Tingkatkan Kualitas SDM Perangkat Pertandingan, PSSI Jatim Gelar Kursus Pengawas Pertandingan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Logo PSSI Jatim.
Logo PSSI Jatim.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur (Jatim) mengelar kursus pengawas pertandingan 2022/2023 pada tanggal 9-13 November 2022 mendatang. Untuk periode pendaftaran, sudah dibuka sejak Selasa (18/10/2022) dan akan ditutup jika kuota sudah penuh, yakni sebanyak 40 peserta.

Staff Bidang Kompetisi Asprov PSSI Jatim Arif Anton Sujarwo mengatakan, program itu diadakan untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat pertandingan, khususnya pengawas pertandingan.

“Jadi, untuk memperbaiki kualitas pertandingan, apalagi banyak dari Asosisasi Kota (Askot) dan Asosiasi Kabupaten (Askab) di seluruh Jawa Timur yang tidak mempunyai perangkat pengawas pertandingan,” kata Arif, Rabu (19/10/2022).

Instruktur dan asisten instruktur yang akan melatih dan memberi materi dalam kursus pengawas pertandingan itu merupakan rekomendasikan langsung dari PSSI pusat.

Hasil dari adanya kursus yang akan dilaksanakan selama lima hari itu, nantinya akan disiapkan untuk bertugas di kompetisi sepak bola baik di tingkat kota, kabupaten maupun provinsi.

Dalam kesempatan itu, Arif menjelaskan bahwa tugas dari pengawas pertandingan adalah melaporkan pertandingan mulai satu hari sebelum pertandingan resmi digelar hingga satu hari setelah pertandingan selesai dilaksanakan.

“Tugasnya yakni melaporkan mulai dari rapat koordinasi, kemudian jalannya pertandingan, hingga after match,” ujarnya.

Pada kursus kali ini, peserta akan ditekankan kepada materi penguatan IT dan pemahaman studi kasus lapangan. Arif mengatakan bahwa pengawas pertandingan masih banyak yang belum memahami Information AND Technology.

Arif menambahkan bahwa dalam pelatihan tahun sebelumnya, Asprov PSSI Jatim sudah memberikan program tentang pengembangan IT, hanya saja jam materinya masih minim.

“Pada kursus pengawas pertandingan nanti, kita ingin menambah jam untuk materi IT, agar mereka benar-benar pintar dan menguasai,” ucapnya.

Maka diharapkan pengawas pertadingan memahami cara menggunakan sistem online mulai dari pendataan hingga pelaporan pertandingan melalui kursus ini.

“Jadi nantinya pengawas pertandingan ini akan berbeda lebih menggunakan sistem online semua mulai dari pendataan hingga pelaporan haisl pertandingan menggunakan online maka dengan pembelajaran seperti ini diharapkan para pengawasa pertandigangan lebih mudah menjalankan tugasnya maka kita kuatkan pemahaman bidang IT,” tuturnya.

Kursus ini akan membahas cara mengatasi permasalahan di dalam pertandingan mulai dari tim hingga saat pertandingan berlangsung.

“Nanti akan ada dua hal yang difokuskan. Termasuk teknis pelaksanaan pertandingan secara real. Dimana ada dua tim yang akan bertanding di stadion dan tiba-tiba terjadi permasalahan seperti keterlambatan permainan hingga ricuh. Apakah pengawas pertandingan mampu mengatasi hal ini, selain itu bagaimana mengatakan kedatangan tim yang terlambat,” jeasnya.

Selain itu, pelaksanaan kursus ini juga akan mewajibkan para pesertanya untuk praktik turun lapangan, supaya ketika betugas dalam pertandingan resmi dapat menerapkan materinya.

“Akan praktik pertandingan di stadion juga. Jadi, ketika ada tim yang protes, atau ketika ada kericuhan, supaya saat terjun turun ke lapangan sudah menguasai materinya dan paham apa yang harus dilakukan,” urainya.

Arif berharap, melalui agenda kursus pengawas pertandingan itu dapat memunculkan perangkat pertandingan yang berkualitas, dan bisa mendukung kompetisi yang ada di Jawa Timur.

“Semoga dapat muncul perangkat pertandingan yang berkualitas untuk bertugas di Liga 3, Piala Soeratin U-13, U-15, dan U-17 untuk tingkatan provinsi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, peserta kursus wajib membayar uang pendaftaran sebesar lima juta rupiah. Ada juga beberapa persyaratan pendaftaran lain. Syarat tersebut diantaranya adalah berasal dari peserta khusus wilayah Jawa Timur, sehat jasmani dan rohani, pendidikan minimal SLTA atau sederajat, usia minimal 17 hingga 45 tahun, pas foto, menguasai IT dan mendaparkan surat rekom dari askab atau askot setempat. sb

Berita Terbaru

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Muktamar NU 2026 Masuk Babak Krusial, Tiga Tokoh Soroti Polemik AHWA dan Voting

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 21:43 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 memasuki babak baru. Para muktamirin kini…

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Gizi Anak Jangan Jadi Korban Tekanan Ekonomi, Ahli Ungkap Cara Atur Menu Hemat

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 16:56 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari membuat keluarga harus semakin cermat mengatur pengeluaran. Namun, p…

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan  Bantuan PBP

Bulog Bersama Komisi VI DPR RI dan Bupati Lamongan Salurkan Bantuan PBP

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Cabang Bojonegoro bersama dengan anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib dan Bupati Yuhronur Efendi, menyalurkan bantuan…

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Jalan Buntu Pengelolaan Sampah Ponorogo, Pembangunan TPA Pengganti Batal Akibat Izin Lahan

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 14:33 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Upaya penyelesaian masalah sampah di Kabupaten Ponorogo menemui jalan buntu lagi. Ini setelah Pemerintah Kabupaten Ponorogo menghadapi…

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

BRI Talun Komitmen Perkuat Pemberdayaan UMKM Lewat Produk, Layanan dan Pendampingan Relevan Pelaku Usaha

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - UMKM tidak hanya memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, tetapi juga dapat menjadi penghubung berbagai layanan…

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Gegara Lupa Matikan Kayu Tungku, Rumah Kakek 73 Tahun di Blitar Hangus Terbakar

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi lagi kebakaran terjadi, kali ini milik rumah Kakek Jebrak 73 warga Desa Ngembul Kec.Binangun Kabupaten Blitar.  Peristiwa …