Ikuti Fashion Show Batik, Bupati Lamongan dan Istri Raih Best Contestant

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati dan istri saat tampil parade fashion show 18 Tahun Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2023, yang gelar di Grand City Exhibition Surabaya. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Bupati dan istri saat tampil parade fashion show 18 Tahun Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2023, yang gelar di Grand City Exhibition Surabaya. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai cara dilakukan pemkab Lamongan dalam upaya mengenalkan batik. Dalam parade fashion show 18 Tahun Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2023, yang gelar di Grand City Exhibition Surabaya itu, bupati dan istri ikut tampil, dan meraih Best Contestant kategori ramah lingkungan.

Dengan menggunakan busana sarimbit ala desainer ternama Yusi Marta, yang memadukan beberapa motif batik Lamongan yakni ceplok matahari, ornamen gendangan, junjung drajad, enam kathil dan ornamen singo mengkok, bupati yang biasa disapa Pak Yes dan Bu Anis berlenggak lenggok bak model profesional. Sekaligus mengenalkan  produk kerajinan asli Lamongan di kancah nasional.

Busana dengan beragam motif batik khas Lamongan karya desainer Yumi ini tentu tak main-main. Berbagai filosofi mendalam tergambar dalam setiap detailnya. Seperti Motif ceplok matahari misalnya, mempunyai filosofi yang menggambarkan suratan takdir dan keteraturan hidup, bahwasanya dalam kehidupan di dunia sudah ada aturan dan garisnya. Dengan begitu, diharapkan orang yang memakainya  dapat menjalani hidup secara teratur dan jujur. Batik ceplok juga mengandung makna sebagai simbol yang serasi, seimbang serta sempurna.

Kemudian motif ornamen gendangan menggunakan teknik geometris atau trapezium yang membentuk jajaran genjang dan biasa disebut masyarakat Lamongan dengan istilah ‘wajik’. Garis garis sejajar yang melintang diagonal mengandung pesan agar masyarakat senantiasa menjalin komunikasi yang baik dan senantiasa beriringan agar terhindar dari konflik sosial.

Sedangkan Motif junjung drajad dapat diartikan, seluruh manusia sama derajatnya baik perempuan atau laki-laki, miskin maupun  kaya, berpangkat maupun yang tidak. Di negara kita ini sejatinya tidak diperbolehkan adanya diskriminasi terhadap suku, agama, ras, antar golongan, maupun politik. Semua mempunyai kedudukan yang sama di hadapan sang pencipta.

Selanjutnya, motif enam kathil berasal dari kata “ngenam”  yang memiliki arti menganyam kursi dan terdiri dari garis vertikal dan horizontal yang berhubungan dengan kekuasaan, hubungan dengan Tuhan dan kepada sesama. Pengingat terhadap individu agar selalu mengingat penciptanya dan memiliki hubungan baik dengan sesama, karena kekuasaan dapat membutakan mata hati seseorang.

Sedangkan Motif singo mengkok merupakan simbol warisan dari Sunan Drajat yaitu Raden Qosim. Simbol ini berbentuk singa yang sedang membungkuk. Makna dari singo mengkok adalah bahwa singa itu berarti tingkah laku kehewanan. Sedangkan membungkuk ini  bengkok atau menunduk atau merunduk. Arti dari Singo Mengkok sendiri adalah singa yang sedang menahan hawa nafsu dan tunduk di hadapan Allah.

Semua motif tersebut disatukan dalam bentuk mahakarya luar biasa indah namun tetap elegan yang mengantarkannya mendapat penghargaan the best contestan dengan kategori ramah lingkungan. jir

Berita Terbaru

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Semarak Hari Jadi Tulungagung ke-821, Pemerintah Kecamatan Sumbergempol Buka Stan Gerakan Pangan Murah!

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 19:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Hari Jadi Tulungagung ke-821 bertema ‘Gumregah, Nyawiji lan Ngabekti Tumuju Tulungagung Lohjinawi’ tahun ini lebih semarak den…

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

GCC Petrokimia Gresik Resmi Hadir, Bidik Pasar Event dan Dongkrak UMKM Lokal

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kabupaten Gresik kini memiliki alternatif baru untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar. Yayasan Petrokimia Gresik (…

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Tanam 87.000 Mangrove di Gresik, PT Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen PT Smelting dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir kembali mendapat apresiasi. Perusahaan pengolahan dan pemurnian t…

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Blitar Kota Beri Motivasi Peserta Pelatihan Kerja dengan Program Quick Wins Polri

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus mendukung upaya menekan angka pengangguran, Polres Blitar Kota menggelar…

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Klinik Perisai dan Siti Pinter Jadi Inovasi Andalan Kota Mojokerto dalam IGA 2026

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 17:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan dua inovasi unggulan daerah, yakni Klinik Perisai dan Siti Pinter, di hadapan d…

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Dorong Keterlibatan BUMDes dalam Program Ketahanan Pangan, DPD PKDI Jatim Minta Pemerintah Beri Proteksi Pasar

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis alokasi 20 persen Dana Desa di Jawa Timur dinilai memerlukan perlindungan regulasi d…