SURABAYAPAGI, Surabaya - Studi terbaru menemukan bahwa berkebun merupakan salah satu cara yang tepat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Penelitian itu telah menunjukkan berkebun dapat memiliki manfaat yang luas.
Dilansir dari laman Express, penelitian oleh University of Colorado Boulder dan didanai oleh American Cancer Society, mengungkapkan orang yang berkebun makan lebih banyak serat dan melakukan lebih banyak aktivitas fisik. Kedua cara ini terbukti menurunkan risiko kanker dan penyakit lainnya.
"Temuan ini memberikan bukti nyata bahwa berkebun dapat memainkan peran penting dalam mencegah kanker, penyakit kronis dan gangguan kesehatan mental," jelas penulis senior Profesor Jill Litt.
Studi sebelumnya telah menunjukkan orang yang ikut berkebun biasanya makan lebih banyak buah dan sayuran dan memiliki berat badan yang lebih sehat. Namun, tidak jelas apakah orang yang lebih sehat cenderung berkebun, atau berkebun memengaruhi kesehatan.
Diperkirakan rata-rata orang dewasa di AS mengonsumsi kurang dari 16 gram serat sehari, di bawah rekomendasi dokter yaitu 24 hingga 38 gram.
Rekan penulis dan direktur program pencegahan dan pengendalian kanker University of South Carolina, James Hebert, berkomentar,"Peningkatan satu gram serat dapat memiliki efek positif yang besar pada kesehatan."
Mereka yang berada di kelompok berkebun juga meningkatkan tingkat aktivitas fisik mereka sekitar 42 menit setiap minggu.
Pedoman National Health Services (NHS) merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga seminggu. Selain itu, disaranman mengunjungi teman. Dengan mengunjungi taman hanya dua atau tiga kali seminggu, peserta memenuhi 28 persen dari persyaratan itu.
Peserta studi juga melaporkan tingkat stres dan kecemasan mereka menurun. Dan mereka yang datang ke penelitian paling stres dan cemas melihat penurunan terbesar dalam masalah kesehatan mental.
Direktur eksekutif salah satu mitra studi, Denver Urban Gardens,Linda Appel Lipsius menambahkan. "Ini transformasional, bahkan menyelamatkan jiwa, bagi begitu banyak orang."hlt/bkn
Editor : Mariana Setiawati