Sekolah Penggerak Melatih Kemandirian Siswa dalam Belajar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Sekolah SMPN 3 Sapeken Kab. Sumenep,  Ibnu Ma'rup, S.Pd, M. Si, di ruang kerjanya. SP/Ainur Rahman
Kepala Sekolah SMPN 3 Sapeken Kab. Sumenep,  Ibnu Ma'rup, S.Pd, M. Si, di ruang kerjanya. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala sekolah SMPN 3 Sapeken Kab. Sumenep,  Ibnu Ma'rup, S.Pd, M.Si, kepada Surabaya pagi mengatakan, bahwa program Implementasi kurikulum merdeka (IKM) memberikan nuansa berbeda dibandingkan K13.

Menurutnya, implementasi kurikulum merdeka (IKM) mampu memberikan ruang kreasi belajar terhadap siswa-siswinya di sekolah, sebab metode pembelajarannya di kelas lebih didominasi oleh siswa, dan guru hanya menjadi pembimbing saja. 

Ia juga mengatakan, jika kurikulum merdeka bisa mencetak karakter dan mengasah keterampilan siswa.

"Untuk SMPN 3 Sapeken, kita sudah dua tahun ini menggunakan implementasi kurikulum merdeka (IKM), dan  selama satu tahun pelajaran, hasilnya sudah terlihat kemampuan siswa persatu tahun pelajaran," katanya kemarin.

Ia juga mengatakan, upaya dalam penguatan IKM di sekolahnya, juga memberikan bimbingan berbasis peningkatan pendidikan karakter, yakni, Proyek penguatan profil pelajar  pancasila  (P5) tahun pelajaran 2022-2023.

 "Sekolah sudah  melaksanakan beberapa kegiatan P5 terhitung sejak, Januari-sampai Maret 2022, setiap Triwulan kita menggelar kegiatan proyek penguatan profil pelajar pancasila," tegasnya.

Pada bulan Januari sampai Maret, sekolah menggelar kegiatan proyek dengan tema, kewirausahaan, sebagai gambaran agar siswa bisa mandiri dan menjadi siswa yang preneur, sebagai penanggung jawab  kegiatan adalah Huzali ST. 

Selanjutnya, di bulan April sampai Juni,  dengan tema gaya hidup berkelanjutan, hal ini, siswa diajari pola hidup sehat dengan kreasi, edukasi dan inovatif,  sebagai penanggungjawab kegiatan, adalah Harianto S.Pd.

Sementara, pada bulan Juli  sampai September,  proyek kegiatan dengan tema demokrasi,  jadi siswa diajari hal bagaimana mengambil keputusan yang benar serta langkah yang bijak dalam mengatasi persoalan secara demokratis, sebagai penanggung jawab kegiatan, Amin A.Md.

Dan di akhir kegiatan proyek P5 itu, yakni di bulan Oktober dan Desember, mengambil tema, "Kearifan lokal " hal ini siswa diajak mengenal kebudayaan dan tradisi daerah masing-masing, sebagai penanggung jawab kegiatan adalah, Mahyatu S.Pd.

"Setiap guru sudah memiliki keahlian pada bidang-bidang tertentu, jadi mereka diberikan tugas dan tanggung jawab khusus dalam mendampingi siswa belajar dalam kelas maupun diluar kelas," tegasnya.

Dikatakan kepsek, sekolah yang sudah termasuk kedalam Program Sekolah Penggerak (PSP) itu sudah dipastikan menggunakan implementasi kurikulum merdeka (IKM) jelasnya.

"Sekolah SMPN 3 Sapeken, sudah dua tahun ini menggunakan program IKM, selain memang sudah termasuk  kepada Program Sekolah penggerak (PSP) dan melaksanakan program P5 tersebut," terangnya.

Kedepannya, pihaknya akan terus menggali potensi siswa melalui keterampilan yang dimiliki, tentu dalam hal ini bakat mereka terlihat dari tingkat kecerdasan di dalam kelas maupun diluar kelas.

"Kita bisa melihat potensi siswa itu melalui laporan para guru pembimbingnya, baik lewat kegiatan sekolah seperti kegiatan OSIS dan Pramuka, selain itu juga kita sediakan sarana prasarana dalam proses belajarnya," imbuhnya.

“Harapan kita sebagai kepala sekolah SMPN 3 Sapeken Kab. Sumenep, mengajak siswa-siswi untuk belajar proaktif semangat dan inovatif, memiliki dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…