KPPU dan Unisda Fasilitasi UMKM Bertransformasi Platform Pasar Digital

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KPPU, H. M. Afif Hasbullah saat membuka workshop di kampus Unisda Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Ketua KPPU, H. M. Afif Hasbullah saat membuka workshop di kampus Unisda Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Dalam upaya ikut mendorong dan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan memberikan fasilitas UMKM Bertransformasi Platform Pasar Digital dengan menggelar Workshop, Kamis (15/12/2022).

Workshop dengan mengambil tema 'Meningkatkan Ekosistem Digital UMKM dalam Menyongsong Ketahanan Ekonomi Nasional' tersebut, menghadirkan beberapa narasumber Nasional maupun Jawa Timur dan dibuka secara langsung oleh ketua KPPU, H. M. Afif Hasbullah.

Workshop yang dihadiri ratusan pelaku UMKM di Lamongan ini, selain menerima materi dari narasumber, juga disediakan pusat layanan konsultasi baik terkait legalitas perijinan, modal, sertifikasi halal, pajak NPWP hingga pengawasan usaha.

"Kegiatan kami menggandeng Unisda pertama untuk sosialisasi terkait dengan prinsip-prinsip persaingan usaha, kemudian yang kedua itu adalah terkait dengan pengawalan terhadap transformasi digital bagi pelaku usaha UMKM," kata Afif panggilan akrab ketua KPPU kepada wartawan.

Disebutkan olehnya, workshop ini digelar KPPU dan Unisda ingin memberikan informasi dan layanan, jangan sampai pelaku usaha UMKM ini mendapatkan perlakuan yang tidak setara, ataupun perlakuan tidak adil dengan mitranya yakni pelaku usaha besar di dalam suatu situasi transformasi pasar digital platform.

Platform pasar digital kata Afif, tentu karakteristiknya berbeda jadi perlu ada pemahaman dan literasi yang lebih baik bagi pelaku usaha UMKM. "Jangan sampai saat mereka itu masuk di dalam platform pasar digital ada perjanjian kemitraan yang merugikan kepentingan UMKM," bebernya

Perjanjian kemitraan yang merugikan tersebut lanjut Afif jangan sampai UMKM kemudian dikendalikan lalu mereka dikuasai dan dimiliki oleh pelaku usaha besar. "Masih banyak seperti ini, jangan rugikan pelaku UMKM,  kalaupun ada konflik ataupun permasalahan itu harusnya ada sebuah jalan keluar yang win-win solution,"harapnya.

Jadi tambah Afif kerjasama terbuka menjadi keharusan, agar tidak terjadi lagi memanfaatkan UMKM. Ia lantas menyebut mengenai penyalahgunaan posisi dominan oleh pihak Google yang memaksakan untuk penggunaan pembayaran itu adalah memakai aplikasi Google play billing, sehingga ini menutup peluang bagi aplikasi pembayaran yang lain.

"Google ini ikut main di situ nah tentu merugikan sehingga harapannya,  kalau dalam prinsip persaingan usaha itu setiap pelaku usaha di dalam pasar harus mempunyai kesempatan yang sama, jangan sampai kemudian karena ini pasarnya punya platform tertentu, maka dia hanya memberikan apa namanya itu privilege kelebihannya kepada apa namanya usaha-usaha yang miliknya sendiri," ujarnya.

Padahal dalam dunia usaha yang benar adalah semua diberikan kesempatan yang sama. Karena ini sistemnya memang maaf ya pakai algoritma jadi ukuran-ukuran seperti itu yang paling ngerti paling paham ya pemilik platform-nya sendiri. "Ke depan memang tantangannya cukup berat, sehingga kita bekali terus pelaku UMKM agar mereka mengetahui dan memahami apa yang harus mereka lakukan dan mereka dapatkan ketika sudah masuk platform pasar digital," terangnya.

Sementara itu, pelaku UMKM di Indonesia khususnya di Jawa Timur sekitar 7,8 ribu para pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan dan menggunakan platform pasar digital untuk memasarkan produk yang dihasilkan. Sisanya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk terus mendorong dan mentransformasi Platform Pasar Digital. jir

Berita Terbaru

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep- Advokat sekaligus pelapor penggelapan tanah kas desa (TKD) di Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep …

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Memasuki musim kemarau 2026 dengan cuaca panas dan minimnya curah hujan justru berdampak positif terhadap dan membawa berkah…