Imbas Erupsi Semeru, 13 Sekolah Diliburkan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 05 Des 2022 19:36 WIB

Imbas Erupsi Semeru, 13 Sekolah Diliburkan

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Sebanyak 13 sekolah di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang diliburkan usai erupsi Semeru. Belasan sekolah itu terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Pronojiwo Suparto mengatakan 13 sekolah yang diliburkan itu tersebar di tiga wilayah terdampak. Wilayah itu meliputi Desa Supit Urang, Desa Oro-Oro Ombo, dan Desa Sumberurip.

"Jadi ada 11 SD dan dua sekolah lain SMP. Total untuk siswa di 11 SD ada 125 siswa dan ditambah dengan lembaga lain (SMP) total 250 siswa," ujar Suparto kepada awak media, Senin (5/12/2022).

Keputusan meliburkan sekolah diambil karena saat ini situasi Gunung Semeru belum kembali kondusif. Hal itu membuat banyak wali murid juga mendukung agar sekolah diliburkan sementara.

"Masih ada kekhawatiran dari orang tua. Kami lihat cuacanya sekarang juga nggak baik untuk kesehatan anak-anak, kan," kata Suparto.

Sementara terkait berapa lama 13 sekolah itu akan diliburkan. Pihaknya belum bisa memastikan, menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.

"Untuk situasi belum menentu. Kami menunggu instruksi lanjutan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang," tandasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana Gunung Semeru. Status tanggap darurat itu berlaku selama 14 hari ke depan hingga 17 Desember 2022.

Baca Juga: Pilu! Disabilitas Asal Lumajang Jadi Korban Rudapaksa Orang Tak Dikenal hingga Hamil dan Melahirkan


Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi menjelaskan, status tanggap darurat itu berlaku sejak status Semeru naik menjadi awas atau level IV.

"Sejak PVMBG menaikkan status dari 3 menjadi 4 awas, bupati lumajang mengeluarkan SK status tanggap darurat erupsi Semeru selama 14 hari hingga 17 desember," jelas Patria, Senin (5/12/2022) siang.

Patria menambahkan, pihaknya dibantu Polri, TNI, hingga relawan terus siaga memantau perkembangan Semeru. Pihaknya terus mengawasi masyarakat agar tidak nekat beraktivitas di dekat Semeru.

"Fokus kami evakuasi masyarakat di zona merah yang tidak boleh ada aktivitas, apalagi statusnya awas seeprti sekarang ini," tambah Patria.

Baca Juga: Januari-Maret, 6 Orang di Lumajang Meninggal Karena DBD

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU