Sidang Perdana Penistaan Agama, Nur Hudi Sudah Merengek Minta Dihukum Ringan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana sidang online kasus penistaan agama di ruangan sidang PN Gresik, hanya tampak majelis hakim dan para jurnalis, Kamis (8/12/2022). SP/Grs
Suasana sidang online kasus penistaan agama di ruangan sidang PN Gresik, hanya tampak majelis hakim dan para jurnalis, Kamis (8/12/2022). SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Nur Hudi Didin Arianto, anggota DPRD Gresik dari Fraksi Partai Nasdem belum apa-apa sudah merengek memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Padahal sidang kasus penistaan agama yang menjeratnya baru saja dimulai dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik, Kamis (8/12/2022).

Menanggapi permintaan Nur Hudi itu, Ketua Majelis Hakim M Faktur Rochman menjelaskan bahwa belum saatnya dia sebagai terdakwa menyampaikan hal tersebut. "Kami saja sebagai majelis hakim belum memeriksa berkas perkara saudara ini. Jadi permintaan saudara sampaikan saja nanti," ujar Fatkur.

Kasus penistaan agama ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing kini memasuki babak persidangan di PN Gresik. Hanya saja, perkara yang menjadi atensi publik Gresik ini disidangkan secara online dengan penggunaan aplikasi zoom. Para pihak berada di tempat terpisah. Sehingga jalannya persidangan tidak berjalan maksimal.

Tim JPU yang dipimpin Kasipidum Kejari Gresik Ludy Himawan membacakan surat dakwaan dari salah satu ruangan kantor kejari, sementara empat terdakwa mendengarkannya dari sebuah ruangan di Rumah Tahanan Banjarjarsari, Cerme, Gresik. Begitu juga majelis hakim memimpin persidangan dari ruang sidang PN Gresik. Para pihak saling terhubung melalui layar monitor di masing-masing ruangan.

Kendati keempat terdakwa didakwa dengan dakwaan yang sama, yakni dengan pasal 156a KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, namun JPU dalam kasus ini melakukan splitsing atau pemisahan perkara.

Pemisahan tersebut masing-masing dengan terdakwa Nur Hudi Arianto, kemudian dengan dua terdakwa masing-masing Saiful Arif (46) selaku pemeran pengantin pria dan Sutrisna alias Krisna (47) yang berperan sebagai penghulu pernikahan.

Lalu perkara ketiga dengan terdakwa Saiful Fuad alias Arif Saifullah (45) yang dalam kasus ini berperan sebagai pembuat dan penyebar konten pernikahan menyimpang ini.

Dalam surat dakwaan, JPU secara gamblang menguraikan peristiwa penistaan agama yang dilakukan oleh keempat terdakwa dengan peran dan tugas masing-masing.

Niat awal untuk menggelar ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing itu dicetuskan oleh terdakwa Arif Saifullah sepulang dari Pasuruan bersama terdakwa Nur Hudi Didin Arianto pada 31 Mei 2022. Tujuannya, selain untuk kedamaian Indonesia juga untuk mengisi konten akun media sosial milik terdakwa Arif.

Singkat cerita, pada 5 Juni 2022 digelar pernikahan manusia dengan seekor kambing di padepokan Ki Ageng Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng. Selaku tuan rumah, terdakwa Nur Hudi mengundang beberapa tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk menyaksikan perhelatan pernikahan tak biasa itu.

Dalam ritual nikah nyeleneh itu terdakwa Saiful Arif berperan sebagai pengantin pria. Dia dinikahkan dengan seekor kambing jenis domba yang diberi nama Sri Rahayu binti Bejo dengan mahar uang sebesar Rp22 ribu. Bertindak sebagai penghulu adalah terdakwa Sutrisna alias Krisna.

Menurut JPU, prosesi ritual pernikahan itu dilakukan secara syariat Islam. Termasuk ucapan ijab qabul yang mirip diucapkan dalam tradisi pernikahan Islam.

Mengutip pendapat Ketua MUI Gresik KH Mansur Sodiq, JPU menegaskan bahwa ritual pernikahan manusi dengan seekor kambing yang digelar keempat terdakwa telah melecehkan syariat pernikahan dalam Agama Islam.

Sehingga para terdakwa didakwa telah melakukan penistaan terhadap ajaran agama sesuai pasal 156a KUPH jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sidang berikutnya akan dilanjutkan Kamis pekan depan (15/12) dengan agenda mendengarkan keinginan para terdakwa, mau mengajukan eksepsi (keberatan) atau tidak. Pasalnya, pada sidang hari ini keempat terdakwa belum didampingi penasehat hukum, sehingga mereka belum bisa memberi jawaban seputar pengajuan eksepsi. grs

Berita Terbaru

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

Jumat, 12 Jun 2026 12:00 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati di Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo menggerakkan program Sidoarjo Asri atau…

Dengan Pola Tawarkan Bermain Sex, Kelompok Remaja Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Dengan Pola Tawarkan Bermain Sex, Kelompok Remaja Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Jumat, 12 Jun 2026 10:38 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Hanya berbekal Aplikasi kencan, ketiga remaja di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota pada Minggu 10 Mei 2026, setelah terima laporan…

Raih Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Kupas Tuntas Pentingnya Belanja Pemerintah Tepat Sasaran di Jawa Timur

Raih Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Kupas Tuntas Pentingnya Belanja Pemerintah Tepat Sasaran di Jawa Timur

Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, resmi menuntaskan sidang promosi doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dengan m…

Perkuat Stok dan Stabilkan Harga, BULOG Mojokerto Gelontor MinyaKita di Pasar Tanjung 

Perkuat Stok dan Stabilkan Harga, BULOG Mojokerto Gelontor MinyaKita di Pasar Tanjung 

Jumat, 12 Jun 2026 10:25 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto terus memperkuat upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui penyaluran minyak goreng M…

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …