Pembunuhan Berkedok Supranatural Iming-iming Gandakan Uang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Korbannya Sembilan Orang, Salah satunya Dijeburkan ke Laut di Surabaya. Motifnya Uang. Dari Tiga Tersangka Disita Uang Rp 1 Miliar

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya membongkar komplotan pelaku pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur, Jawa Barat. Total korban aksi keji ini sebanyak 9 orang, rinciannya di Bekasi 3 orang, sedangkan di Cianjur 5 orang dan satu orang di Surabaya. Dari sembilan korban ini diketahui rata-rata memiliki pertalian keluarga.

Terungkap pembunuhan berantai dengan modus supranatural atau serial killer supranatural berjumlah sembilan orang ini memberi janji-janji yang dikemas dengan kemampuan supranatural. Janji ini untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, mengungkap semula kasus ini dilaporkan keracunan sekeluarga di Bantargebang, Bekasi. Ada 3 orang yang tewas. Ternyata peristiwa pembunuhan. Sementara pelaku berjumlah 3 orang. Para korban sengaja diracun.

Menurut Kapolda Metro Jaya, sampai Jumat kemarin (20/1) pihaknya masih menggali motif pembunuhan. Pelaku sementara Wowon Erawan alias Aki (60), Solihin alias Duloh (63), dan Dede Solehudin (34)." Ini tersangka serial killer Bekasi dan Cianjur, serta Surabaya. Sejauh ini terungkap dua dugaan motif para tersangka membunuh korban," kata Irjen Fadil.

 

Tipu TKW Gandakan Uang

Sampai semalam, Polda Metro Jaya sudah menemukan aliran dana sebesar Rp1 miliar. Otak pembunuhan dengan racun dan penipuan yang menewaskan sembilan orang yaitu Wowon Erawan alias Aki cs.

Uang miliaran rupiah itu berasal dari para tenaga kerja wanita (TKW) yang ditipu  dengan modus penggandaan uang. Uang ini ditransfer ke rekening atas tersangka Dede Solehudin, bukan Wowon.

"Sejauh ini yang kami temukan ada aliran dana Rp 1 miliar," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (20/1). "Dede ini yang menghimpun dana dari sejumlah TKW," sambungnya.

 

Juga Dieksekusi di Surabaya

Irjen Fadil ungkap sembilan korban tewas ini dieksekusi di tiga lokasi berbeda, yakni di Bekasi, Cianjur, dan Surabaya. Tiga korban tewas di Bekasi, yaitu Ai Maemunah (40) dan dua anaknya, yakni Ridwan serta Riswandi, dibunuh karena mengetahui pembunuhan yang dilakukan Wowon dkk sebelumnya.

"Untuk motif pastinya apa ini masih kami dalami. Kami kolaborasi interprofesi dengan sejumlah ahli forensik untuk mengungkap fakta apa motif sebenarnya, termasuk apakah ada korban lain selain sembilan korban ini," tambah Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Jumat (20/1/2023).

Kombes Hengki Haryadi menambahkan terdapat dua korban mantan TKW dan punya hubungan kerabat dekat dengan Wowon. TKW yang dibunuh sebanyak 2 orang.

Kepada korban, Wowon menjanjikan mereka bisa cepat kaya lewat cara supranatural atau penggandaan uang. Lalu mengirimkan uang hingga Rp180 juta. Setelah uang dikirim, Wowon membunuh korban. “Korban sebagian besar keluarga tersangka. Ada mertua, anak, isteri dan sementara 2 TKW yang kirim uang ke tersangka,” kata Hengki.

 

Ada Korban Balita

Hengki menyebut pihaknya masih terus melakukan penyidikan. Ada saksi lain yang menyebut bahwa temannya masih hilang. “Kami akan telusuri dari korban penipuan dan lain akan kami telusuri ini orangnya ada di mana,” ucapnya.

Hengki memastikan timnya sedang mengusut awal aksi keji para tersangka itu dilakukan. Ada salah satu korban yang diduga dibunuh pada 2020. Selain itu ada korban yang merupakan balita. Kerangka balita itu ditemukan di Cianjur.

"Korban meninggal dunia di Bekasi ini dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

 

Pelaku Utama Ayah Tiri

Wowon Erawan alias Aki (60) bekerja sama dengan tersangka Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin untuk meracuni sekeluarga di Bekasi. Para korban dibunuh karena mengetahui pembunuhan sebelumnya yang dilakukan oleh Wowon dkk.

Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya, tersangka Wowon adalah bapak tiri sekaligus suami baru korban Ai Maimunah (43).

Tindak pidana yang dilakukan Wowon adalah serangkaian pembunuhan yang dilakukan bersama rekannya, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehuddin, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

 

TKW Siti Dibunuh di Surabaya

Salah satu dari 9 korban serial killer Bekasi dan Cianjur, Jawa Barat, diketahui bernama Siti, seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang dibunuh dengan cara diceburkan ke laut di Surabaya.

"Pengakuan tersangka Wowon alias Aki (60), Siti ini dibunuh dengan cara didorong ke laut di daerah Surabaya,"  tambah Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi,  Jumat (20/1/2023).

Hengki mengatakan, Siti dibunuh oleh Noneng. Noneng adalah mertua Wowon atau ibu kandung Wiwin yang juga tewas dibunuh oleh para tersangka. "Yang bunuh Siti itu Noneng, atas perintah Wowon," kata Hengki. Selain Siti, TKW yang dibunuh Wowon dkk adalah Farida.

 

Iming-Iming Gandakan Uang

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga mengatakan, Siti dan Farida ini dibunuh dengan iming-iming penggandaan uang.

"Jadi dua TKW ini diiming-iming penggandaan uang oleh tersangka Solihin alias Duloh. Tetapi, yang mengeksekusi Siti ini adalah Noneng, atas perintah Wowon," kata Panjiyoga.

Suatu waktu, Siti menagih hasil penggandaan uang kepada Wowon dkk. Alih-alih memberikan uang yang dijanjikan, Wowon kemudian malah mengelabui Siti. "Siti ini nagih 'mana hasil penggandaan uangnya?', kemudian dibilang Wowon 'ambilnya di Mataram," kata Panji.

Hingga akhirnya, Wowon memerintahkan Noneng, yang juga mertua Siti, untuk membawa Siti ke Mataram. Tapi dalam perjalanan ke Mataram, sampai di Surabaya, Siti  dibunuh Dijeburkan di laut Tanjung Perak. "Noneng karena diperintah oleh Wowon, dia mendorong Siti ke laut di Surabaya," ujarnya.

Jasad Siti ditemukan oleh warga. Siti kemudian dibawa ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat dan kemudian dimakamkan. n jk/arm/cr2/rmc

Berita Terbaru

DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

DPRD Lamongan Berikan Rekomendasi Konstruktif Terhadap LKPJ Bupati Lamongan 2025

Senin, 27 Apr 2026 18:47 WIB

Senin, 27 Apr 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Fungsi legislasi, anggaran (budgeting) dan pengawasan terus dilakukan oleh DPRD, dalam mengawal berbagai pembangunan di Lamongan,…

Pemberangkatan Haji Surabaya Terus Berjalan, 7.593 Jemaah Sudah ke Tanah Suci

Pemberangkatan Haji Surabaya Terus Berjalan, 7.593 Jemaah Sudah ke Tanah Suci

Senin, 27 Apr 2026 17:55 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:55 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-7 dengan progres yang baik dan terkendali. Berdasarkan l…

Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

Sebanyak 77,3 Persen Responden Nilai Kualitas Infrastruktur di Lamongan Masih Belum Memadai

Senin, 27 Apr 2026 17:04 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dua tahun belakangan ini Pemkab Lamongan mulai gencar mewujudkan pembangunan infrastruktur. Namun kualitas infrastruktur sebanyak…

Dinkes Kota Kediri Gelar Pembekalan Jamaah Haji

Dinkes Kota Kediri Gelar Pembekalan Jamaah Haji

Senin, 27 Apr 2026 17:01 WIB

Senin, 27 Apr 2026 17:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Pembekalan Kesehatan jemaah haji di Hotel Lotus Garden, Senin…

Lewat PAW, Anas Karno Resmi Kembali Duduk di DPRD Surabaya: Tegaskan Komitmen untuk Warga

Lewat PAW, Anas Karno Resmi Kembali Duduk di DPRD Surabaya: Tegaskan Komitmen untuk Warga

Senin, 27 Apr 2026 16:58 WIB

Senin, 27 Apr 2026 16:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Anas Karno sebagai anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan berlangsung…

FGD Satu Data 2026, Perkuat Tata Kelola Data Kota Mojokerto

FGD Satu Data 2026, Perkuat Tata Kelola Data Kota Mojokerto

Senin, 27 Apr 2026 16:55 WIB

Senin, 27 Apr 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengelolaan Tata K…