SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 44,17 juta atau 16 persen masyarakat Indonesia melakukan perjalanan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada tahun ini. Hal itu berdasarkan survei Kemenhub melalui Badan Kebijakan Transportasi.
"Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), potensi pergerakan pada Nataru tahun ini adalah 44,1 juta penumpang atau 16 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 44,17 juta orang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (13/12/2022).
Budi menjelaskan peningkatan pergerakan terjadi lantaran aktivitas masyarakat masih dibatasi karena adanya Covid-19 selama dua tahun terakhir. Namun, pemerintah tidak membatasi mobilitas masyarakat pada tahun ini.
Selain itu, momentum Nataru juga bertepatan dengan libur sekolah yang diperkirakan berdampak kepada lonjakan mobilitas masyarakat yang lebih itu. Maka dari itu, Budi menekankan, demi keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan penumpang umum, harus ada manajemen lalu lintas dan transportasi pada Nataru.
Budi mengatakan bahwa jumlah potensi pergerakan masyarakat tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2021 lalu sebanyak 13 persen penduduk.
Adapun pergerakan masyarakat akan didominasi oleh mobil pribadi sebanyak 28,26 persen dan sepeda motor sebanyak 16,47 persen.
Sedangkan penggunaan moda terbanyak masih menggunakan angkutan jalan dengan jumlah total sekitar 67,97 persen.
“Diperkirakan kereta api 13 persen, bus 11 persen, pesawat 11 persen, kapal penyeberangan 4 persen, dan kapal laut 2 persen," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut bahwa masyarakat yang berpergian selama Natal dan tahun baru paling banyak berasal dari Jabodetabek, yakni 7,1 juta.
"Jawa Timur 6,2 juta, Jawa Tengah 5,8 juta, Jawa Barat 4,4 juta, Sumatera Utara 3 juta," ujarnya.
Sementara untuk provinsi tujuan pelaku perjalanan terbanyak diprediksi menuju wilayah Jawa Tengah sebanyak 19,7 persen atau 8,7 juta orang, Jawa Timur 17,5 persen atau 7,7 juta orang, Jawa Barat 14,6 persen atau 6,5 juta orang, dan sisanya menuju Jabodetabek dan Yogyakarta.
"Sementara untuk Kota/Kabupaten daerah wisata menjadi tujuan terbanyak pergerakan Nataru yaitu Yogyakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bogor," ujarnya.
Jalur utama yang paling banyak akan dilalui mobil adalah jalur tol sebesar 58,7 persen dan jalur ateri sebesar 41,3 persen.
Budi menilai dengan meningkatkan aktivitas pergerakan masyarakat, maka diharapkan penumpang bisa memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan aturan perjalanan, baik dari Satgas Penanganan Covid-19 maupun Instruksi Mendagri. jk
Editor : Redaksi