintas Perlindungan Tuntas, BPJS Ketenagakerjaan Launching Gerakan Sadar Jamsostek

Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Malang resmi meluncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ke…

Belajar Listrik Lebih Dekat, Siswa MI Alam Succes School Center Kunjungi Gardu Induk Banaran

Belajar Listrik Lebih Dekat, Siswa MI Alam Succes School Center Kunjungi Gardu Induk Banaran

Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB

SurabayaPagi, Kediri – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menerima kunjungan edukasi dari MI Alam Succes School Center K…

Target Terpenuhi, BPPD Sidoarjo Terus Berinovasi Untuk Optimalisasi Pajak

Target Terpenuhi, BPPD Sidoarjo Terus Berinovasi Untuk Optimalisasi Pajak

Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB

SURABAYAPAGI.com,Sidoarjo - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan inovasi pelayanan…