Cuaca Ekstrem, Petani Tambak Vanamei Enggan Tabur Benih Ikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seorang penjual benih udang vanamei di Lamongan mengaku sepi pembeli. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Seorang penjual benih udang vanamei di Lamongan mengaku sepi pembeli. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Cuaca ekstrem yang melanda di Lamongan cukup berdampak. Petani ikan tambak yang biasanya sudah berani menabur ikan vanamei karena air sudah datang, sekarang memilih membiarkannya sampai benar-benar kondisi cuaca stabil. 

Pembiaran ini cukup beralasan, lantaran petani tidak ingin menambah beban kerugian atas kondisi cuaca yang belum stabil ini. Kalau dipaksakan ditabur, benih ikan vanamei berpotensi mati.

"Kalau cuaca ekstrem pengaruh juga pada kondisi air di tambak, dan biasanya kalau air tambak kerap berubah- ubah bisa memicu matinya benih udang Vanamei, " kata Kadam Mustoko seorang petambak asal Desa Weduni Kecamatan Deket, Lamongan, Rabu (23/11/2022).

Disebutkannya kondisi cuaca yang belum stabil ini, sangat pengaruh dengan tambak budidaya seperti di Lamongan ini. Apalagi ada sisa batang jerami padi yang bekas panen. "Jerami itu bisa membusuk dan berpengaruh dengan kehidupan populasi benih ikan. Istilah e ya cuacanya belum mendukung. Jadi sementara dibiarkan dulu," katanya.

Karena keengganan petani tambak menabur benih, sejumlah penjual benih ikan di Lamongan mengaku merasakan dampaknya. Kondisi ini membuat ketir-ketir penjual, karena ketersediaan benih jauh-jauh sudah dipersiapkan.

Sebelum cuaca ekstrem, seorang penjual benih udang Vanamei bisa menjual rata - rata 500 rean per hari, sekarang hanya rata-rata mendapatkan pesanan 100 hingga 115 rean per hari.

Salah satu penjual benih udang Vanamei, Suwandi di Kecamatan Deket mengatakan, sepinya permintaan dikarenakan dampak cuaca buruk. "Cuaca ekstrem ini yang membuat petambak enggan dan takut kalau benihnya akan mati dan terseret arus, karena arus deras air yang sewaktu-waktu datang," ungkapnya.

Kondisi yang demikian ini sampai kapanpun ia belum mengetahui, kerugian sudah pasti. Ia hanya bisa berharap dampak sepinya permintaan akibat cuaca buruk segera berakhir. "Jika cuaca ekstrem tidak rendah, maka seluruh benih udang Vanamei jenis lokal yang ada di kolam penampungan terancam mati," katanya.

Benih udang Vanamei di bak penampungan akan terselamatkan, ketika banyak permintaan. Kini ia harus bertahan untuk memelihara stok benih Vanamei yang pesan untuk memenuhi kebutuhan petambak di Lamongan.

Menurut Suwandi, keadaan ini tidak hanya ia alami, banyak juragan benih ikan-udang Vanamei yang mengalami nasib serupa dengannya.

Sementara ini yang masih laku adalah benih ikan mujaer, tombro, putihan. Untuk benih bandeng yakni, nener dan benih udang Vanamei belum banyak dibutuhkan. jir

Berita Terbaru

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Banyuwangi – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung p…