Sepekan Kedepan Cuaca Ekstrem di Jatim, Berpotensi Banjir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Selama sepekan ke depan, Jawa Timur diperkirakan berpotensi akan terjadi cuaca ekstrem diantaranya hujan bercurah tinggi dan adanya bencana hidrometeorologi. Khususnya di beberapa wilayah pesisir Jawa Timur.

Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (5/2/2023) meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem.

Selan itu memperhatikan kondisi atmosfer yang menandakan adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan timbulnya bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es, dan tanah longsor.

Beberapa wilayah di Jatim dengan potensi alami cuaca ekstrem pada 3 – 10 Februari di antaranya, Magetan, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Malang, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Situbondo, Kota Batu, Bojonegoro, Gresik, Jombang, dan Lamongan.

BMKG juga memperingatkan masyarakat pesisir untuk waspadai fenomena pasang maksimum air laut akibat pasang purnama yang berpotensi timbulkan banjir rob dengan ketinggian genangan air antara 10 -20 meter, pada 3 -7 Februari 2023.

Diramal wilayah pesisir yang berpotensi terdampak yaitu Pesisir Surabaya Barat termasuk Gresik, Lamongan, Tuban (2 – 6 Februari 2023, pukul 10.00 – 12.00 WIB), Pesisir Surabaya Timur termasuk Kenjeran, Pasuruan, Sidoarjo (3 – 7 Februari 2023, pukul 05.00 – 06.00 WIB) dan Area Pelabuhan Surabaya (4 – 6 Februari 2023, pukul 22.00 – 23.00 WIB).

Sementara itu, potensi gelombang tinggi dengan ketinggian gelombang maksimum antara 0,75 – 3,0 meter perlu diwaspadai beberapa wilayah perairan, diantaranya Laut Jawa, Perairan Selatan Jawa, dan Samudera Hindia Selatan Jawa Timur.

 

Langganan Banjir di Jatim

Dari catatan Surabaya Pagi yang dihimpun dari data BPBD Jawa Timur, dalam 3 bulan terakhir, sejak memasuki musim hujan, beberapa daerah rawan banjir di Jatim kerap terjadi. Mulai dari Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Blitar, Kabupaten Malang, serta Lamongan.

Untuk mengantisipasi banjir bandang dan banjir rob, Pemprov Jatim pun, menyiapkan Rp 363 Miliar untuk kendalikan banjir saat cuaca ekstrem sedang tinggi-tingginya. Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Baju Trihaksoro mengatakan bahwa ada sungai-sungai di Jatim yang menjadi perhatian prioritas dalam pencegahan banjir. Sungai-sungai yang dimaksud adalah yang hampir setiap tahun mengalami banjir akibat air yang meluap.

Seperti Sungai Bengawan Solo serta anak sungainya di Bengawan Jero Kabupaten Lamongan, kemudian Sungai Kali Lamong di Kabupaten Gresik, Sungai Kemuning di Kabupaten Sampang, Sungai Semajit Kabupaten Sampang, Sungai Welang Pasuruan, serta Sungai Jatiroto Jember, dan Sungai Kedung Larangan Kabupaten Bangil.

“Kita menangani banjir sebelum musim hujan. Kita sudah melakukan pemantauan dan melihat kondisi sungai-sungai di bawah kewenangan kita. Dan yang tidak di bawah kewenangan kita pun kita lakukan koordinasi,” tegas Baju, kemarin.

Perhatian diberikan pada sungai-sungai yang tanggulnya sudah berstatus kritis. Maka pemprov Jatim melakukan penanganan dengan melakukan memasang pile ataupun bronjong.

Dan menghadapi ancaman cuaca ekstrem, Baju menegaskan bahwa saat ini Pemprov Jatim di bawah arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga aktif melakukan pemantauan pada jembatan-jembatan eksisting. “Kewenangan memang di PU Bina Marga tetapi ketika kondisi di lapangan kita lihat sudah kritis, maka kita akan tangani pondasinya dan lain-lain,” tegasnya.

 

Disiapkan Rp 363 M untuk Banjir

Lebih lanjut Baju menegaskan, pada 2023 ini ada anggaran Rp 363 miliar untuk pemeliharaan sungai dan pengelolaan irigasi. Ia kemudian mendetailnya untuk normalisasi dengan menggunakan 24 alat berat tersebut selama 2022, pihaknya mampu menormalisasi hingga menghasilkan 290 meter kubik lumpur yang diangkat dari sungai. “Khusus untuk pengerukan dan normalisasi itu anggarannya sampai Rp 18 miliar,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi sepekan ini.

Berdasarkan analisis iklim yang dilakukan oleh BMKG, diketahui adanya pola tekanan rendah di Australia bagian Barat yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jatim. Hal ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.

Potensi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh aktifnya La Nina, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin di wilayah Jatim dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es, maupun tanah longsor di dataran tinggi.

"Berdasarkan peringatan dini dari BMKG tersebut, kami mengimbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Selain itu pemerintah Kabupaten/Kota juga diimbau menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan," ujar Khofifah. ana/arf/rmc

Berita Terbaru

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama di sektor industri kulit dan peternakan sapi melalui kegiatan I…

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic b…

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.com,  Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat lebih dari seribu usulan masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Mus…

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Namun ba…

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Kenaikan harga barang berbahan plastik melonjak signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan harga disebut mencapai 40 h…

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Isu potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) imbas memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu keresahan di masyarakat.…