Diduga Pungli Bansos Berkedok Shodaqoh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sampang, - Adanya Bantuan Sosial (Bansos) menjadi sebuah harapan bagi masyarakat kurang mampu, namun ada - ada aja kelakuan oknum aparat Pemerintah Desa (Pemdes) Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur, untuk mendapatkan sesuatu, diduga lakukan pungli berkedok shodaqoh.

Menurut salah satu narasumber terpercaya berinisial A, menjelaskan, setiap bantuan baik itu PKH yang berupa Uang Tunai, maka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus menyetorkan kepada Oknum Pemdes Jrangoan, bervariasi.

“Para KPM setelah menerima uang tunai, maka harus memberikan uang kepada oknum Pemdes setempat, dengan dalih Shodaqoh," serunya.

Jika bantuannya dibawah lima ratus ribu, KPM harus menyetor 25 ribu, jika bantuan dibawah Rp 1 juta KPM harus menyetor 50 Ribu, dan yang menerima bantuan Rp 1 juta ke atas maka harus setor Rp 100 ribu.

Masih kata dia, jika KPM ini tidak menyetor, maka akan mendapat ancaman dari para oknum Pemdes, jika terjadi apa - apa maka Kepala Desa (Kades) tidak akan membantunya.

“KPM ini diancam, jika tidak menyetor maka dia si oknum tersebut dengan nada kasar mengatakan, awas iya ada apa - apa Klebun (Kades) tidak akan bantu," terangnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kades Jrangoan H. Mustofa, dia mengatakan atas dasar kesepakatan bersama, dia berdalih, uang tersebut untuk shodaqoh acara Desanya.

“Itu hasil kesepakatan bersama, uang itu untuk shodaqoh," katanya.

H. Mustofa menjelaskan hasil uang yang dikumpulkan untuk kegiatan Desa sebanyak 6 kali, yaitu untuk Hail Bujuk, Haul Masyayikh dan lain sebagainya, sedangkan sisanya ditanggung Desa.

“Uang itu untuk kegiatan Desa, seperti Acara Haul, dan lain - lain, sisanya kami yang nanggung untuk suksesnya acara. Sedangkan hasil sumbangan dari masyarakat uangnya dipegang bendahara kegiatan," katanya. gan

Tag :

Berita Terbaru

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…

Menkeu: Jangan Ejek Ekonomi Kita Jelek, Lihat 20 Tahun Lagi

Menkeu: Jangan Ejek Ekonomi Kita Jelek, Lihat 20 Tahun Lagi

Senin, 23 Feb 2026 20:03 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan banyak warga yang mengejek situasi ekonomi Indonesia saat ini jelek,…

Menag Naik Jet Pribadi, Lapor KPK, Khawatir Dituding Gratifikasi

Menag Naik Jet Pribadi, Lapor KPK, Khawatir Dituding Gratifikasi

Senin, 23 Feb 2026 20:00 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, patut ditiru. Ia melaporkan dugaan gratifikasi menumpangi pesawat jet pribadi mantan Ketua…

Umroh Ramadhan, Bisa Manfaatkan Mobil Golf Tawaf

Umroh Ramadhan, Bisa Manfaatkan Mobil Golf Tawaf

Senin, 23 Feb 2026 19:59 WIB

Senin, 23 Feb 2026 19:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Indonesia jadi negara kedua jemaah umroh terbanyak dunia 2025, kalahkan Arab Saudi. Dari Nusuk sampai kebijakan visa. Umroh tahun…