Pemkot Mojokerto Alokasikan Bansos Covid-19 Senilai Rp 1,7 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali kota saat memantau pembagian Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga terdampak Covid-19 tahap II di Kota Mojokerto
Wali kota saat memantau pembagian Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga terdampak Covid-19 tahap II di Kota Mojokerto

i

SURABAYAPAGI.COM,  Mojokerto – Pemkot Mojokerto mengalokasikan bantuan sosial (bansos) Covid-19 di APBD tahun anggaran 2023 sebesar Rp 1,7 miliar. Pengalokasian tersebut tetap dilakukan meskipun status PPKM telah dicabut.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto Choirul Anwar mengatakan, bansos Covid-19 masih tetap teralokasikan tahun ini. Hanya saja, nilainya tidak sebesar saat masih pemberlakuan PPKM.

 ”Jadi tetap kami siapkan di tahun 2023 ini, karena masih kondisi darurat meski PPKM telah dicabut,” terangnya, kemarin.

Dinsos P3A Kota Mojokerto mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 1,7 miliar. Menurut Anwar, dana tersebut dipersiapkan untuk menyediakan bansos bagi warga terdampak maupun terpapar Covid-19.

Di tahun ini, bansos dijatah dengan kuota sasaran sebanyak 9.500 keluarga penerima manfaat (KPM). ”Bentuknya tetap berupa sembako dengan nilai Rp 150 ribu per KPM,” imbuh mantan Kabag Kesra Setdakot Mojokerto ini.

Jenis bantuan juga tidak mengalami perubahan seperti sebelumnya. Di dalam paket bansos terdiri dari 10 kilogram (kg) beras, 1 liter minyak goreng, 4 bungkus mie instan, serta 1 kaleng sarden.

Hanya saja, sebut Anwar, kucuran bantuan hanya diplot untuk satu bulan. Itu pun bersifat antisipatif, yakni mengikuti kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos). ”Kalau pusat mencairkan bantuan, maka kita di daerah juga akan mengikuti,” imbuhnya.

Pasalnya, bansos Covid-19 kota hanya dialokasikan untuk meng-cover kepala keluarga (KK) yang tidak masuk dalam daftar penerima sasaran dari pusat. Meski demikian, imbuh Anwar, tidak menutup kemungkinan dana untuk paket sembako ini tidak terserap seperti tahun 2022 karena situasi Covid-19 yang terus melandai.

Sebaliknya, jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan kasus Covid-19 dan kembali diterapkan pengetatan, maka bansos bisa langsung disalurkan. Kalau kebutuhan melebihi satu bulan, kata Anwar, maka kebutuhan akan dicover melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

 ”Di BTT juga sudah disiapkan untuk mengantisipasi jika bansos dilanjutkan,” pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…