Resmi, Dua Varietas Durian Lokal Jember Terdaftar di Kementan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyerahan sertifikat varietas durian yang sudah terdaftar kepada Bupati Jember Hendy Siswanto. Foto: Pemkab Jember.
Penyerahan sertifikat varietas durian yang sudah terdaftar kepada Bupati Jember Hendy Siswanto. Foto: Pemkab Jember.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Dua varietas durian lokal Kabupaten Jember, Jawa Timur, resmi terdaftar dan mendapatkan sertifikat tanda daftar dari Kementerian Pertanian (Kementan). Dua varietas durian tersebut yakni Jambearum dan Raungjambe.

Sertifikat itu diserahkan Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementan Leli Nuryati kepada Bupati Hendy dalam acara Asok Gelondong Pangareng-areng atau sedekah hasil bumi, di alun-alun Jember, Sabtu (4/3/3023).

“Setelah dilakukan verifikasi teknis dan administrasi, maka kami mengeluarkan sertifikat tanda daftar untuk dua varietas durian lokal asal Jember, yakni Jambe Arum dan Raung Jambe,” kata Leli, Sabtu (4/3/2023).

Pihaknya mengaku mendapat informasi bahwa di Kabupaten Jember terdapat 30 jenis varietas durian yang belum didaftarkan. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember saat ini tengah menyiapkan pengusulan pendaftaran varietas lain.

Leli berharap puluhan varietas durian lokal tersebut bisa segera didaftarkan ke Kementan agar mendapatkan sertifikat. Terlebih pengurusan sertifikat ini hanya memakan waktu 20 hari

“Kami berharap bupati segera mendaftarkannya dan segera melakukan pelepasannya. Nanti kami akan kawal. Termasuk varietas tanaman lainnya, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan. Jember luar biasa potensinya,” ujarnya,.

Menurutnya, banyaknya varietas durian tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Jember. Sehingga perlu secara resmi untuk didaftarkan kepada Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

“Pemberian tanda daftar itu sebagai bagian dari perlindungan dan pelestarian varietas tanaman durian. Setelah didaftarkan dan mendapat sertifikat maka harus dilakukan pelepasan, agar dapat dikomersialkan untuk meningkatkan pendapatan warga Jember,” tuturnya.

Adapun sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk sertifikasi varietas lokal di antaranya yakni, paling tidak sudah berusia lima tahun. Kemudian keunggulannya apa saja, mulai dari rasa, penampakan, ukurannya, ketebalan dagingnya, rasanya yang manis kepahitan, kekenyalannya, dan lain-lain.

Ia berharap dengan viralnya dua varietas durian dari Jember yang tersertifikasi akan ‘memprovokasi’ seluruh kepala daerah untuk mendaftarkan varietas lokal masing-masing.

“Ini penting. Ini plasma nutfah kita, jangan sampai diklaim negara tetangga kita,” ucapnya.

Menurut Bupat Hendy, durian lokal Jember memiliki keunikan dan keunggulan yang telah diuji dan diseleksi oleh Kementan, sehingga durian tersebut tidak kalah enaknya dengan durian di beberapa kabupaten/kota sentra durian di Indonesia.

“Apa yang dihasilkan bumi Jember bermacam-macam, dan itu semuanya varietas unggul. Untuk itu teman-teman pemerintahan dan seluruh stakeholder kawan-kawan petani, mari bersama-sama kita daftarkan ke Kementerian Pertanian RI untuk mendapatkan sertifikat,” ujar Hendy.

Ia pun bersyukur dua varietas durian lokal itu sudah terdaftar di Kementan.

“Alhamdulillah, hari ini dua varietas unggul durian di Jember sudah mendapat sertifikat tanda daftar secara resmi dari Kementan,” tuturnya.

Dengan adanya sertifikasi itu, menurut Hendy, derajat dan gengsi varietas akan ikut terdongkrak. Nilai jualnya pun meningkat.

“Sehingga kita semua saling menjaga. Dengan adanya sertifikat tersebut, para petani menjaga hasil panennya dan kita masyarakat Jember menghargai dengan ikut membeli dan membantu pemasaran hal tersebut. Gayung bersambut akan menumbuhkan effort luar biasa untuk kemakmuran dan kesejahteraan Kabupaten Jember,” terangnya. jbr

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…