Bupati Mojokerto Dukung Penanaman Tanaman MUK untuk Tingkatkan Kesejahteraan dan Kelestarian Hutan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian hutan serta secara khusus untuk meningkatkan ketahanan pangan di Bumi Majapahit.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menghadiri secara langsung pelaksanaan penanaman tanaman Multi Usaha Kehutanan (MUK) di kawasan hutan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto.

Kegiatan MUK yang diinisiasi oleh Perum Perhutani KPH Mojokerto, akan menggarap lahan kurang lebih seluas 34,1 Ha, yang berada disepanjang jalan Kupang sampai Dawarblandong.

Pada pelaksanaannya, selain menanam tanaman pangan yang meliputi padi, jagung, cabai, dan sebagainya.

Adapun, sedikitnya 250 bibit dengan jenis tanaman buah-buahan seperti nangka, sirsak, jambu kristal, dan durian yang akan ditanam di area tersebut.

Bupati Ikfina juga berkesempatan menanam secara langsung tanaman jenis cabai, sebagai bentuk dukungan atas dilaksanakannya penanaman tanaman bersama dalam kegiatan MUK di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Mojokerto, tepatnya di petak 79 C RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Selogendogo, BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Kemlagi KPH Mojokerto, pada Kamis, (29/12) pagi.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada Perum Perhutani KPH Mojokerto yang telah mengupayakan agar lahan hutannya dapat memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat Kabupaten Mojokerto.

"Tentu terdapat tantangan tersendiri buat kita Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto, Bagaimana mengupayakan agar masyarakat di sekitar wilayah perhutani di Kabupaten Mojokerto ini mempunyai komitmen untuk bisa bersama-sama menjaga keberadaan dan fungsi utama dari hutan yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto," ucapnya.

Bupati Ikfina juga mengatakan, bahwa dilaksanakannya kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut yang telah disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo, serta menjadi perhatian pemerintah daerah terhadap pemanfaatan hutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan tanpa mengurangi fungsi hutan tersebut.

"Nah untuk wilayah KPH Mojokerto, Nyuwun sewu sebagian besar kelihatannya ini adalah lahan-lahan produktif untuk ditanami dengan tanaman-tanaman yang produktif," ungkapnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengharapkan, kedepannya perlu ada upaya yang serius terhadap kerjasama dalam pemanfaatan lahan hutan agar hasil dari pelaksanaan penanaman tanaman MUK bisa maksimal.

"Tentu kedepannya kita perlu serius dalam menggarap kerjasama ini, sehingga nanti masyarakat kita ini dalam melakukannya tidak hanya sekedar buat sambilan saja, akan tetapi betul-betul bisa dikelola secara serius sehingga nanti kemanfaatannya pun juga bisa maksimal," harapnya.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Mojokerto, Prasetyo Lukito menjelaskan, pada tahun 2022 Perum Perhutani KPH Mojokerto telah melakukan penanaman sedikitnya 542.207 bibit pohon dengan luas lahan sekitar 45,8 Ha di sekitar wilayah Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, dan Jetis.

"Ini sekitar 45 hektar dan ini akan terus kami lakukan penanaman dan pemeliharaan," jelasnya.

Prasetyo juga mengatakan, dalam melaksanakan penanaman, pihak Perum Perhutani KPH Mojokerto juga akan melakukan pemeliharaan tanaman sampai tanaman berusia tiga tahun.

"Jadi tanaman di tahun ketiga nanti baru dilepas, karena tanaman dianggap sudah bisa mandiri di lapangan. Jadi selama 3 tahun, kami terus lakukan pemeliharaan," jelasnya.

Selain itu, dalam pelaksanaan penanaman tanaman (MUK), Prasetyo menjelaskan, pihak Perum Perhutani KPH Mojokerto juga bekerjasama dengan masyarakat desa sekitar hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Kami akan coba di nanti-nanti penanaman tanaman buah-buahan yang nanti bekerjasama dengan masyarakat, Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan nilai tambah," pungkasnya.

Diketahui, pada pelaksanaan penanaman tanaman Multi Usaha Kehutanan (MUK) di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Mojokerto, Bupati Ikfina juga menyerahkan secara simbolis bantuan sosial dan bibit buah kepada pesanggem atau petani penggarap lahan perhutani.

Yang juga turut dihadiri Kajari Kabupaten Mojokerto Gaos Wicaksono, Kepala Cabang Perhutani Nganjuk Endang Handayani, Asper KPH kemlagi Hendro Yono, serta Forkopimca Dawarblandong. Dwi

Berita Terbaru

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai…

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Di tengah banyaknya generasi milenial yang memilih kerja di kantoran atau kerja lainnya, justru pemuda asal Dusun Klumpit, Desa…

Periode Tahun 2026: DPRKP Ngawi Anggarkan Rp4,3 M untuk Bangun 215 Unit RTLH

Periode Tahun 2026: DPRKP Ngawi Anggarkan Rp4,3 M untuk Bangun 215 Unit RTLH

Selasa, 14 Apr 2026 13:05 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Dalam rangka meningkatkan kualitas hunian agar aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Pemerintah Kabupaten…

LPG 3 Kg di Jombang Mulai Langka, Disdagrin: Dampak Perang Dunia yang Memanas

LPG 3 Kg di Jombang Mulai Langka, Disdagrin: Dampak Perang Dunia yang Memanas

Selasa, 14 Apr 2026 12:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram mulai dirasakan sebagian masyarakat di Kabupaten Jombang, JAwa Timur,…

Heboh di Medsos! Penampakan Munculnya Buaya di Kawasan Mangrove Picu Kekhawatiran Warga

Heboh di Medsos! Penampakan Munculnya Buaya di Kawasan Mangrove Picu Kekhawatiran Warga

Selasa, 14 Apr 2026 11:55 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan munculnya penampakan buaya di kawasan mangrove Surabaya. Perekam juga…