Dinkes Jatim: Turunkan Stunting Dibutuhkan Kolaborasi Solid

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat Koordinasi dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Senin (21/11/2022). SP/JATI
Rapat Koordinasi dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Senin (21/11/2022). SP/JATI

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,  Erwin Astha Triyono, mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Jatim Adhy Karyono, membuka Rapat Koordinasi dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Senin (21/11/2022).

Pada kesempatan ini, Dr Erwin mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang solid dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jatim, 

Menurutnya, masing-masing perangkat daerah mempunyai peran masing-masing. Salah satu contohnya, Dinas Kesehatan yang bertugas mengordinasikan program dan kegiatan pelayanan secara spesifik dan sensitif, dengan memastikan pemenuhan pangan dan gizi keluarga melalui diversifikasi pangan berbasis lokal. Selain itu juga berupa pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestai (KRPL), serta peningkatan konsumsi pagan bergizi.

"Kita juga butuh kolaborasi terkait perubahan perilaku, maka kita butuh bantuan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jatim. Sedangkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, maka kita butuh peran dari Dinas Kominfo yang akan mempublikasikan semua terkait stunting. Dengan Kominfo, kita juga bisa kampanye komunikasi publik berkelanjutan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," terang Dr. Erwin. 

Sementara itu sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, yang dibacakan Sekretaris  Badan BKKBN, Nyigit Wudi Amini, mengatakan, selama periode dua tahun terakhir, prevalensi stunting di tingkat nasional mengalami penurunan sebesar 3,27.

Dengan perkembangan pelaksanaan Peraturan BKKBN No.12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024 (RAN PASTI), serta mempertimbangkan hasil pemantauan terpadu Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama 17 Kementrian/Lembaga (K/L) di 12 Provinsi Prioritas Stunting, maka diperlukan koordinasi dan rekonsiliasi TPPS Provinsi. Hal ini agar tercapai penurunan angka stunting di daerah yang signifikan

Menurut Perpres 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, maka dibentuklah TPPS mulai Tingkat Pusat-Kabupaten/Kota-Kecamatan hingga ke tingkat Desa. Adapun TPPS bertugas mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting secara efektif, konvergen, dan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah.

Sementara itu, berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri Nomor 050/4890/SJ tanggal 24 Agustus 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Daerah yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia, meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting untuk membuat laporan Percepatan Penurunan Stunting di daerahnya.

Selanjutnya, pada poin 5 SE Kementerian Dalam Negeri menyebutkan bahwa laporan penyelenggaraan percepatan penurunan stunting di Kabupaten/Kota disampaikan  oleh Gubernur kepada Menteri Dalam Negeri selaku wakil Ketua pelaksana Bidang Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Pelaporan tersebut dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada Juli (semester I) dan bulan Januari (semester II) tahun berikutnya.

"Namun, hingga bulan September 2022 belum ada laporan Provinsi Jawa Timur Semester I dan Semester II yang tersusun. Berkaitan dengan kondisi tersebut, maka perlu adanya rapat koordinasi untuk percepatan penyusunan laporan TPPS Provinsi Jawa Timur," kata Nyigit.

Berita Terbaru

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis bagi Warga Kurang Mampu

Rabu, 14 Okt 2026 13:25 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Yayasan John Fawcett Foundation atau JFF…

Tingkatkan Capaian Aktivasi IKD, Disdukcapil Probolinggo Gencarkan Jemput Bola

Tingkatkan Capaian Aktivasi IKD, Disdukcapil Probolinggo Gencarkan Jemput Bola

Rabu, 14 Okt 2026 13:17 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui pelayanan "jemput bola" dan perluasan akses layanan di seluruh kecamatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

Kurangi Risiko Kecelakaan, Pemkab Pasuruan Optimalkan Lalu lintas Simpang Patung Sapi

Kurangi Risiko Kecelakaan, Pemkab Pasuruan Optimalkan Lalu lintas Simpang Patung Sapi

Rabu, 14 Okt 2026 13:11 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Guna mengurangi risiko kecelakaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan berkomitmen meningkatkan keselamatan lalu lintas di…

Bahana Bersahaja di Sidomulyo, Bupati Madiun Dorong Potensi Desa Terus Dikembangkan

Bahana Bersahaja di Sidomulyo, Bupati Madiun Dorong Potensi Desa Terus Dikembangkan

Rabu, 14 Okt 2026 13:08 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 13:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan program Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat dan Sejahtera (Bahana Bersahaja) menjadi sarana p…

Dinilai Hambat Normalisasi Sungai, Pemkab Sidoarjo Tertibkan Jembatan Liar

Dinilai Hambat Normalisasi Sungai, Pemkab Sidoarjo Tertibkan Jembatan Liar

Rabu, 14 Okt 2026 11:49 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berpotensi memicu banjir dan mengganggu keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo…

Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Pemkab Perluas Implementasi Kartu Kredit Indonesia

Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Pemkab Perluas Implementasi Kartu Kredit Indonesia

Rabu, 14 Okt 2026 11:43 WIB

Rabu, 14 Okt 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna memperkuat percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi keuangan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan…