Lapak Dibongkar Satpol PP, Ratusan PKL Pasar Larangan Tuntut Keadilan ke DPRD Sidoarjo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Sidoarjo - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar larangan Sidoarjo menyampaikan aspirasinya kepada pejabat pemerintah terkait kejujuran yang dilakukan oleh Satpol PP DPRD Sidoarjo tidak berkoordinasi terkait pembongkaran Lapak. Pedagang meminta keadilan kepada DPRD Sidoarjo karena selama ini sudah membayar lahan tersebut tetapi ketika ada penggusuran tidak melakukan koordinasi sebelumnya.

Dalam hal ini mereka menyampaikan bahwa tanggal 12 Desember pukul 11.30 sampai dengan selesai situasi kondisi di Pasar Larangan tidak stabil hingga tanggal 19 Desember menindaklanjuti. Para pedagang Pasar Larangan Sidoarjo merasa dirugikan.

Sesuai dengan petunjuk Bapak ketua DPRD yang diadakan audisi dengan komisi B DPRD Sidoarjo dan instansi terkait antara lain Disperindag Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo, Instansi Pemerintah dan badan serta satuan tugas lainnya.

Ramos Ketua Paguyuban PKL Pasar Larangan Sidoarjo menuturkan, kami hanya ingin keadilan koordinasi dengan baik, intinya aksi damai. Kami mewakili ratusan pedagang PKL yang ada di Pasar Larangan ini. Mereka sudah membeli lahan bervariatif mulai harga Rp. 5 Juta. Kalaupun ada pembongkaran mohon untuk ditunda pelaksanaannya.

"Kami kaget, bahwa akan diadakan pembongkaran atau pemindahan secara paksa yang diduga akan dilaksanakan dalam Minggu ini serta mencegah terjadinya perselisihan karena konflik kepentingan. Maka kami berharap dengan sangat kepada Bapak Ketua DPRD Sidoarjo terlebih dahulu menghubungi pihak terkait untuk menunda pelaksanaan pembongkaran," ungkapnya.

Penertiban lapak pedagang di Pasar Larangan Sidoarjo ini sengaja dilakukan untuk menata ulang pasar dengan merelokasi lapak pedagang ke tempat lain, namun pedagang menolak. Namun fakta di lapangan, alasan mereka sudah membayar sejumlah uang kepada petugas pasar setiap bulan dan membayar uang tunai senilai 5 juta rupiah perlapak sebelum mereka menempati lapak mereka.

Sejumlah pedagang yang diantaranya kalangan emak ini menolak ditertibkan dan dipindahkan, karena mereka telah membayar sejumlah uang kepada oknum petugas pasar.

Mariyam salah satu pedagang menjelaskan, "kami membayar senilai Rp. 5 Juta kepada petugas sebelum menempati lapak. Belum lagi iuran bulanan, seperti sampah dan uang harian. Kami merasa dirugikan kalau hanya di bongkar mendadak tanpa ada koordinasi. Keluarga kami makan apa," jelasnya. 

Disinggung soal kebenaran ini, Koordinator PKL di lapangan, Haji Heri didampingi Pedagang Hadi Susanto menambahkan, penolakan dari kami atas dasar 1 yang diundang depan saja. Sementara dari kami PKL, Parkir, dan lain lain tidak diundang soal bongkaran untuk diajak koordinasi. Untuk tarikan perbulan hampir Rp. 11 Juta. Kami ada bukti kwitansinya.

"Kita inginnya duduk bersama, diketemukan yang enak. Disini, kami tidak dilibatkan, kami rakyat kecil dipojokkan tanpa ada koordinasi. Kami inginkan aksi damai, jadi pemerintah jangan sepihak. Kami menghidupi keluarga, tolong nasib kami juga diperhatikan," pungkasnya. Byb

Tag :

Berita Terbaru

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…