Golongan Darah Timbulkan Risiko Kesehatan yang Berbeda-Beda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Manusia bisa memiliki golongan darah yang berbeda-beda. Perbedaan golongan darah ini ternyata bisa mempengaruhi risiko tiap individu terhadap penyakit jantung.

Dilansir dari Cnet, secara umum, golongan darah bisa terbagi menjadi A-positif, A-negatif, B-positif, B-negatif, O-positif, O-negatif, AB-positif, dan AB-negatif. Huruf A, B, dan O pada golongan darah merepresentasikan beragam bentuk gen ABO, yang memprogram sel darah untuk membentuk golongan darah yang berbeda.

Pada orang dengan golongan darah AB misalnya, tubuh akan diprogram untuk memproduksi antigen A dan B pada sel darah merah. Sedangkan orang dengan golongan darah O tak memproduksi antigen apa pun.

Di sisi lain, keterangan "positif" dan "negatif" menunjukkan keberadaan protein di dalam sel darah merah. Bila darah memiliki protein, maka darah tersebut adalah Rhesus atau Rh positif.

Golongan darah O negatif disebut sebagai donor universal karena tak memiliki antigen serta protein. Artinya, golongan darah O negatif bisa diterima oleh semua orang dalam kondisi emergensi.

Perbedaan golongan darah ternyata juga dapat mempengaruhi risiko seseorang terhadap penyakit jantung. Menurut American Heart Association, orang-orang dengan golongan darah A, B, dan AB cenderung lebih berisiko terhadap serangan jantung atau gagal jantung dibandingkan golongan darah O.

Peningkatan risiko yang terjadi memang tak begitu besar, yaitu 8 persen untuk serangan jantung dan 10 persen untuk gagal jantung pada golongan darah A atau B. Akan tetapi, perbedaan dalam kejadian pembekuan darah tampak jauh lebih tinggi.

Menurut studi, orang-orang dengan golongan darah A dan B memiliki risiko 51 persen lebih besar untuk mengalami trombosis vena dalam. Mereka juga memiliki risiko 47 persen lebih tinggi untuk mengalami emboli paru, yaitu gangguan pembekuan darah berat yang bisa meningkatkan risiko gagal jantung.

Ahli hematologi dari Penn Medicine, Dr Douglas Guggenheim, menilai peningkatan risiko pada golongan darah A, B, atau AB ini berkaitan dengan peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Protein dalam golongan-golongan darah tersebut kemungkinan berperan dalam mendorong terjadinya lebih banyak sumbatan di vena dan arteri, sehingga risiko bekuan darah dan penyakit jantung meningkat.

Menurut Dr Guggenheim, situasi yang sama juga terjadi dalam kasus Covid-19. Risiko Covid-19 berat cenderung lebih rendah pada pemilik golongan darah O. Riwayat Covid-19 berat diketahui kerap memicu terjadinya masalah jantung dan penyakit kardiovaskular lain.

Meski orang dengan golongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung dan bekuan darah, mereka cenderung lebih berisiko terhadap masalah kesehatan lain. Menurut studi, wanita pemilik golongan darah O lebih berisiko terhadap gangguan perdarahan.hlt/gol

Tag :

Berita Terbaru

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Transformasi digital membuka peluang baru bagi pelestarian budaya Indonesia. Melalui MajaCraft.id, karya para pengrajin dan…

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan di Dukuh Karanggayam, Desa Sukosari,…

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS…

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan…

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -Tiga Sekolah Dasar di wilayah kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak memperoleh Siswa maupun Siswi baru saat  PPDB (Penerimaan …