Jawa Timur Lindungi Tanaman Tembakau melalui Peraturan Daerah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim H Rofik menyerahkan pandangan umum tentang Raperda Pengembangan dan Perlindungan Tembakau Jawa Timur. SP/Riko Abdiono
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim H Rofik menyerahkan pandangan umum tentang Raperda Pengembangan dan Perlindungan Tembakau Jawa Timur. SP/Riko Abdiono

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemprov Jatim bersama DPRD Jatim melanjutkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan dan Pelindungan Pertembakauan. Namun dalam draft pembahasannya masih perlu banyak evaluasi.

Dalam rapat paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda ini setelah sebelumnya Nota Penjelasan beserta Draft Raperda oleh Gubernur Jatim dalam rapat paripurna sebelumnya pada 2 Desember 2022.

Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim melalui Juru bicaranya, H Rofik meminta penjelasan dan tanggapan terhadap Raperda Pengembangan dan Pelindungan Pertembakauan di Jawa Timur.

Pertama, pada Pasal 1 angka 23 memberikan definisi atau batasan varietas atau tembakau yang dibudidayakan di Jawa Timur. Yakni, Tembakau Virginia, Madura, Jawa, Paiton, White Burley, Kasturi, Lumajang serta Besuki Na Oogst baik berupa tembakau basah maupun kering.

"Pembatasan varietas atau jenis tembakau bisa jadi akan menyulitkan ketika terdapat pengembangan hasil penelitian bibit dan atau kebutuhan tertentu yang berimplikasi menambah varietas atau jenis tembakau lain yang dibudidayakan di Jawa Timur," kata H Rofik dalam pandangan umum Fraksi Partai Gerindra.

Kedua, Fraksi Partai Gerindra menilai, bahwa pencantuman Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) dan Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) pada Pasal 1, kiranya perlu untuk dikaji ulang. Hal ini mengingat dalam keseluruhan norma yang terdapat pada Raperda dimaksud, tidak terdapat norma yang melibatkan asosiasi di dalamnya.

"Bahkan kata asosiasi hanya tertulis satu kali yang terdapat pada Penjelasan Umum sebagai salah satu subjek yang dilindungi dan diberdayakan melalui Raperda dimaksud," jelas H Rofik.

Ketiga, Fraksi Gerindra mengakui jika salah satu wujud pengembangan perlindungan pertembakauan khususnya bagi petani tembakau adalah dengan menerapkan konsep kemitraan. Sementara pada Raperda dimaksud, kemitraan dilakukan dalam bentuk penyediaan dan pemeliharaan prasarana dan sarana produksi, pengolahan, pinjaman modal, pemasaran, pendampingan, dan transfer teknologi

"Norma tersebut sangat mendukung dalam pengembangan dan pelindungan pertembakauan. Untuk itu pengawasan terhadap konsep kemitraan harus ditingkatkan," harapnya.

Pihaknya berpendapat bahwa akan lebih mudah dalam pelaksanaannya apabila terdapat norma yang mengharuskan Industri Hasil Tembakau (IHT) atau perusahaan pembelian maupun gudang mencatatkan perjanjian kemitraan pada perangkat daerah terkait. Atau, perjanjian itu juga bisa dicatatkan pada Forum Pertembakauan Jawa Timur yang akan dibentuk. 

Sementara keempat, Fraksi Partai Gerindra mencatat, jika dalam Pasal 32 disebutkan, bahwa salah satu pelaksanaan perlindungan petani dilakukan melalui penyediaan asuransi pertanian. Namun sayang ketentuan tentang asuransi tidak dijelaskan lebih lanjut, dan justru diarahkan pada jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Pemunculan asuransi pertanian yang khusus diperuntukkan melindungi petani tembakau dari kondisi gagal panen akibat cuaca, bencana alam, maupun serangan penyakit, hama, dan virus menjadi sangat urgen di Jawa Timur. Secara nasional, Indonesia memiliki Asuransi Usaha Tani Padi yang menjadi salah satu solusi kalau ada kegagalan panen khusus padi," sebutnya.

Mengingat besarnya lahan pertanian tembakau di Jatim serta banyaknya petani dan keluarganya yang menggantungkan dari hasil panen tembakau, maka Fraksi Gerindra berpendapat jika perlu untuk digagas asuransi yang dikhususkan bagi petani tembakau.

"Termasuk apabila dimungkinkan diberikan asuransi terhadap hasil panen yang masih belum dapat diserap oleh IHT karena berbagai hal," tandasnya. rko

Berita Terbaru

SPBU Belum Merata, Gus Fawait Buka Peluang Investasi di Jember

SPBU Belum Merata, Gus Fawait Buka Peluang Investasi di Jember

Rabu, 09 Sep 2026 21:49 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:49 WIB

SurabayaPagi.com- Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya untuk mengantisisasi keterlambatan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap memicu a…

KUA-PPAS 2027 Jember Disepakati, Pendapatan Diproyeksi Rp4,5 Triliun

KUA-PPAS 2027 Jember Disepakati, Pendapatan Diproyeksi Rp4,5 Triliun

Rabu, 09 Sep 2026 21:47 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:47 WIB

surabayapagi.com- Jember - Bupati Jember Gus Fawait hadir dan mendengarkan langsung Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jember Terhadap…

AceKid Ajak Orang Tua Melihat Langsung Sumber Susu dan Proses Produksi di China

AceKid Ajak Orang Tua Melihat Langsung Sumber Susu dan Proses Produksi di China

Rabu, 09 Sep 2026 21:07 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 21:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Informasi mengenai asal bahan baku dan proses produksi menjadi salah satu aspek yang mulai diperhatikan orang tua dalam memilih produk …

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebuah mobil pickup berplat merah yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup terlibat kecelakaan lalulintas dengan sepeda motor Yam…

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polres Madiun Kota akhirnya buka suara terkait persoalan meter air di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Kapolres Madiun Kota AKBP R…

RSUD Notopuro, Kebut Pembangunan Gedung Wujud Pelayanan Kelas III Rasa Kelas I untuk Masyarakat

RSUD Notopuro, Kebut Pembangunan Gedung Wujud Pelayanan Kelas III Rasa Kelas I untuk Masyarakat

Rabu, 09 Sep 2026 17:33 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus ditunjukkan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.Tahun ini banyak s…