Lagi, Nur Hudi Dkk Minta Dilepas dari Jeruji Tahanan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Nur Hudi Didin Arianto dan tiga terdakwa kasus penistaan agama ritual pernikahan manusia dengan seekor kambing kembali meminta penangguhan atau pengalihan penahanan.

Saat ini mereka ditahan di Rumah Tahanan Negara (rutan) Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik. Permintaan itu disampaikan empat terdakwa melalui penasihat hukumnya, Gunadi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Gresik dengan majelis hakim yang diketuai M Fatkur Rochman, Kamis (22/12).

Sebelumnya, keempat terdakwa pernah mengajukan permohonan serupa saat kasus ini masih dalam proses penyidikan. Dan permohonan mereka saat itu dikabulkan karena masa penahanan di tingkat penyidikan sudah hampir habis.

Persidangan kasus yang menjadi perhatian publik Gresik ini masih digelar secara online. Karena posisi para terdakwa dan penasihat hukumnya masih terpisah dengan majelis hakim dan jaksa penuntut umum.

Mereka masih ditempatkan di sebuah ruangan di Rutan Banjarsari, Cerme. Sementara majelis hakim dan JPU menempati ruang sidang Candra PN Gresik. Mengapa persidangan masih saja digelar secara semi online padahal pihak terdakwa dan pelapor kasus ini (AMPG) sudah memohon agar dilaksanakan offline.

Majelis hakim berdalih, belum dikabulkannya sidang secara offline karena situasi pandemi Covid-19 hingga saat ini masih melanda. "Kami tidak ingin para terdakwa terinfeksi sehingga bisa mengganggu jalannya persidangan perkara ini," tutur ketua majelis hakim Fatkur Rochman memberi jawaban atas belum dikabulkannya permohonan sidang offline, sebelum mengetuk palu dimulainya persidangan.

Agenda sidang lanjutan hari ini, Kamis (22/12) sebenarnya adalah penyampaian eksepsi atau keberatan dari keempat terdakwa atas surat dakwaan JPU. Namun kesempatan ini tidak digunakan oleh para terdakwa. Melalui penasihat hukumnya, mereka meminta majelis hakim untuk melanjutkan pemeriksaan materi perkara. Namun sebelum majelis hakim menutup sidang, penasihat hukum terdakwa diberi kesempatan untuk membacakan surat permohonan penangguhan penahanan bagi keempat terdakwa.

Dalam dalih permohonannya, terdakwa Nur Hudi mengemukakan bahwa dirinya hingga saat ini masih aktif menjadi anggota DPRD Gresik sehingga dia masih dibutuhkan oleh konstituennya. "Maka mohon kepada majelis hakim yang mulia untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan atau pengalihan penahanan ini," ucap Nur Hudi melalui penasihat hukumnya, Gunadi.

Gunadi dan istri terdakwa Nur Hudi disebut sebagai penjamin atas permohonan penangguhan penahanan Nur Hudi. Permohonan serupa juga disampaikan Gunadi mewakili tiga klien lainnya dalam kasus yang sama. Mereka adalah Saiful Arif (pengantin pria), Sutrisna alias Krisna (penghulu pernikahan) dan Saiful Fuad alias Arif Saifullah (konten kreator).

Gunadi juga menjadi penjamin mereka, selain istri masing-masing terdakwa. Menyikapi permohonan penangguhan penahanan empat terdakwa, pelapor dari Aliansi Perduli Masyarakat Gresik (AMPG) bereaksi keras.

"Saya rasa permohonan penangguhan penahanan ini sangat tidak elok diberikan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik, sebab sidang secara offline hakim beralasan masih pandemi Covid-19, sekarang terdakwa memohon penangguhan penahanan. Sangat kontradiksi jika dikabulkan permohonan penangguhannya," kata Ratna Diah, wakil ketua AMPG usai sidang.

Ratna menambahkan, selama ini penanganan kasus penistaan agama di Gresik terkesan lamban jika dibandingkan dengan penanganan kasus penistaan agama di Jakarta yang sudah selesai dengan cepat. "Kasus ini sudah berlarut-larut putusannya. Di Jakarta itu cepat dan tepat. Kenapa di Gresik ini terkesan diolor-olor. Saya kira masyarakat Gresik sangat keberatan jika para terdakwa diberi penangguhan penahanan lagi. Sebab ini urusan agama," tutupnya dengan tegas.

Sidang selanjutnya akan digelar pada Kamis (29/12) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang akan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum Kejari Gresik. grs

Berita Terbaru

Jerman Tersingkir, Kantor Federasi Sepakbola Jerman Digeledah

Jerman Tersingkir, Kantor Federasi Sepakbola Jerman Digeledah

Kamis, 02 Jul 2026 21:13 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kantor Federasi Sepakbola Jerman (DFB) yang berlokasi di Frankfurt digeledah oleh pihak kepolisian terkait dengan dugaan skandal…

Korupsi Rp 90 miliar, Eks Dirjen Keuangan Hanya Divonis 2 Tahun

Korupsi Rp 90 miliar, Eks Dirjen Keuangan Hanya Divonis 2 Tahun

Kamis, 02 Jul 2026 21:11 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Mahkamah Agung (MA) memberatkan hukuman penjara dan denda eks Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata…

Dua Cewek Selundupkan 12,67 Gram Sabu di Lapas Porong

Dua Cewek Selundupkan 12,67 Gram Sabu di Lapas Porong

Kamis, 02 Jul 2026 21:09 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Upaya penggagalan penyelundupan 12,67 gram sabu sebelum masuk ke area hunian warga binaan di Lapas Kelas I Surabaya. Dua orang…

Berulang Kali Disuap, Bupati Kuansing, Naikan Nilainya

Berulang Kali Disuap, Bupati Kuansing, Naikan Nilainya

Kamis, 02 Jul 2026 21:07 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - KPK temukan kasus penyuapan yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, ternyata sudah berulang kali…

Dua Kurir Sabu, Lolos Manfaatkan Body Scanner Bandara

Dua Kurir Sabu, Lolos Manfaatkan Body Scanner Bandara

Kamis, 02 Jul 2026 21:06 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berdasarkan interogasi, kurir sabu antar provinsi lolos dari Bandara diduga memanfaatkan ketiadaan teknologi body scanner di…

Angelina Sondakh, Mulai Safari Dakwah

Angelina Sondakh, Mulai Safari Dakwah

Kamis, 02 Jul 2026 21:03 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 21:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Angelina Sondakh menjadi sorotan ketika beberapa kali tidak pernah hadir dalam acara yang dibuat oleh Aaliyah Massaid. Namun,…