OJK Sebut Gap Literasi dan Inklusi Keuangan Turun jadi 35,42 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Foto: OJK.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Foto: OJK.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan adanya penurunan gap antara literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat di Indonesia.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa hasil survey nasional literasi dan inklusi keuangan 2022 mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan hasil survey pada 2019.

Mengacu pada data survey tersebut, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen, naik dibandingkan 2019 yang hanya 38,03 persen. Sementara indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 85,1 persen, meningkat dibandingkan survey sebelumnya pada 2019, yaitu sebesar 76,19 persen.

“Hal tersebut menunjukan jarak antara literasi dan inklusi semakin menurun, dari tadinya gap-nya pada 2019 sebesar 38 persen menjadi 35,42 persen pada 2022,” kata Friderica dalam konferensi pers, Senin (19/12/2022).

Inklusi adalah angka yang menunjukkan seberapa besar populasi di kawasan tertentu sudah terjangkau dengan produk jasa keuangan seperti rekening tabungan, deposito, asuransi atau kegiatan di keuangan mikro atau mengajukan kredit dan pembiayaan untuk konsumsi dan sebagainya.

Sedangkan literasi merujuk kepada apakah yang memiliki akses keuangan tersebut memiliki pemahaman mengenai manfaat dari akses dan risiko yang tidak diinginkan, dari jasa keuangan palsu, ilegal, dan yang bodong.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, meski inklusi besar, namun untuk literasi rendah. Artinya tingkat risiko kerawanan mereka yang memiliki akses keuangan masih tinggi dengan gap besar itu. Jadi besar risikonya.

Mahendra menambahkan, celah risiko yang ada itu kemudian dimanfaatkan dan dimanipulasi melalui berbagai modus aktivitas penipuan bahkan sejak 20-30 tahun lalu. Risiko ini semakin meningkat seiring dengan maraknya aktivitas ilegal yang dapat diakses secara daring.

Lebih lanjut, Friderica menyampaikan bahwa ke depan OJK akan terus mengupayakan untuk menurunkan gap antara literasi dan inklusi keuangan tersebut melalui berbagai program yang nantinya akan disiapkan oleh OJK.

“Kami akan menyiapkan berbagai program yang akan kita lakukan untuk mengecilkan gap. Program yang kami siapkan nantinya akan berbeda-beda seiring dengan kelompok masyarakat di Indonesia yang juga berbeda-beda,” terang Friderica. jk

Berita Terbaru

Lewat TS Park, Pemkot Surabaya Optimalkan Pendapatan dan Transaksi Parkir Non Tunai

Lewat TS Park, Pemkot Surabaya Optimalkan Pendapatan dan Transaksi Parkir Non Tunai

Rabu, 23 Sep 2026 11:04 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 11:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berkat aplikasi digital tax surveillance park (TS Park), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pendapatan Daerah Kota,…

Pemkot Surabaya Verifikasi Ulang Penerima Bansos Tanpa Berpatokan pada Desil

Pemkot Surabaya Verifikasi Ulang Penerima Bansos Tanpa Berpatokan pada Desil

Rabu, 23 Sep 2026 10:53 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti penerima bantuan sosial (bansos) yang sering tidak tepat sasaran, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai…

Putusan Perkara Korupsi, Pemkab Ponorogo Proses Pemberhentian Tetap Sugiri Sancoko

Putusan Perkara Korupsi, Pemkab Ponorogo Proses Pemberhentian Tetap Sugiri Sancoko

Rabu, 23 Sep 2026 10:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menyusul putusan perkara korupsi yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, mulai memproses…

Maraknya Kasus ISPA berfluktuasi, Dinkes Lumajang Perkuat Surveilans

Maraknya Kasus ISPA berfluktuasi, Dinkes Lumajang Perkuat Surveilans

Rabu, 23 Sep 2026 10:45 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti maraknya jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Lumajang berfluktuasi yakni mengalami perubahan…

Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

Usai Pengobatan Penderita Kusta, Pemkab Probolinggo Beri Bansos Usaha Produktif

Rabu, 23 Sep 2026 10:27 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna membantu keluarga penderita kusta usai menjalani pengobatan sebagai bagian dari pendampingan, Pemerintah Kabupaten…

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Antisipasi Banjir Rob 20-30 September 2026, Pemkot Surabaya Siapkan Pintu Air Otomatis

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 10:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi potensi banjir rob di pesisir kota itu pada 20-30 September 2026 akibat fenomena…